Dalam Sebuah Bola Kaca

May 6, ’09 12:57 PM
for everyone

Dalam sebuah bola kaca kulihat dia di sana

Melewati satu dua batu terjal hingga menyeberangi sungai deras

 

Dalam satu dua kedip mata langkahnya kemudian berhenti

pada sebuah hamparan hijau di hadapan

Lirih terdengar riak air

Sayup terasa angin memandu

 

Dan lalu dia sampai di situ

di sebuah rumah sederhana yang berdinding biru dan merah muda

Dari jauh dilihatnya satu orang sedang duduk di sebuah bangku di serambi, melambai tangan

Membuatnya tertarik untuk datang

 

Dua tiga periode percakapan membuat pintu rumah itu terbuka lebar

Rona wajahnya pun riang dan dia pun beranjak masuk untuk berteduh

Namun dia kemudian terpekur tiba-tiba saat pintu itu terhempas menghujam dan

hampir mengenai wajahnya yang lugu, hatinya yang polos

hatinya yang merasa semua terlukis atas kebaikan dan senyum pagi hari

 

Kakinya gemetar hebat sementara rumah itu menjadi semakin jauh

hingga tenggelam dalam sebuah bola kaca

 

Dalam kehancuran diamnya dia bersua tuan kerinduan dalam diri

Mengajaknya berdiri lagi dan menyongsong hamparan lain yang jauh lebih hijau

Lebih luas, lebih dari yang dia bayangkan

 

Dan dia percaya

 

Satu orang lain dia lihat memetik bunga-bunga segar di tengah

Padang

maha luas yang memberi warna warni senyum sederhana

Dia kemudian menghampiri

Meraba-raba seluruh kuntum sebelum kemudian melati itu menaburi seluruh tubuhnya

Mewangi, semerbak, memberinya cinta dan kasih, sebelum kemudian

seuntai jarum kecil berkarat menghunus jantung hatinya, tepat

Saat senyumnya masih luas mengembang

Menikmati udara, meniti hari

 

Dia tak tersungkur

Tak mengeluh

Tak menangis

 

Matanya hanya menatap ke langit

Terus ke langit

Meninggalkan sepotong hati dalam sebuah bola kaca

Tak berhenti…

 

 

Rana Wijaya Soemadi

Kotatua kedinginan

 

pic : zune wallpapers

 
12 CommentsChronological   Reverse   Threaded

alexast wrote on May 6, ’09
buset, maksudnya apa ya? ngga ngerti gue.. hiihihi

ninelights wrote on May 6, ’09
alexast said

buset, maksudnya apa ya? ngga ngerti gue..

yaaaahhhhhh…*kecewa*

alexast wrote on May 6, ’09
yah maap Rana.. gue lagi bego bok…

ariefkurni wrote on May 6, ’09
Sama deh, ga mudeng.tp bagus😉

ninelights wrote on May 6, ’09
Hiks..*nangis di pojokan jembatan*lg feeling so blue ajah..dan pngen bikin bhs yg sok ketinggian..hehe..gpp:-)mksh dah pd nyempetin bc yah..

julianawa wrote on May 6, ’09
Emm, aku kn lagi plu nih, jd aga ga konsen Na, plus aga ngantuk pula.
Tapi aku udah baca kok, dan bagus..

ninelights wrote on May 6, ’09, edited on May 6, ’09
<iipsmiley>

Makasih Yetiku sayang..*memeluk Yeti sepenuh hati, eh, kok jadi melow beneran gini..hiks..*

rudyprasetyo wrote on May 6, ’09
Ran, mungkin ia sekedar ingin tahu, bagaimana rasanya bergantung tanpa harus menjadi rapuh….

ninelights wrote on May 6, ’09
Mas Rudy:-)… Atau dia sbnrnya telah rapuh dan mengharap Langit menjawab semua yg tjd..?

rudyprasetyo wrote on May 7, ’09

Mas Rudy:-)… Atau dia sbnrnya telah rapuh dan mengharap Langit menjawab semua yg tjd..?

Bisa jadi, mungkin satu satunya pertanyaan yang tersisa dari dirinya adalah…cinta..

ninelights wrote on May 8, ’09

Bisa jadi, mungkin satu satunya pertanyaan yang tersisa dari dirinya adalah…cinta..

