Pundak Untukku Dari Pundakmu

Pundak Untukku Dari Pundakmu Oct 30, ’10 9:20 PM
for everyone

Aku memintamu menemani di sisi.

Diam saja. Dan lalu kita menikmati semilir malam.

Satu. Dua. Lima belas.

Kita menghitung bintang dalam hati.

Mataku sayu matamu sendu.

Dan lalu engkau memelukku,

dengan kata tanpa suara;

“Jangan kuwatirkan apapun, pundakku akan ada untukmu.

Kemarilah..

Kemarilah..”


Kota tua kedinginan

Oleh Rana Wijaya Soemadi
30 Oktober 2010

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s