Paradoks : Kanker Sang Bunda

Apr 30, ’09 8:31 PM
for Rana’s network

Sore itu berjalan seperti sore sebelumnya. Senja turun dari balik dinding-dinding ruko bertingkat dan perempatan jalan menjadi sedikit lembut untuk sementara. Dalam kelenggangan itu, seorang teman kerja meluangkan waktunya mengurai kisah sahabat baiknya padaku. Mungkin karena dia ingin sekali berbagi, maka akupun mendengarkan.

Panggil saja sahabat temanku ini dengan nama Ve. Umurnya mungkin sekitar dua puluh empat tahun, sama denganku. Dia anak pertama dari dua bersaudara, perempuan,dan seorang workaholic. Keinginannya bekerja keras siang dan malam, salah satunya adalah karena Bundanya tercinta. Sudah sejak lama beliau di vonis dokter menderita penyakit kanker payudara dan dia ingin Bundanya sembuh dan bisa menjalani hidup tanpa rasa sakit lagi.

Dalam masa perihnya, Bundanya Ve sudah melewati proses kemoterapi dan melakukan dua kali operasi untuk mengangkat payudaranya. Alhamdulillah, setelah proses yang menelan banyak waktu dan materi tidak sedikit, beliau sudah membaik keadaannya. Penyakit kankernya sudah dinyatakan hilang dari tubuh. Dan secara ajaib, Bundanya sudah bisa bekerja kembali seperti layaknya manusia yang memiliki kesempurnaan dan kesehatan yang prima.

Ve senang. Aku yang mendengarnyapun turut berbahagia dengan cerita itu.

Waktu berlalu.

Setelah lama dipenuhi lembaran kerja dan penat, tibalah saatnya Ve mengambil liburan panjang menyebrang lautan demi menjenguk ibunya di Semarang. Saat pamit ke atasannya, pimpinannya malah mengijinkan Ve untuk mengambil libur lebih agar bisa agak lama berada di samping ibunya. Ve sedikit curiga, namun hatinya senang saat dia mendengar suara Bunda di seberang sana tampak bahagia dan baik-baik saja, meski akhir-akhir ini, sering sesak nafas.

Dalam keadaan letih, Vepun tiba di rumah dan langsung menghambur ke kamar Bundanya. Mungkin saat itu Bundanya tidak tahu kalau Ve akan pulang, dan Vepun berencana memberikan kejutan menyenangkan untuk rasa kangen mereka yang telah lama diisi durasi kantor dan jarak Batam – Semarang.

Gagang pintu itu kemudian Ve buka. Bunyi derit engselnya membuat Bundanya menatap ke arah suara. Di ambang pintu yang terbuka itu, Ve kemudian melihat bentuk fisik Bundanya yang selama ini dia rindu. Proses kemo itu telah usai, dan keadaan tubuh Bundanya dulu sudah kembali normal, rambut-rambutnya sudah tumbuh. Namun hari itu dia melihat Bundanya bukan seperti Bunda yang dulu dia temui. Kulitnya legam bersisik. Tubuhnya sekering dan sekurus penderita anorexia. Rambutnya rontok kembali, terburai di atas bantal yang mungkin terasa keras ditubuhnya.

Mengetahui kenyataan itu, Ve tetap memberikan senyuman dan kabar cerita tentang bagaimana kehidupannya di rantau sana kepada Bunda tercintanya, menganggap beliau baik-baik saja dan tidak sedang menderita apapun. Namun, dalam perasaan bercampur baur, Ve menuntut penjelasan seluruh keluarga besarnya yang telah sengaja menyembunyikan kondisi Bundanya selama dia jauh di Batam sana. Dalam suasana duka itu, akhirnya pecahlah tangis mereka saat harus menyampaikan bahwa penyakit Bundanya kambuh lagi. Segala cara telah keluarga besar coba, namun beliau bersikeras untuk tidak dibawa ke rumah sakit lagi dan mewanti-wanti agar kabar ini tidak sampai ke telinga Ve. Karena Bundanya sudah lelah berjuang. Karena Bundanya tidak ingin Ve bersedih hanya karena sakitnya..

Aku menatap teman baik Ve yang sedang bertutur di hadapanku ini. Bibirnya terus mengalirkan kata-kata, meski sesekali meloncati susunan kejadian dengan matanya yang sedemikian rupa berusaha menahan diri untuk tidak meneteskan air mata. Akupun bisa melihat bagaimana sosok Ve yang dalam ketegaran jiwanya, melakukan berbagai cara demi membujuk Bundanya agar mau dirawat lagi, di kemo lagi, di terapi lagi. Dalam usahanya, Vepun berhasil melakukannya. Namun ketika alat-alat kedokteran itu memeriksa keadaan tubuh Bunda tercintanya, kanker itu sudah terlanjur menyebar dan masuk sampai ke saluran pernafasannya..dan sudah masuk dalam kondisi kritis..

