[Flash Review] Kumpulan Cerpen 4 Elemen #H4C2 Part.2

[Flash Review] Kumpulan Cerpen 4 Elemen #H4C2 Part.2 Dec 19, ’10 6:47 AM
for everyone

Empedocles, seorang filsuf Sicilia yang hidup di tahun 490-430 sebelum masehi mengatakan, bahwa ada empat elemen pembangun materi, yakni tanah, udara, api, dan air. Salah satu teori paling purba tentang ilmu Fisika. Zeus adalah api, Hera udara, Aidoneus tanah, sedangkan Nestis adalah air. Semua proses alam disebabkan oleh menyatu atau terpisahnya keempat elemen ini. Semua benda merupakan campuran air, tanah, udara, dan api dalam proporsi yang beragam. Perubahan terjadi karena keempat elemen itu saling berpisah atau saling mendekap. Kelahiran, kehidupan, dan kematian, dipengaruhi oleh campur tangan keempat elemen tersebut, saling berkonspirasi untuk mewujudkan keinginan kita, atau malah menjauhkannya……

[Jia Effendie Editor’s note dari The Hermes For Charity “Empat Elemen”]

Silahkan berkunjung ke postingan sebelumnya di sini🙂

[Dan sekarang, mari kita lanjutkan reviewnya yang mungkin sebagian sudah pernah saya post sebelumnya di twitter. Dan tak ketinggalan untuk memberitahu warna hijau adalah komentar dari saya. Happy reading..Jangan lupa beli yah..:)]

——————————————————————

Tiket/Astrid Dewi Zulkarnain/@Tantehijau

“Iya, bu. Ibu sedang banyak cucian di rumah.”
Bu Minah mengangguk-angguk. “Mau nuker tiket juga?”
Hasta mengangguk pelan. Antara yakin tidak yakin.
“Dapat warna apa dari Pak Badrun?”
“Biru, Bu.”
“Wah, sama dong! Berarti besok Hasta bisa makan dagingsapi.”

Cerita miris tentang berbagi rejeki..Saya dibuat diam…Ironis yah?

Selamat Pagi Jakarta!/Galuh Parantri Pramono/@galoeh11

Di ujung jembatan, onggokan sampah membuat setiap yang melewatinya menjadi mual. Semua refleks menutupi hidung dengan kedua tangan. Ada baiknya mereka memakai tabung oksigen di punggung. Agar udara yang dihirup benarbenar segar setiap paginya.
Sambutan yang ‘menyenangkan’ bisa kita rasakan ketika kita membuka jendela dan mulai beraktivitas..Kota Jakarta.Ibukotaku..

Partitur Musim/Rendra Jakadilaga/@therendra

Musim panas adalah api. Panas. Membakar. Adalah surya ketika kami membuka mata pagi itu. Dan berdua kami bermandi peluh siang itu di sebuah sudut jalan. Dira masih sosok asing hari terik itu, seorang penulis pemula yang sedang bergulat menerbitkan karyanya, kebetulan berhenti di kafe yang sama denganku. Kami saling melihat binar-binar cahaya dari tarian api di mata kami. Menebak-nebak perasaan masingmasing. Tersenyum. Lalu saling mengerti begitu saja.

Saya suka saat dia dengan lincahnya mendeskripsikan perasaan yang di rasakan sang tokoh dengan musim-musim di atas bumi ini…

Si Air Mungil/Andi Pandu/ @iampandu

Setelah kami merasa tolakan yang kami perlukan cukup, kami menerjang dengan kekuatan penuh menuju daratan. Aku merasa terangkat begitu cepat ke angkasa. Aku melihatnya, aku melihat daratan terbentang di depanku. Lalu dengan kekuatan yang mengerikan, kami menerjang daratan tersebut. Menabrak apa pun yang ada di hadapan kami, termasuk sosok makhluk yang sangat kukenal, manusia.
Jadi teringat dengan hujan deras dan dinginnya air yang membuat gigil akhir-akhir ini. Andaikan aku juga bisa mengajak ngobrol air-air yang berkumpul di ember ketika mau mandi…Bisa kali ya aku minta tolong di-set anget otomatis..:D*disepak Mas Andi :DSalam kenal Mas…:)*


Majimu/Maria Sekundanti/@danti25

Kami berpelukan erat. Dapat kurasakan debar jantungnya dan jantungku menggelegar lebih hebat dari gemuruh tembok-tembok yang runtuh dan badai yang berembus hebat. Perlahan kuberanikan diri untuk beranjak dari tempat tidur menuju jendela. Ibu pasti di luar. Ia sedang membantu ayah merapatkan perahu dan menyiangi hasil tangkapan.
Cerpen ini sanggup membuat kelopak mataku tertunduk ingin menangis..Betapa pilu bencana..Betapa pilu kehilangan…

Laila : Perempuan Berkekasihkan Ombak/Asyharul Fityan Siregar/@OiJaw

“Ombak, maukah kau menjadi kekasihku? Atau paling tidak cobalah dulu rasakan cintaku. Ajari aku bagaimana mencintai setulus hati. Bagaimana menghibahkan rasa, seluruhnya, hanya pada satu jiwa. Tanamkan padaku tentang cinta yang hanya tumbuh untuk satu tubuh.”
Laila rela melepaskan kekasih lamanya dan merajut cinta yang lebih besar. Pasti semua yang membaca bertanya, kenapa? Tapi Laila sudah menentukan pilihannya….


