Di Kalima Sada

Di Kalima Sada Aug 18, ’08 3:31 PM
for everyone

Titian jalan Kalima Sada yang sepi itu kulalui, bertapak pelan. Mungkin karena mendung. Mungkin karena sore itu langit terasa sendu padaku.

 

Lonceng sebuah kafe berbunyi kemudian saat pintu cokelat itu kudorong.

‘Sore, Mbak..,’ suara pelayan menyambut kedatanganku, ‘Mau pesan apa.

‘Em, air putih aja ya..?’jawabku dengan senyum, lalu aku beranjak ke sudut bangku. Berdiam lama disana. Semenit kemudian, di balik jendela disamping tempatku duduk, kulihat seorang pria berdasi berdiri di samping sebuah tiang. Jauh diseberang sana.

 

Aku tersenyum. Kuperhatikan cara dia berjalan dan menyebrangi jalan. Tap.Tap.Tap. Langkah yang mengalunkan nada menurutku. Aku terhibur hingga berdiri demi menyambutnya. Seorang perempuan berambut pirang menutup pandanganku. Kucoba mencari wajah tampan lelakiku. Dia masih menyisakan senyum sambil menghindari mobil ketika kemudian perempuan itu memeluknya.

 

‘Ini Mbak air putihnya..,’tegur pelayan tadi sembari menyuguhkan segelas air putih.

Aku menoleh nanar, ‘trima kasih’.

 

 

Kulihat mereka berdua berpelukan tak henti dan kemudian pergi dari pandanganku. Aku tertegun. Aku terduduk. Aku terdiam.

 

Langit masih mengintip dengan warna mendungnya diatas sana. Semakin hitam. Semakin kelam.

 

Hari itu akan hujan..

 

 

 

 

 

 

reply edit delete

 

14 CommentsChronological   Reverse   Threaded
delete reply
bigayah wrote on Aug 18, ’08
Mata langit mulai basah. Bibir langit membiru. Menatap khawatir. Bila memang setiap waktu yang kita papah berharga dengan mengeluh, mungkin kotoran bisa jadi alat tawar-menawar. Disandingkan dengan cincin emas putih yang berusaha dilingkarkan di sela-sela jemari mungil. Entah jemari siapa, bila memang merasa. Dan ternyata..

*hayo! Mau lomba suram-suraman? Mana yang lebih suram, karyamu atau karya bodohku? ;p*

delete reply
bigayah wrote on Aug 18, ’08
Mata langit mulai basah. Bibir langit membiru. Menatap khawatir. Bila memang setiap waktu yang kita papah berharga dengan mengeluh, mungkin kotoran bisa jadi alat tawar-menawar. Disandingkan dengan cincin emas putih yang berusaha dilingkarkan di sela-sela jemari mungil. Entah jemari siapa, bila memang merasa. Dan ternyata..

*hayo! Mau lomba suram-suraman? Mana yang lebih suram, karyamu atau karya bodohku? ;p*

edit delete reply
ninelights wrote on Aug 18, ’08
Klo btujuan utk saling mengisi dan brkarya agar lbh baik,ayo..
edit delete reply
ninelights wrote on Aug 18, ’08
Klo btujuan utk saling mengisi dan brkarya agar lbh baik,ayo..
edit delete reply
ninelights wrote on Aug 18, ’08
Tapi klo ingin mnunjukkan ‘karya’yg lbh mnderita,bagiku luka adlah luka..skecil apapun,sluruh tubuh&jiwa ikut mrasakan..
edit delete reply
ninelights wrote on Aug 18, ’08
Diatas adalah cuma sbuah karya yg dibuat dr lamunan,dr dugaan,dr ketakutan,utk lelakiku..jika merasa..;-)
delete reply
bigayah wrote on Aug 18, ’08
Wah.. Seriusnya, ibu Nana.. Gak deh.. Aku mengaku kalah kalau urusan adu karya, karena aku tidak pandai apa-apa.. =D
delete reply
bigayah wrote on Aug 18, ’08
Wah.. Seriusnya, ibu Nana.. Gak deh.. Aku mengaku kalah kalau urusan adu karya, karena aku tidak pandai apa-apa.. =D
delete reply
ikatorey wrote on Aug 19, ’08
kalima sada? itu jurus ato apa yah? *kabur dari orang2 yang selalu menderita*

waduh. kenapa sedih terus sih isinya. yang gembira ceria ria donk. hidup tak selamanya sedih lagi. lihat, ada kotoran hitam di ujung jari kelingking minta dibersihkan. jadi jangan terlalu merenung dan melamun yang sedih2. *nggak penting banget aku bicara seperti ini*

edit delete reply
ninelights wrote on Aug 19, ’08

waduh. kenapa sedih terus sih isinya. yang gembira ceria ria donk. hidup tak selamanya sedih lagi. lihat, ada kotoran hitam di ujung jari kelingking minta dibersihkan. jadi jangan terlalu merenung dan melamun yang sedih2. *nggak penting banget aku bicara seperti ini*

tumben ka..:-)..mungkin kelebihan orang banyak ngelamun, banyak bersedih adalah karya yang dihasilkan jadi tambah bagus..ya..inilah kesedihan yang dituangkan dalam bentuk yang positif, berkarya..daripada bunuh diri atau melakukan sesuatu yang tidak penting..:-)..mungkin karena tema bulan ini lagi bersedih, jadi sedih melulu, tapi kalo ada yang gak suka, ya silahkan, toh aku hanya menuangkan..terima kasih komentarnya..sangat membangun..
delete reply
ikatorey wrote on Aug 27, ’08
bukannya ga suka. tapi sekali2 kek cerita yang lucu. aku suka tulisan mbak rana ini. eh ngomong2 mbak rana tinggal dimana sih sekarang? kerja di apa? broacdcast yah? waduh klo ada lowongan mau tuh. jangan lupa kasih infonya yah. terima kasih.🙂
edit delete reply
ninelights wrote on Aug 30, ’08

bukannya ga suka. tapi sekali2 kek cerita yang lucu. aku suka tulisan mbak rana ini. eh ngomong2 mbak rana tinggal dimana sih sekarang? kerja di apa? broacdcast yah? waduh klo ada lowongan mau tuh. jangan lupa kasih infonya yah. terima kasih.🙂

^^..Trima kasih pujiannya..soal cerita lucu, coba liat awal-awal aku masuk dan cerita ke blog ini, ada tuh cerita lucunya..broadcast?amin..mungkin someday..
delete reply
ikatorey wrote on Aug 30, ’08
iya. maksudku cerita yang dulu-dulu tu dimunculin lagi. aku udah baca kok. asyik. kata-katanya mengalir biasa. nggak bigitu nyastra kek om kikit satu itu. ;p *celingukan takut ketauan si om satu itu*
delete reply
bigayah wrote on Aug 30, ’08

nggak bigitu nyastra kek om kikit satu itu.

Kenapa menyebut nama ku? Terpana dengan kemampuanku? Hahahaha! *ditendang*

Aku masih belajar berpuisi kok, Ka… Kau pasti bisa melampauiku… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s