Sebelum dan Sesudah

May 28, ’10 11:55 AM
for everyone
Aku telah lama menantikan rasa itu.
Berpuluh bulan sebelum, dan akhirnya
engkau datang.

Jika saja aku bisa,
Andai saja aku mampu.

Aku ingin bersamamu
Aku ingin memegang tanganmu
Aku ingin terus ada
sampai jalan aspal di kota ini habis
Dan taxi yang kita tumpangi
tak henti mengantar kita
yang tak usah berarah
tak usah bertuju

Terus melaju.

Tapi harus berhenti
Harus bertuju
Harus ada akhir
di saat awal itu terasa ingin
tak berakhir

Jika saja aku bisa,
Andai saja aku mampu

Aku ingin bersamamu
selalu
Selamanya.

Tapi tak mungkin.Tapi tak bisa.
Dan aku tahu.Dan berdesir rasa itu.
Seolah tak bisa kunikmati lagi nafas
dengan oksigen yang tetap ada diluar sana
dan di dalam sini.
Sementara kemudian langit malam kelam
itu akan segera berubah
Lalu aku akan merinduimu
seperti kau merinduiku

Tapi kita berdua hanya mampu sebatas diam.
Hanya berbicara lewat tangan yang menggenggam
Yang tak ingin berakhir.
Tak ingin berkesudahan.

Aku rindu. Padamu.

Rana Wijaya Soemadi
Kotatua kedinginan
28 Mei 2010

 

askwhy
askwhy wrote on May 28, ’10
nice poem….have a happy long weekend, mbak

ninelights
ninelights wrote on May 28, ’10
askwhy said

nice poem….have a happy long weekend, mbak

thank you, Mbak Wahyu..have a great weekend juga buat mbak yah…^^

gapaiimpian
gapaiimpian wrote on May 28, ’10
Hehehehe dicegah pergi atuh…
“dan sungguh akhir adalah lebih baik dari awal” Quran surat apa lupa🙂

ninelights
ninelights wrote on May 28, ’10

dicegah pergi atuh…

Andai aku bisa, Dhin…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s