Stop Using The Word “AUTISM” On our daily Jokes (BACA YAH Guyss!!)

Jul 16, ’09 9:50 PM
for everyone
All My Dear Friends..

Tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun disini, hanya bersimpati pada keadaan orang lain yang diciptakan ‘berbeda’. Mungkin kita, terlebih saya, sering mengucapkan sesuatu dengan niat bercanda, namun tanpa sengaja menjadi sangat berlebihan hingga ‘menyakiti’ orang lain..

At least, after reading those link, semoga kita sedikit punya ‘rem’..dan saling mengingatkan untuk tetap menghargai yang mayoritas kita anggap ‘berbeda’..

Thank you..
Semoga bermanfaat

Rana WIjaya Soemadi
Kota tua kedinginan

Baca Disini http://indonesiancommunity.multiply.com/notes/item/1309?mark_read=indonesiancommunity:notes:1309

Stop Using The Word “AUTISM” On our daily Jokes (BACA YAH Guyss!!) Jul 16, ’09 2:45 PM
by Fey for everyone
Copas dari satu millis , di tulis oleh SALLY …..

KENAPA SIH GAK BOLEH BECANDA PAKE KATA “AUTIS LO!!”??
(PLEASE READ & FORWARD, this is very IMPORTANT for those of you who has few knowledge about Autism)

Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.

Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku… yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat… berisi apa saja yang dia cocok untuk tubuhnya,reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang gak?

Diusia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku, Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi… ULAT BULU ¦ hiiii

Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan. Kuberi dia susu instant,… anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.

Ahhh, sudahlah… life must go on anyway. Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini.

Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya… Kucari anakku, tapi tidak kutemukan.

Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku sedang nangkring diatas lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak. Setrika panas ini masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!

Oh… My… God!!! *panik*

Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku. Kuangkat setrika itu dari tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya. Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu… :(( :(( :((

AAAAAARRRRGGGHHHH…

Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan… Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih kekuningan… Dan luka di tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang :((

Aku menjerit sekencang-kencangny a… Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif. Begitu anakku segera tertangani… tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.

AKU PINGSAN!!!

* * *

Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter… porsi makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.

Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh. GEDEBUK!!!…

Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku…

Damn. Oh Tuhan… lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah.

Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dial menggaruk luka di kepalanya yang bocor… Sementara darahnya terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak kecilnya.

Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis… Dia hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya.

Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.

Tapi itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman. Aku berteriak panik,… “mbak, minta handuk… handuk… CEPATTTT!!!�

Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.

Dia tidak menangis… hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…Lagi-lagi aku… PINGSAN.

* * *

Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.

Tapi ini bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini.

So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka.

Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa.

Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,… mendengarnya bercakap2 dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku.

Namun, dibalik itu… Walaupun bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung… manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata “Autis�.

Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini…

“Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK LOE khan?… Loe marahin deh sil… marahin sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak anak loe� Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak…

Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya… *doh*

Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,… Saya sudah merasakan dan tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik.

Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan “Stop Using Autism on our daily jokes� ini. Semoga berkenan.

=Written by A mother of an Authistic Child=

SaLLy

 

11 CommentsChronological   Reverse   Threaded

alexast
alexast wrote on Jul 16, ’09
guilty as charged!! will never use this word lagi!!

malachinovel
malachinovel wrote on Jul 16, ’09
kayaknya gw gak pernah pake kata autis sebagai bahan joke sih
dan sepertinya sih memang autis sekarang punya makna baru bukan hanya merujuk pada penyakit tapi kebiasaaan orang yg sibuk dg dunianya sendiri jadi buat gw itu bukan bahan joke spt di artikel itu

siregarrosey
siregarrosey wrote on Jul 16, ’09
Setuju ama Mala….
Di artikel itu jelas aja dia tersinggung, habis temannya mention anaknya segala…itu sih temannya kaga punya perasaan aja

ninelights
ninelights wrote on Jul 17, ’09
@Alex : saling mengingatkan yah, Lex..^^

@ Mala, Mbak Rose : Hei..Terima kasih buat Mbak Rose, dan Mala..^^

Well my dear friend, saya setuju dengan penjabaran milik Mala tentang makna ‘autis’ sekarang..mungkin Bu Sally hanya sedang berada di tempat dan waktu yang salah, sedang browsing dan nemu kata-kata yang makin nyakitin dia dan dia sedang merasa ‘telah sangat berjuang melindungi seorang anak autis, sedangkan ‘mereka’ gak tau rasanya gimana’..jadi, dia meminta untuk bisa sedikit menjaga perasaan..

But for me, just me, ini lebih ke masalah yang..not only for the autism itself, but also ‘sensitive word, gender, joke yang kalau berlebihan kadang ada yang sampai merendahkan martabat wanita dan bahkan pria sekaligus, and etc’*maaf kalo ngawur inggrisnya^^*..

siregarrosey
siregarrosey wrote on Jul 17, ’09

But for me, just me, ini lebih ke masalah yang..not only for the autism itself, but also ‘sensitive word, gender, joke yang kalau berlebihan kadang ada yang sampai merendahkan martabat wanita dan bahkan pria sekaligus, and etc’*maaf kalo ngawur inggrisnya^^*..

yup…apalagi kadang kita gak tau yang dengar mungkin punya masalah dan tersinggung karenanya…

mioblackcute
mioblackcute wrote on Jul 17, ’09
Hmm..untungnya ga pnah make kata itu buat jokes. Btw, ada lho yg masi mikir kalo autis tu bukan penyakit,tapi tingkah laku yg ky srg dibilang ke org2 kalo lg sibuk sndirian..

mioblackcute
mioblackcute wrote on Jul 17, ’09
Hmm..untungnya ga pnah make kata itu buat jokes. Btw, ada lho yg masi mikir kalo autis tu bukan penyakit,tapi tingkah laku yg ky srg dibilang ke org2 kalo lg sibuk sndirian..

tousche
tousche wrote on Jul 17, ’09
Hiks./ aku miris bacanya..😦

mywolly
mywolly wrote on Jul 17, ’09
yah, sebagian orang memang secara gak sadar sering mengucapkan joke seperti itu.
tapi pastinya, setiap kekurangan itu pasti di lengkapi dgn kelebihan, kan?
anak-anak autis itu pintar sekali loh… ^_^

ninelights
ninelights wrote on Jul 17, ’09
mywolly said

setiap kekurangan itu pasti di lengkapi dgn kelebihan, kan?
anak-anak autis itu pintar sekali loh… ^_^

Amin…^^

Pernah dengar cerita Kim Peek ? You’ll proud with him if you know him closer..^^

ninelights
ninelights wrote on Jul 17, ’09
tousche said

Hiks./ aku miris bacanya..😦

*hugs Alei…*

Mungkin Mbak Sally masih lelah karena dia merasa berjalan sendiri kali yah, Lei..?Andai aja yah, yang posting Mbak Sally sendiri..will be great…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s