Deep..:-)….setelah itu, ada pertanyaan lain yang menyusul..karena semua sekarang tidak bisa dengan nyata teraba, hanya dengan melihat dan berada bersama…

rudyprasetyo wrote on May 8, ’09

Deep..:-)….setelah itu, ada pertanyaan lain yang menyusul..karena semua sekarang tidak bisa dengan nyata teraba, hanya dengan melihat dan berada bersama…

iya, ketika semua rasa itu menumpuk menjadi satu asa…
Dalam Sebuah Bola Kaca May 6, ’09 12:57 PM
for everyone

Dalam sebuah bola kaca kulihat dia di sana

Melewati satu dua batu terjal hingga menyeberangi sungai deras

 

Dalam satu dua kedip mata langkahnya kemudian berhenti

pada sebuah hamparan hijau di hadapan

Lirih terdengar riak air

Sayup terasa angin memandu

 

Dan lalu dia sampai di situ

di sebuah rumah sederhana yang berdinding biru dan merah muda

Dari jauh dilihatnya satu orang sedang duduk di sebuah bangku di serambi, melambai tangan

Membuatnya tertarik untuk datang

 

Dua tiga periode percakapan membuat pintu rumah itu terbuka lebar

Rona wajahnya pun riang dan dia pun beranjak masuk untuk berteduh

Namun dia kemudian terpekur tiba-tiba saat pintu itu terhempas menghujam dan

hampir mengenai wajahnya yang lugu, hatinya yang polos

hatinya yang merasa semua terlukis atas kebaikan dan senyum pagi hari

 

Kakinya gemetar hebat sementara rumah itu menjadi semakin jauh

hingga tenggelam dalam sebuah bola kaca

 

Dalam kehancuran diamnya dia bersua tuan kerinduan dalam diri

Mengajaknya berdiri lagi dan menyongsong hamparan lain yang jauh lebih hijau

Lebih luas, lebih dari yang dia bayangkan

 

Dan dia percaya

 

Satu orang lain dia lihat memetik bunga-bunga segar di tengah

Padang

maha luas yang memberi warna warni senyum sederhana

Dia kemudian menghampiri

Meraba-raba seluruh kuntum sebelum kemudian melati itu menaburi seluruh tubuhnya

Mewangi, semerbak, memberinya cinta dan kasih, sebelum kemudian

seuntai jarum kecil berkarat menghunus jantung hatinya, tepat

Saat senyumnya masih luas mengembang

Menikmati udara, meniti hari

 

Dia tak tersungkur

Tak mengeluh

Tak menangis

 

Matanya hanya menatap ke langit

Terus ke langit

Meninggalkan sepotong hati dalam sebuah bola kaca

Tak berhenti…

 

 

Rana Wijaya Soemadi

Kotatua kedinginan

 

pic : zune wallpapers

Sponsored Links
* Your photos & videos as large as possible for all your friends and family * Your video in HD (up to 1080p) * Automated backup and permanent storage * Ad-free browsing..
Low Prices on Shoes, Jewelry, Clothing, Food, Accessories, T-Shirts, Electronics and much more. Safe Shopping from friendly, trusted sellers. Great deals on local items.
12 CommentsChronological   Reverse   Threaded

alexast wrote on May 6, ’09
buset, maksudnya apa ya? ngga ngerti gue.. hiihihi

ninelights wrote on May 6, ’09
alexast said

buset, maksudnya apa ya? ngga ngerti gue..

yaaaahhhhhh…*kecewa*

alexast wrote on May 6, ’09
yah maap Rana.. gue lagi bego bok…

ariefkurni wrote on May 6, ’09
Sama deh, ga mudeng.tp bagus😉

ninelights wrote on May 6, ’09
Hiks..*nangis di pojokan jembatan*lg feeling so blue ajah..dan pngen bikin bhs yg sok ketinggian..hehe..gpp:-)mksh dah pd nyempetin bc yah..

julianawa wrote on May 6, ’09
Emm, aku kn lagi plu nih, jd aga ga konsen Na, plus aga ngantuk pula.
Tapi aku udah baca kok, dan bagus..

ninelights wrote on May 6, ’09, edited on May 6, ’09
<iipsmiley>

Makasih Yetiku sayang..*memeluk Yeti sepenuh hati, eh, kok jadi melow beneran gini..hiks..*

rudyprasetyo wrote on May 6, ’09
Ran, mungkin ia sekedar ingin tahu, bagaimana rasanya bergantung tanpa harus menjadi rapuh….

ninelights wrote on May 6, ’09
Mas Rudy:-)… Atau dia sbnrnya telah rapuh dan mengharap Langit menjawab semua yg tjd..?

rudyprasetyo wrote on May 7, ’09

Mas Rudy:-)… Atau dia sbnrnya telah rapuh dan mengharap Langit menjawab semua yg tjd..?

Bisa jadi, mungkin satu satunya pertanyaan yang tersisa dari dirinya adalah…cinta..

ninelights wrote on May 8, ’09

Bisa jadi, mungkin satu satunya pertanyaan yang tersisa dari dirinya adalah…cinta..

Deep..:-)….setelah itu, ada pertanyaan lain yang menyusul..karena semua sekarang tidak bisa dengan nyata teraba, hanya dengan melihat dan berada bersama…

rudyprasetyo wrote on May 8, ’09

Deep..:-)….setelah itu, ada pertanyaan lain yang menyusul..karena semua sekarang tidak bisa dengan nyata teraba, hanya dengan melihat dan berada bersama…

iya, ketika semua rasa itu menumpuk menjadi satu asa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s