[Flash Review] Kumpulan Cerpen 4 Elemen #H4C2 Part.1

[Flash Review] Kumpulan Cerpen 4 Elemen #H4C2 Part.1 Dec 16, ’10 4:15 AM
for everyone

Bukan..Bukan..The Hermes yang ini bukan majalah fashion tapi kumpulan cerpen yang khusus dibuat untuk membantu para korban bencana di Merapi, Mentawai dan Wasior. Untuk info lebih lengkap tentang apa, siapa dan bagaimana cara mendapatkan The Hermes For Charity Vol.2 ini, silahkan kunjungi link ini

Sudah rilis loh dalam bentuk e-book. Tapi rencananya akan diterbitkan juga dalam bentuk buku cetak..We’ll see deh…;-p

Dan bagi yang penasaran dengan isi kumpulan cerpennya, berikut saya bagikan sedikit kutipan isinya dan sedikit komentar dari saya (tulisan warna hijau). Selamat membaca..:)

– o –

Membingkai Kenangan/Luckty Giyan Sukarno/@lucktygs

Beberapa jenis ikan terkenal adalah ikan tuna dan blue marlin yang merupakan ikan favorit bagi para pecinta memancing.
Kalau jodoh memang tak kemana. Sebelum sama-sama meninggalkan Lampung, mereka mengunjungiku. Disitulah awal perkenalan mereka seperti yang kuceritakan di awal cerita.

Sebuah cerita pendek tentang sejarah Krakatau dan anak krakatau..sedikit ‘berat’ memang, tapi tak masalah jika ingin menambah pengetahuan..:)

Semuanya Hilang dengan Hal-Hal Seperti Ini/Farida Susanty/@faridasusanty

Aku menyodorkan tanganku ke arahnya. Rasanya perih, rasanya sebagian dari tanganku mulai melepuh. Tapi aku ingin menyentuhnya, menyentuh butiran-butiran halus yang melayang-layang di atasnya. Segala hal yang aku punya. Segala hal yang pernah aku nikmati. Ini semua.
Ya..semua dari dan akan hilang dengan hal-hal seperti itu, salah satunya..well done short story🙂

Pesan/Danang Saparudin/@dansapar

Saat itu, Sophie hanya tersenyum mendengar penjelasan Bima yang kelewat bersemangat. Sophie erpikir bahwa kotak biskuit yang akhirnya ditanam di depan pohon filicium yang tumbuh di depan kelas 3F sewaktu perpisahan SMP itu bukanlah sebuah mesin waktu. Ia sadar bahwa dirinya tidak akan berjalan lebih cepat dari waktu untuk tahu tentang isinya, ia tetap akan perlu waktu sepuluh tahun untuk mengetahui apa yang tersimpan di sana.

Apa yang dituliskan di masa lalu adalah sebuah doa dan akan terkabul dan tersampaikan suatu hari di masa depan..Begitu kira-kira…:)
*Psst..saya suka berkunjung diam-diam ke blognya..loves his hobby: travelling around Indonesia :)*


Air Mata/Muhammad Arif Rahman/@arievrahmanAwan tebal menyambut Chakra ketika dia menginjakkan kaki di Jogja, Jogja yang dulu dia kenal indah, sekarang bak padang pasir dikala petang. Debu di mana-mana dan langit gelap gulita. Hal yang pertama dilakukannya adalah menghubungi istrinya.
Kadang saya bertanya pada Tuhan, “Para relawan itu, mereka semua, apa sekarang aman di sana? Tidakkah mereka rindu berkirim pesan pada semua yang pernah mereka cintai?” Lalu saya terdiam, melihat airmata-airmata duka di mana-mana.