Hanya tinggal menunggu waktu ..
Dan hanya Tuhan yang tahu ..

Tuhan, yang semoga saja masih tetap ada dan selalu ada di hati Ve, Bunda, adik dan keluarganya, untuk tetap tegar, meski bagaimanapun..

Sementara kemudian temanku berlalu dan pergi, aku tenggelam dalam rasa kelu menatap kehidupan, mencerna paradoks yang tidak bisa begitu saja dihakimi..

~…Lampu-lampu kota malam itu begitu redup dalam kelam..
entah kenapa, hati ini terasa sakit..sakit sekali..tak terperi..~

20 CommentsChronological ย  Reverse ย  Threaded

aluizeus
aluizeus wrote on Apr 30, ’09
kanker : kantong kering nih mbak๐Ÿ™‚

duniapeng
duniapeng wrote on Apr 30, ’09
aku suka deh tulisan yang ini๐Ÿ˜›

edo99
edo99 wrote on Apr 30, ’09
nie true story???

alexast
alexast wrote on Apr 30, ’09
huhuhuhuhuhuhu… *beneran pengen nangis*

juicemelon
juicemelon wrote on May 1, ’09

Vepun

harusnya dikasih spasi bukan na?

juicemelon
juicemelon wrote on May 1, ’09
nuansa yang kutangkap di sekian banyak tulisanmu itu ya na (termasuk yang ini) : suram, basah, sedih…
hehehehehe
gayamu memang begitu ya..
tapi membuatku gak berhenti membaca mpe akhir…

Turut prihatin untuk Ve, ibuku 2 tahun yg lalu juga mengalami hal yang sama, untungnya belum ganas dan segera di operasi. Sekarang beliau sudah sehat dan kembali bisa bekerja..๐Ÿ™‚
alhamdulillah

julianawa
julianawa wrote on May 1, ’09
Berharap yang terbaik buat semuanya..๐Ÿ™‚

ninelights
ninelights wrote on May 1, ’09

aku suka deh tulisan yang ini๐Ÿ˜›

thanks, Mas..:-)

ninelights
ninelights wrote on May 1, ’09
edo99 said

nie true story???

98 % based on true story..

ninelights
ninelights wrote on May 1, ’09
alexast said

huhuhuhuhuhuhu… *beneran pengen nangis*

Mas Alex…..ah…i’m very sorry..gak ada maksud buat Mas sedih..Gimana kabar Mamanya Mas Alex..?Sudah sehat..?

ninelights
ninelights wrote on May 1, ’09

harusnya dikasih spasi bukan na?

gak ngerti deh..mungkin iya..thx anyway..

ninelights
ninelights wrote on May 1, ’09

Berharap yang terbaik buat semuanya..๐Ÿ™‚

thx,Yet..

ninelights
ninelights wrote on May 1, ’09

Turut prihatin untuk Ve, ibuku 2 tahun yg lalu juga mengalami hal yang sama, untungnya belum ganas dan segera di operasi. Sekarang beliau sudah sehat dan kembali bisa bekerja..๐Ÿ™‚
alhamdulillah

Alhamdulillah..

juicemelon
juicemelon wrote on May 1, ’09

98 % based on true story..

trus yg 2% error ya.. hehehe kyk tabulasi pemilu aja…

ninelights
ninelights wrote on May 1, ’09, edited on May 1, ’09
nama asli bukan Ve, dan dia anak kedua..:-)…

edo99
edo99 wrote on May 1, ’09

98 % based on true story..

Hoooo kren settingnya ad dr kotaku jg… Hee

ninelights
ninelights wrote on May 1, ’09
Sang tokoh mmg kerja di Batam,Mas:-)..

alexast
alexast wrote on May 2, ’09

Mas Alex…..ah…i’m very sorry..gak ada maksud buat Mas sedih..Gimana kabar Mamanya Mas Alex..?Sudah sehat..?

belum, Na.. not yet..

ninelights
ninelights wrote on May 2, ’09
alexast said

belum, Na.. not yet.

*pegang bahu Mas Alex lembut, beri semangat*emmm….dah coba alternatif..?misalnya,keladi tikus..?* ada di salah satu blogku..meski cuma link ke blog teman..*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s