Istana itu

Jan 3, ’10 7:17 PM
for everyone
Hari ini, untuk kedua kalinya aku memasuki istana itu. Istana, dimana ada pilar-pilar besar berdiri kokoh, bangunan putih menjulang, kaca-kaca dan keramik bertebaran, dan tak lupa, ruangan yang bersih dan mengkilat. Di setiap sekat aku bisa melihat lampu-lampu memutar di atas ternit yang masih juga tampak megah dengan kombinasi warna cokelat tua dan krem dan kuning keemasan. Pada beberapa ruangan inti, terdapat satu lampu yang menggantung ditengahnya. Lampu-lampu itu digelanjuti berpuluh ‘batu’ putih, merah atau cokelat, entah apa namanya, dan di dalamnya terdapat beberapa lampu lagi, yang kalau menyala, batu itu ikut memantulkan sinarnya. Megah.

Saat aku diberi kesempatan untuk memandang hampir seluruh halaman dan isi rumah itu lagi, aku akan melihat taman mungil yang hijau, dengan air terjun mini yang memancarkan derasnya air yang jatuh ke kolam ikan berbatu warna cokelat di bawahnya. Tak jauh dari situ, terdapat satu kolam renang dengan lantai dasar biru yang tenang. Di sebelahnya, aku bisa melihat pintu berwarna putih yang menghubungkan kolam renang dengan ruang tengah yang lagi-lagi, aku akan diam beberapa detik untuk sekedar mengucapkan kata, ‘luar biasa’. Setiap satu lantai, setiap inci keramik, setiap sudut kamar mandi, karpet, kamar tidur, ruang kerja, pigura, setiap satu sofa dan satu meja, tirai ruangan, didisain dan diperhitungkan dengan kerincian yang membuat orang berdecak kagum.

Kalau kau ingin tahu, istana itu adalah karya seorang perempuan yang memiliki keyakinan dan percaya akan ketekunan dan kedisiplinan tinggi untuk meraih kesuksesan. Istana itu adalah hasil kerja keras seorang perempuan yang hampir setiap harinya harus mengurusi ketiga anaknya dan satu orang suami yang ingin kebutuhannya bisa segera terpenuhi. Namun satu perempuan itu, beserta suami dan anak-anaknya mampu berkeliling eropa, malaysia, singapura, palestina, mesir dan meraih apa yang mereka mau. Apa yang mereka ingin. Salah satunya, membangun sebuah istana. Jika kau tidak percaya bahwa mereka juga bahagia dengan kehidupan mereka, ada banyak saksi yang akan mengatakannya. Termasuk diriku.

Lalu pada suatu saat aku memiliki kesempatan untuk berdiri di salah satu sudut jendela panjang dan besar dengan tirai mewah dan wallpaper yang indah, aku menatap ke arah langit cerah demi sebuah perenungan untuk diri sendiri.

Dan jika kemudian aku berkata bahwa aku telah berusaha keras sejauh ini untuk meraih cita-cita, aku rasa aku telah salah. Aku rasa aku masih harus belajar banyak tentang arti disiplin, tekun, dan kerja keras. Aku masih harus banyak belajar. .Aku masih perlu sedikit ‘menampar’ diri sendiri sebelum mengeluhkan sesuatu yang bukanlah apa-apa dibandingkan derita dan keadaan orang lain. Aku masih perlu menyadarkan diri untuk ‘jangan pernah menyerah’ meski apapun yang terjadi. Akupun perlu belajar untuk tidak terlalu memperdulikan kata orang, karena keluarga dan orang-orang terdekat yang lebih tahu apa dan bagaimana kita. Aku masih harus belajar tentang arti itu semua..

Bukanlah sebuah kemewahan semata yang kupandang hari ini….Tapi sebuah short lesson sederhana, dengan kerja keras dan disiplin, semua mimpi pasti akan kita raih…dan tak lupa, seluruhnya, adalah karena Tuhan ada bersama orang-orang yang selalu mengingatNya, dalam suka dan duka…dan aku sadar, aku masih jauh dari itu…

Ya..aku hanya ingin kesederhanaan dengan istana kecil di sebuah tempat suatu hari nanti, bukan emas, permata, atau keramik yang menghiasi seluruh rumahku seperti istana itu..

Aku hanya ingin kesederhanaan, dengan meraih cita-cita, segala hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin dan membuka pintu gerbang lain…


Aku hanya ingin kesederhanaan yang membahagiakan hati ini dan hati orang lain lewat tulisan..Aku hanya ingin kesederhanaan yang membuat orang lain bisa tersenyum dan memeluk tulus karenanya…

Aku hanya harus berusaha lebih keras lagi dan kurangi mengeluh..dan lalu, semoga Tuhan merestui semua perjalanan tulisan itu..hingga nanti, semua hal dan jalan lain dapat terbuka, satu per satu…

Amin.


-full of dream-
Rana Wijaya Soemadi

3 Januari 2010
kotatua hampir mau hujan:-)

 

10 CommentsChronological   Reverse   Threaded

rhehanluvly
rhehanluvly wrote on Jan 3, ’10
ah,aku juga pengen bikin biografi mbak Rana jadinya xixixi

lalarosa
lalarosa wrote on Jan 3, ’10
jeng rana ajari nulis dong
keknya pengen ngembangin hobby yang satu ini

malachinovel
malachinovel wrote on Jan 3, ’10
siapa sih itu?

fivefebruary
fivefebruary wrote on Jan 3, ’10
ada red carpetnya gag istananya ~.*

ninelights
ninelights wrote on Jan 3, ’10

ah,aku juga pengen bikin biografi mbak Rana jadinya xixixi

ahahahaha…

Ah..Hani..tersanjung lima belas…..tapi, sungguh..ada yang lebih layak kok daripada Rana…..:-)

ramakiki
ramakiki wrote on Jan 4, ’10

Aku hanya ingin kesederhanaan, dengan meraih cita-cita, segala hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin dan membuka pintu gerbang lain…

ini bagus banget… oki suka.

ninelights
ninelights wrote on Jan 4, ’10

jeng rana ajari nulis dongkeknya pengen ngembangin hobby yang satu ini

mari..datanglah kemari saja sering-sering..hehehe

ninelights
ninelights wrote on Jan 4, ’10

siapa sih itu?

my own boss, dear….:-)

ninelights
ninelights wrote on Jan 4, ’10

ada red carpetnya gag istananya ~.*

lebih dari red carpet malah…:-)

ninelights
ninelights wrote on Jan 4, ’10

ini bagus banget… oki suka.

makasih oki….:-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s