Jika Cinta Jangan Mati/Eliana Candra/@ilaiana

Kini aku tinggal di daerah perbatasan. Menjadi anak pantai yang mencoba hidup santai. Namun tetap saja. Bayangan kematian mengikutiku lagi ke sana, membuatku takut setengah mati. Berita-berita tentang tsunami yang melahap beberapa tempat di penjuru dunia, ikut menyapu habis keberanianku untuk tetap di tinggal di tepian samudra ini. Aku pun hengkang lagi, berpindah, menghindari kemungkinan amukan air yang sewaktu-waktu bisa membunuhku.
Tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa lolos dari kematian, begitu kira-kira pesan yang hendak disampaikan cerita pendek ini.

Shunya/Putra Perdana/@putrafara

Aku sering melihat di saluran TV kabel, acara masak yang dibawakan seorang negro. Dia sering bilang kalau dia suka memasak menggunakan rempah-rempah yang memiliki “rasa tanah”. Aku berani taruhan kalau dia tidak pernah merasakan apa yang kurasa di lidahku sekarang. Sebagaimana statis dan stagnannya tanah, kini aku bergeming, kaku karena tangan dan kakiku terhimpit. Rasanya aku menjadi tanah itu sendiri.
Ya, kadang aku juga sering bertanya, “Bagaimana caraku besok akan dijemput?”Empat elemen menuju kematian…Aku bergidik..
Cinta Sepasang Batu dari Masa Lalu/Sitty Asiah/@sitttyasiah

Sayangku, apakah Tuhan tahu apa yang ada dalam kisah kita bermega abad yang lalu. Saat kita masih sama-sama menjadi batu, bersandingan menatap lautan yang begitu gagahnya merajai planet ini?
Tapi aku percaya, seperti yang selalu kau bisikkan di setiap helaian malam itu. Tuhan itu Maha tahu, Tuhan itu Maha baik, Tuhan itu Maha adil.

Sajak cinta saat bermega abad lalu mereka pernah sama-sama menjadi batu

Rindu/Artasya Sudirman/@myARTasya

Aku tidak melakukan gerakan-gerakan besar karena di paha kiriku, ada mahluk mungil sedang tertidur. Dika namanya. Setidaknya bocah berusia sepuluh tahun di pangkuanku memanggil dirinya dengan nama itu. Awalnya aku sedikit kesulitan berkomunikasi dengannya. Jujur, inilah kali pertama aku berhadapan dengan anak tuna rungu.
Membaca cerpen ini membuat saya ingin melakukan sesuatu pada mereka, tapi saya tak punya kekuatan apa-apa, dan saya menangis..
Sebuah Kotak dan Masa Depan/Pia Zakiyah/@piazakiyah

Aku dapat merasakan kotak yang menampungku kembali bergerak maju dan melihat dua makhluk hitam itu menjauh seraya mengibaskan sayap mereka. Bingung, adalah satu kata yang tepat untuk mencerminkan perasaanku dengan air mata yang mulai menghalangi pandanganku.
Selalu ada cara menyaksikan sebuah kematian..

Tanah Airku/Sam Darma Putra/@samdputra

Semua topik kami bicarakan dengan setengah berteriak karena bisingnya suara motor Pak Darmo dan dengan suara dari kendaraan-kendaraan lain yang dilengkapi terpaan angin yang ikut mengaburkan percakapan kami. Sering percakapan kami tidak terlalu nyambung karenanya. Tapi lama-lama kami sudah terbiasa juga dengan kondisi seperti ini.
‘Tanah Air Indonesia tapi nggak punya tanah’ kutipan cerpen ini yang harusnya menyusup di tagline iklan-iklan tanah air. Tapi setelah itu..apa mereka (para petinggi) akan tersindir, atau malah jangan-jangan bangga?

Jiwa Ezra/Chicko Handoyo Soe/@gembrit

Seolah mengerti apa yang sedang Ezra pikirkan, pria itu menganggukkan kepalanya, dan mengangkat tangannya ke atas. Dari atas turunlah dua sosok lelaki berpendar biru. Seorang
anak kecil, dan lainnya sudah berusia senja. Sebelum Ezra sempat bertanya, pria berjubah putih terlebih dahulu berbicara.

