Salah Paham

Dec 23, ’10 6:06 AM
for everyone

Kadang, kejadian sepele akan menjadi besar dan (terkesan) parah, kalau tidak ada orang (at least) satu orang bijak yang berdiri di tengah-tengah permasalahan yang tengah dihadapi. Malah, terkadang, masalah sepele ini akan menimbulkan fitnah dan hubungan tidak baik antara tersangka permasalahan yang sebenarnya bukan sepenuhnya tersangka, dengan orang-orang yang tidak tahu apa-apa lalu menjadi sangat tahu apa-apa dengan yang dikerjakan si tersangka. Bahkan, saling menjatuhkan.
Ini contohnya :
Pekerjaan menumpuk. Minggu demi minggu dihabiskan di kantor untuk menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai seorang karyawan. Semua orang lelah. Tetapi karena merasa sangat tidak kuat, si A akhirnya izin tidak masuk selama tiga hari karena sakit.
Merasa tidak ada yang menggantikan tugasnya selama tiga hari itu, si A lalu menyalakan YM!nya, mengarahkan temannya si B untuk sedikit menyelesaikan tugasnya yang perlu diselesaikan hari itu sembari istirahat kalau merasa tidak kuat.
Si B lalu menjelaskan betapa si A masih meluangkan waktunya, meski sakit, untuk mau bekerja di rumah.
Tapi ternyata, niat baik si A ditanggapi lain oleh si C. Si C menganggap si A berbohong. Dia menuduh A telah berpura-pura sakit karena, nyatanya si A bisa menyalakan YM!nya dan bermain-main.
Disini, si A merasa tersakiti sedangkan si C merasa pendapatnya beralasan.

Mungkin si C belum mengerti bahwa YM! bisa dinyalakan dan digunakan dalam keadaan apa pun, di mana pun, kapan pun. Meski sakit, YM! dan fasilitas internet yang lain, bisa ditinggal-tinggal sembari melakukan kegiatan yang lainnya.
Tetapi kesalahpahaman ini akan jadi semakin panjang dan rumit jika si A memutuskan untuk sakit hati dan melanjutkan kejadian itu kea rah yang tidak lebih baik. Yang diuntungkan, tentu saja orang-orang yang senang si A dan si C saling menaruh dendam. [Benci mengatakan ini, tetapi, bahkan, di dunia maya pun, orang-orang yang suka melihat orang lain ‘kerah’ dan ‘tidak akur’, ada.]
In other words, kita butuh orang-orang bijak yang bisa bersikap bijak. Dan tentu saja telinga yang bersedia terbuka ketika ada orang lain memberikan pendapatnya, kebenarannya, atas versi mereka.

Saya bukan manusia sempurna. Dan tentu saja, saya pun masih belajar untuk mengerti dan memahami permasalahan dari sudut pandang orang lain.
Faktanya, saya pun mungkin tanpa sengaja atau dengan sengaja pernah menjadi si A, si B, bahkan si C di sepanjang hidup saya yang masih terus berproses ini.
Saya sering salah paham,
saya tersakiti karena salah paham,
dan saya pulalah penengah salah paham yang tak bisa meluruskan si salah paham.

Saya adalah mereka.
Maka, sampai sekarang saya berusaha belajar untuk memandang permasalahan dari kaca mata orang lain.
Dan kalau mau diakui, ternyata susah-susah gampang. Susah, karena basic saya keras kepala. Gampang, karena saya diam-diam adalah perekam kata dan kejadian yang baik. Bukan ingatan, tetapi kejadian. Jadi kalau lagi ngelamun berasa lagi nonton film terus film itu ditulis terus dibaca..*apadeuh**gakpenting*:D
Beberapa telah berhasil, tetapi beberapa masih membuat saya seolah seperti anak-anak yang marah karena telah direbut mainan kesayangannya dengan cara paksa.
Lucu melihat saya bisa bersikap kekanak-kanakan seperti itu, tetapi ternyata salah paham terus ada dan mengiringi perjalanan hidup saya, kita, mereka, dunia.
Dari politik, sosial, budaya, bisnis, pertemanan,
bahkan di dunia Multiply ini [well..been there done that🙂 ].

Mau terselesaikan, atau tidak terselesaikan, yang terpenting semoga setiap kita mampu menyikapi salah paham yang terjadi secara bijak.

Ah..jadi bijak juga masih harus banyak belajar ternyata yah..^_^

Rana Wijaya Soemadi
Kotatua di pagi yang cerah
23 Desember 2010

11 CommentsChronological   Reverse   Threaded

ariefkurni
ariefkurni wrote on Dec 23, ’10
Met pagi na,pagi2 uda salah paham.

rirhikyu
rirhikyu wrote on Dec 23, ’10
knapa niy🙂
uneg2 ya?
memang kita seperti itu . warna/u kehidupan

ekspresilepas
ekspresilepas wrote on Dec 23, ’10
Pagi Nana.. tetap semangat ya🙂

ninelights
ninelights wrote on Dec 23, ’10

Met pagi na,pagi2 uda salah paham.

*ngakak*
Siang, Kang?^_^
Apa kabar?

ninelights
ninelights wrote on Dec 23, ’10

knapa niy :)uneg2 ya?memang kita seperti itu . warna/u kehidupan

gakpapa,Mbak..
Cuma pengen cerita ajah kok…:)

ninelights
ninelights wrote on Dec 23, ’10

Pagi Nana.. tetap semangat ya🙂

siang,Mbak Dian..hehehe
tetap semangat kok…:)

rirhikyu
rirhikyu wrote on Dec 23, ’10

gakpapa,Mbak..
Cuma pengen cerita ajah kok…:)

gak salah liat niy gue?
tumben HS nya ganti😀

ninelights
ninelights wrote on Dec 23, ’10

gak salah liat niy gue?tumben HS nya ganti😀

ada yang request,Mbak…hehehehe
ya sudah, dikabulin aja…kasian..tar sawanen kalo gak dikabulin…:))
kidding buat yang ngerasa…^_^V😀

malachinovel
malachinovel wrote on Dec 24, ’10
eh replyku kok gak ada ya

ninelights
ninelights wrote on Dec 24, ’10

eh replyku kok gak ada ya

hue?
Mala comment?
MP emang kdg-kdg aneh akhir-akhir ini..aku comment di tmpt org jg wktu balik ke sana lg gak ada…ulangi aja, Mala..:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s