Refleksi Dua Sisi

Aug 25, ’09 11:53 PM
for everyone
Kemarin pagi saya menerima tamu sepasang suami istri. Mereka berdua berencana ingin berangkat umroh pada bulan ramadhan ini. Dan sudah menjadi kewajiban saya untuk menjelaskan hal teknis berkaitan dengan perjalanan ibadah mereka ke Tanah Suci Mekkah dan informasi lain yang diperlukan. Termasuk di antaranya, proses visa di kedutaan Saudi Arabia yang ditutup sepuluh hari sebelum Ramadhan tiba. Dengan kata lain, pendaftaran untuk umroh sudah ditutup sampai bulan Maret 2010 di seluruh Indonesia.Ada perasaan tersendiri ketika melihat wajah-wajah orang yang (kuanggap) siap secara lahir maupun batin untuk pergi ke sana, namun Allah belum mengijinkan untuk bisa berangkat tahun ini. Hingga akhirnya perempuan yang ada di hadapan saya ini bercerita tentang alasan penundaan mereka pergi umroh tahun ini. Anak mereka, laki-laki, satu-satunya, yang menderita penyakit tumor otak. Sungguh cerita yang cukup luar biasa bagi saya ketika melihat kedua wajah orang tua anak laki-laki ini tampak begitu bangga dan mensyukuri apa yang Allah berikan pada mereka.Saat dokter mendiaknosis, tumor otak yang diderita anak laki-laki itu sudah ada sejak setahun yang lalu. Namun tidak ada tanda-tanda dan keluhan apapun yang dirasakan. Ibunyapun malah bercerita, ‘dia malah sering membangunkan kita berdua untuk sholat tahajud, sering-sering ngaji’. Usaha, obat dan doa kemudian ekstra diberikan saat tumor itu sudah memasuki masa kritis. Namun lagi-lagi, anaknya itu menjalani kehidupan seperti layaknya manusia sehat pada umumnya. Pada hari-hari menjelang kematiannya, anak ini sering mengaji hingga kemudian meninggal dunia pada hari ulang tahunnya yang ke sembilan belas, yang tiga hari lagi akan memasuki hari wafatnya yang ke empat puluh hari, dalam keadaan tersenyum.

Ada saatnya saya sering tidak mengerti dengan alur cerita yang Tuhan berikan pada saya. Dalam keadaan sendu dan sedan, selalu ada hal lain yang akan segera membuat saya tersenyum, seolah berusaha untuk segera mengobati apa yang saya rasa. Tidak banyak yang akan peduli dengan apa yang saya tangisi, namun tak sedikit Dia membuat saya tersenyum dengan cara lain hingga saya tetap bisa mengucapkan rasa syukur.

Cerita anak laki-laki itu adalah satu refleksi saya memandang hidup. Karena tidak selamanya, yang pahit itu menyakitkan..tidak sepenuhnya yang manis itu juga mengindahkan..

Cerita saya pun tidak akan pula berhenti sampai disini..Akan selalu ada naik dan turun, yang pada kenyataannya, sebagian, hanya saya dan saya pribadi yang mampu saling memeluk dan menguatkan. Namun selebihnya, Dialah pendamping yang mampu membuat segalaNya bisa tampak begitu indah bahkan dari sisi yang menyedihkan untuk kita..

Adios,my new friend….May U Rest in Peace…

-rana-

16 CommentsChronological   Reverse   Threaded

siregarrosey
siregarrosey wrote on Aug 26, ’09
Thanks Mbak…..sebagai cambukan buatku juga….

ninelights
ninelights wrote on Aug 26, ’09

Thanks Mbak…..

*bengong dipanggil Mbak, hehe*

ninelights
ninelights wrote on Aug 26, ’09

Thanks Mbak…..sebagai cambukan buatku juga….

🙂..Sama-sama, Mbak…

harahope
harahope wrote on Aug 26, ’09
Itu mungkin hikmah mengapa bola mata kita dikasih Allah ‘berlensa cembung’-beda dengan mata kamera yang ‘apa adanya’ :karena Dia ingin kita melihat dengan lebih baik lagi, mengetahui sesuatu makna melebihi yang (tampak sekadarnya) terjadi.Maha suci Allah atas segala ‘hidden agenda’-nya😉

ariefkurni
ariefkurni wrote on Aug 26, ’09
nice rana…refleksi ramadhan…bersyukur………

siregarrosey
siregarrosey wrote on Aug 26, ’09

*bengong dipanggil Mbak, hehe*

Hahahaha…oke RAN…hahaha

julianawa
julianawa wrote on Aug 26, ’09
Seneng deh denger cerita bahagia itu, ketika kematian ngga selamanya selalu menyisakan airmata duka, tapi juga memberikan airmata bahagia..
Moga anak laki2 itu diterima di sisi Nya, amin.
(sapa sih nama anak itu Na?..)Oww iya, moga umroh nya si Bapak dan Ibu td lancar, amin..

ninelights
ninelights wrote on Aug 26, ’09

Maha suci Allah atas segala ‘hidden agenda’-nya😉

Amin….
Nice comment, Mas hara…
Anyway, thank you for reading this story…:-)

ninelights
ninelights wrote on Aug 26, ’09

nice rana…refleksi ramadhan…bersyukur………

Thank Mas Arief…^^…..Berharap akan ada hikmah lain kalo hati sedang sedih…..biar cepat bangkit lagi……….:-)

ninelights
ninelights wrote on Aug 26, ’09

Hahahaha…oke RAN…hahaha

Hehe….yhuk mare…hihihi

ninelights
ninelights wrote on Aug 26, ’09

Moga anak laki2 itu diterima di sisi Nya, amin.

Amin……

ninelights
ninelights wrote on Aug 26, ’09

Moga anak laki2 itu diterima di sisi Nya, amin.

Nggak tau, Yet..tapi beliau sempat ngeliatin foto anak laki-lakinya di hape miliknya ke Nana…^^

ninelights
ninelights wrote on Aug 26, ’09

Oww iya, moga umroh nya si Bapak dan Ibu td lancar, amin..

Belum bisa berangkat tahun ini, Yet….Seluruh pendaftaran seluruh Indonesia udah di tutup dua minggu sebelum ramadhan kemarin. Buka lagi nanti Maret 2010…Tapi Insya Allah, kalau Allah sudah memanggil, kapan saja beliau berdua diijinkan ke sana, pasti bisa berangkat…diundang naek haji malah^^…Amin…

julianawa
julianawa wrote on Aug 27, ’09
Amin. Aku jg pengen..

mywolly
mywolly wrote on Aug 31, ’09
🙂 sampe merinding bacanya… refleksi ramadhan yang membuka hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s