Andai saya juga bisa tahu seperti apa saya di masa lalu sebelum saya lahir..Fun short story!I like it:) b^_^d

Phoenix Api dan Keabadian/Alexander Thian/ @aMrazing

“Menjadi sendirian dan miskin tentu saja bukanlah dua pilihan yang membahagiakan, apalagi membanggakan. Setidaknya itu bagi gue. Kenapa nama gue Lintang? Almarhum dan almarhumah orang tua gue sih ngarepnya, nama gue yang berbau tanah dan bumi bisa lantang melawan dunia tapi tetap menginjak bumi. Tapi, tau sendiri, deh… Meskipun memang membumi, gue, Lintang, sadar banget kalo gue itu seorang yang kadang lantang dan kadang ”melenting” dengan nasib
masih luntang-lantung…”

Lintang, Bayu, Bara, Taruna, karakter yang familiar untuk saya, dengan kisah haru biru..
(saya kangen mereka semua ada disini lagi..But, well, ya, life’s changing..everybody’s changing..Saya juga, mungkin..tentunya? entahlah…entahlah🙂 )

Senyawa/Rahne Putri/@rahneputri

Siklus arus yang tak henti mengaliri darahku. Tiap teguk cawan
senyummu. Serasa pusaran yang melarut benci.
Mengaramkanku di palung hati.
Oh, demi waktu, bersanding denganmu itu muaraku.

Sebuah tanya yang ditujukan untuk si dia, api, air, tanah, udara, lewat sebuah puisi. Nice..:)

Fiksi Mini Dedi Rahyudi/Dedi Rahyudi/@dedirahyudi

Di akhirat, dukun menjadi bahan api neraka. Bukan karena musyrik, tapi karena tingkat oktannya tinggi dan rendah timbal!
Dari nisannya selalu mengalir air mata. Di situ tertulis “Mata
Hati, Lahir 17-8-45, Mati 17-8-45”

Fiksi mini, cerpen dari cerpennya cerpen. Membuat saya terperangah, kadang senyum-senyum, kadang bergidik ngeri. 

 

13 CommentsChronological   Reverse   Threaded

malachinovel
malachinovel wrote on Dec 16, ’10
wah keren nih tp blm DL

pennygata
pennygata wrote on Dec 16, ’10
sudah DL, belum sempet baca Na …

chickoz
chickoz wrote on Dec 16, ’10
ayo beliii… ayo beliii…😀

alexast
alexast wrote on Dec 16, ’10
Wuih! Aku share di Twitter ya!🙂

piazakiyah
piazakiyah wrote on Dec 16, ’10
Mari mariiii….

piazakiyah
piazakiyah wrote on Dec 16, ’10
Mari mariii

ninelights
ninelights wrote on Dec 16, ’10

wah keren nih tp blm DL

*menuntun Mala menuju @thehermes dan @galoeh11 agar tahu cara dapetin the hermes ini*
😀

ninelights
ninelights wrote on Dec 16, ’10

sudah DL, belum sempet baca Na …

gakpapa,Mbak..tar saya kasih bocoran kumpulan cerpen the hermes yang part 2 sekalian, biar semangat buat sempetin baca..*memaksa* *ditoyor*😀

ninelights
ninelights wrote on Dec 16, ’10
chickoz said

ayo beliii… ayo beliii…😀

betull!betull!😀

ninelights
ninelights wrote on Dec 16, ’10
alexast said

Wuih! Aku share di Twitter ya!🙂

Sip,Alex…:)

ninelights
ninelights wrote on Dec 16, ’10

Mari mariiii….

Mariiiiiiiii!
*alah!:D*

dansapar
dansapar wrote on Dec 16, ’10
makasih ya sudah mampir di blog saya
hihihihi
😉

ninelights
ninelights wrote on Dec 16, ’10

makasih ya sudah mampir di blog sayahihihihi;)

sama-sama, Mas Dan..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s