Elegi Buat Seruni/Zeventina/@zeventina

Bau tanah basah menguap di udara.
“Nama kamu siapa?”
“Ujang, mbak.”
“Rumah kamu di mana?”
“Blok BJ, mbak. Tuh, ujung sana, deket kok.”
“Blok BJ? Memang ada blok BJ di sini?”
“Bawah jembatan, mbak.”

Di bawah jembatan itu,Seruni menangis lebih pilu dari sekedar patah hati.

Negeri Salju Abu-abu/Rana Wijaya Soemadi/@9lights


Salju itu berwarna putih. Dan aku sesekali ingin menjadikan salju itu semacam es krim dan lolipop. Tapi pasti tak ada yang membeli. Mereka mencari hangat. Bukan dingin sedingin salju.
Kuperkenalkan kisah sebuah negeri yang dihujani salju abu-abu. Karena ini yang membuat adalah saya, jadi saya persilahkan untuk para pembaca mereviewnya. Semoga berkenan.🙂

Hujan dan Kedai Kopi/Siska Ayu Soraya/@seeska

Sebenarnya aku tidak suka kopi. Tapi entah mengapa romantisme hujan memaksaku untuk mendudukkan pantat di sofa empuk sebuah kedai kopi. Bahkan untuk sekadar sebagai meeting point bertemu kerabat, kedai kopi adalah tempat yang pas. Setidaknya terlihat elegan dan pantas untuk para makhluk metropolis ini. Meskipun risiko yang harus aku terima adalah berupa debaran yang kuat di dada akibat meminum kopi, tapi ya sudahlah. Yang penting gaya.
November yang yang lalu kembali hadir digiringi oleh lantunan hujan dan secangkir kopi hangat. “Shit happens”katanya.

Fluida dalam Kandang/Jodhi P. Giriarso/@Mistchegeo

Orang banyak menyangka aku terjun bebas dari langit. Padahal orang-orang pintar mengatakan langit bukanlah asalku, hanya tempat persinggahan. Ya, begitulah, ketika tubuhku begitu panas maka aku pun terbang melayang ke angkasa. Tidak sendirian tentunya. Makin lama makin banyak temanku yang ikut terbang bersamaku.
Kalian bisa menebak ini sedang menceritakan apa? Saya juga penasaran sampai sekarang..

Gadis Api/Ksatria Cahaya/@ksatria_cahaya

Cumbulah, belailah aku dengan lidah apimu
Dalam riak euforia yang paling bising
Mari kita berpagutan, mengetarkan jiwa dunia
Merengkuh asa percikan bara-bara cinta
Puisi tentang cinta untuk gadis api

Buta/Reza Hamdi/@sogniobiettivo & Dinni Rahmi/@dinnirahmi

Dasar dokter andal, itulah anggapanku tentangmu. Dan jarang sekali aku bisa mempunyai pemikiran sekonyol itu.Terutama untuk seorang laki-laki macam kamu. Lelaki iblis.
Ini adalah cerita soal Fini, si buta yang menderita penyakit kanker. Tapi aku juga tak menyangka kalau dia juga…dia juga ah.gak tega ngomongnya…:(

Malam Itu, Saya Tak Membawa Api/Faizal Reza/@frezask

“Aura.” Gadis itu mengulurkan tangannya yang ditumbuhi bulu halus.
“Adam,” balas saya. “Kok terburu-buru sekali? Mau ke mana?”
“Kamu dari warnet ya?” Dia balik bertanya.
“Yes.”
“Pasti download bokep!”

Cerpen Faizal Reza ini asli bikin saya ngakak :)) Cerita tentang Adam yang menggoda Aura. Atau, jangan-jangan, Auralah yang sedang menggoda Adam?😀

Karnaval/Jia Effendie/@JiaEffendie

Semua yang ada dalam kepalaku menjelma dalam nyata. Karnaval ini begitu hidup dan ramai. Aku tertawa girang. Dia duduk di sebelahku, menggenggam erat tanganku. “Tuan putri, takkan ada hal buruk yang terjadi padamu.” Aku mencium pipinya.
Bagian favorit adalah ketika Sleeping Beauty dan Cinderella yang bertengkar memperebutkan Prince
Charming.

Demi Api Aku Mencintai/Suryawan Wahyu Prasetyo/@yuyaone

Air mata menetes dengan sendirinya. Keluar dari mata wanita itu. Teringat akan kisah masa lalunya. Diselesaikannya ritual persembahannya untuk dewa Agni, dewa api pelindungnya. Dari pintu kuil dilihatnya dua bocah laki-laki usia belasan sedang bersila bersama gurunya, seorang laki-laki tua bernama Resi Walmiki, pemilik pertapaan ini. Mereka menyenandungkan lagu Ramayana.
Cerpen pertama, dan berhasil mengejutkan saya pada akhir ceritanya yang bukan seperti seharusnya kisah Ramayana.

Tags:

 

treeed
treeed wrote on Dec 19, ’10
id nya rendra itu @therendra mba…
dan dia sudah memasukkan link ini ke http://paper.li/therendra

makasihhh ya mbaaaa

ninelights
ninelights wrote on Dec 19, ’10
treeed said

id nya rendra itu @therendra mba…
dan dia sudah memasukkan link ini ke http://paper.li/therendra

makasihhh ya mbaaaa

oh…terima kasih infonya, Mbak Astrid..^_^

wawanoks
wawanoks wrote on Dec 20, ’10
mataku juga dibuat hangat oleh Majimu, bagus banget…yang lain juga keren2🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s