Keajaiban Doa

Jun 13, ’09 5:45 PM
for everyone

Kejadian dua hari yang lalu mengingatkan saya pada masalah saya saat SMA kelas satu dulu. Waktu itu sedang minggu-minggu ujian kenaikan kelas kayaknya*aku lupa-lupa ingat*. Dan seperti biasa, setelah selesai ujian, kita semua pulang lebih awal.

Dari sekolah saya ke tempat buat bisa naek angkot menuju ke rumah, perlu jalan kaki kira-kira lima sampai delapan menit. Dan biar dalam masa perjalanan itu tidak boring, maka biasanya kita sering ngobrol dan bercanda dengan teman-teman sebaya. Tapi, saya tidak begitu ingat bagaimana hal itu bisa terjadi, tapi saya kemudian menyadari kalau kartu ujian yang masih akan saya ‘harus’ pakai dua minggu lagi, hilang entah kemana.

Saya menarik nafas dan merogoh-rogoh seluruh kantong di baju dan rok saya, tidak ada.

Saya juga coba aduk-aduk isi tas saya untuk menemukan kartu itu. Nothing.

Saya juga menanyakan ke beberapa teman sebaya saya yang berjalan beriringan dengan saya, yang mungkin saja pernah melihat secarik kertas ujian berwarna pink, tidak ada juga.

Saya mulai panik. Sayapun mencoba menyusuri tempat saya merasa pernah membuka tas atau melakukan perbuatan yang memancing kertas itu jatuh, tidak ada juga.

Apalagi tadi saya sempat berusaha mengulang pikiran dan menemukan memori pernah melihat seorang tukang sapu sedang giat menyapu jalanan, tempat saya dan teman-teman berjalan menuju pulang..

Oh, my..

Oh, really my God..

Rasanya pengen nangis aja waktu itu. Tidak ada satupun orang yang menolong kemalangan saya. Apalagi saya termasuk orang yang sangat kawatir kalau sesuatu yang membuat panik itu tidak cepat selesai dalam sehari.

Saya tidak memiliki petunjuk lain. Pikiran saya buntu. Waktu itu, seingat saya, saya juga belum begitu dekat dengan beberapa guru yang bisa menolong kekawatiran saya ini, hingga yang bisa saya lakukan ketika sampai di rumah adalah, masuk ke kamar dan berdoa mati-matian dan bersungguh-sungguh.

Di sela-sela doa, saya masih saja berusaha untuk mencari kertas pink itu di dalam tas saya berkali-kali, tapi masih saja tidak ada. Saya juga berkali-kali merogoh-rogoh saku baju dan rok abu-abu itu, berharap, mungkin saja hanya karena tindakan panik saya, kertas itu jadi ‘invisible’ di mata saya. Tapi, ternyata, sampai saya kelelahan, tetap saja tidak menemukannya.

Sungguh, saya sudah mendekati ke arah menangis putus asa. Meski saya berusaha untuk melewati hari untuk belajar menghadapi ujian tertulis esok harinya, saya terlalu sering menundukkan kepala dan berdoa sebanyak-banyaknya kepada Tuhan, berharap saya bisa menemukan kertas ujian berwarna pink itu dan melewati satu episode bernama kemudahan dalam melewati itu semua.

Pagi hari datang juga. Dan hari itu saya bangun dengan beban pikiran yang luar biasa berat. Tapi apapun yang terjadi, saya harus tetap berangkat ke sekolah untuk melewati ujian. Dalam keadaan sudah pasrah, solusi kecil datang dari diri agar menghadap ke guru BP untuk meminta kartu ujian sementara. Namun sebelum solusi kecil itu terlaksana, sebelum saya sampai ke sekolah, setelah saya turun dari angkot dan berjalan menuju sekolah,

Saya menemukan kertas berwarna pink itu ada di tepi jalan.

Awalnya saya cuma iseng untuk mengambil kertas yang begitu kumal dan kucel itu. Tapi begitu dibuka, Subhanallah, tulisan dan foto di dalamnya masih tetap utuh sebagai kartu ujian atas nama saya. Dan saya lebih heran lagi karena seharusnya kalau kertas ujian itu jatuh, jatuhnya di seberang sana*ke arah pulang*. Bukan sebelah sini *ke arah menuju sekolah*

Allah Maha Besar dengan segala keajaiban dan kemurahan hatiNya, karena saya digerakkan untuk memungut kertas kumal yang tidak ada harganya sama sekali bagi orang lain di tepi jalan itu, dan karena saya yakin dengan kekuatan doa yang saya panjatkan kepadaNya.

Tuhan tidak pernah tidur..Dan saya mengamini dalam hati ketika my dear friend, Alex, mengatakan hal seperti itu di salah satu postingan blognya. Tuhan juga tidak akan pernah berhenti untuk mendampingi diri kita saat kita susah maupun senang.

Dua hari yang lalu adalah masalah saya berikutnya yang saya anggap sebagai sebuah masalah yang, Oh, no..I’m dead. No more clue, no more way out. Sampai sekarang saya masih merinding karena telah menyaksikan sebuah keajaiban dari Tuhan yang lain hingga seluruh masalah yang sungguh membuat saya susah tidur, tidak nafsu makan, mencoba mengalihkannya dengan bolak-balik komen di MP kesana kemari tapi tetap menguasai pikiran dan hampir tidak sanggup berdiri karena saking beratnya masalah itu,

diselesaikan oleh Tuhan melalui jalan yang membuat saya terperangah dan bersujud syukur karena kemurahan dan kelembutan hatiNya.

Tuhan..

Sungguh saya berterima kasih padaMu..karena, lagi-lagi, saya telah menyaksikan sebuah kekuatan doa yang sungguh-sungguh, dalam waktu dan tempat tak terduga, Tuhan benar-benar akan mendengar doa itu..

~ Lakukan yang terbaik yang kamu mampu, selanjutnya, serahkan pada Tuhan, pemilik langit dan bumi dan alam semesta ini…~

Pic :sugengfiles

Ranawijayasoemadi

Kotatua kedinginan

Sponsored Links

Smart Shopping for Mommies

One Stop Shopping for Babies, Kids & Mommies. You can find imported products from USA, Australia, UK, Singapore, Korea, Japan, Germany, Canada, Etc.

Hi-Def Video – Upgrade to Multiply Premium

* Your photos & videos as large as possible for all your friends and family * Your video in HD (up to 1080p) * Automated backup and permanent storage * Ad-free browsing..

aibuanne
aibuanne wrote on Jun 13, ’09
bedoa sampai sesuatu terjadi… tapi mesti usaha juga dink
hihi

tousche
tousche wrote on Jun 13, ’09
IYa,.. setelah kita berusaha dengan maksimal, maka selanjutnya adalah urusan Tuhan..🙂

ninelights
ninelights wrote on Jun 13, ’09
@Ai:berdoa dan berusaha,tepatnya..dan,tentu kekuatan dan dukungan all friends,penting..^^

@Alei:iya,Alei..agree with it..:-)

*lagi happy Nana malam ini,hihihi*

ayutyas
ayutyas wrote on Jun 14, ’09
Waktu itu kita jalan bareng ga? Hehe. *stupid question*

ninelights
ninelights wrote on Jun 14, ’09
@ayu:ga,Yu..tak ada dirimu disampingku kala itu..

saturindu
saturindu wrote on Aug 2, ’11
possssssssssssssssssssssss?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s