Suatu Hari Saat Aku Bermimpi dan Memimpikan Impian

Suatu Hari Saat Aku Bermimpi dan Memimpikan Impian Dec 9, ’10 3:14 PM
for everyone
Aku memejamkan mata dan melihat nisanmu terbujur di sana, di antara orang-orang yang tak lagi ada di dunia, di antara rumput-rumput yang merambat dan menggantikan menu makanan sehari-harimu. Sudah lama kau meninggalkan kami tapi aku tetap ingat dirimu. Aku selalu ingat dirimu saat aku mulai merasa lelah dan menyerah pada semua keadaan. Orang bilang mimpi itu hanyalah sebuah omong besar, mimpi itu tak sebanding dengan logika yang patut diperhitungkan untuk bertahan hidup, tapi lalu kau, suatu hari dulu, pernah bilang lewat senyummu,
jangan menyerah…kau pasti bisa…suatu hari nanti..suatu saat nanti kau akan seperti mereka..menggenggam dunia pada tanganmu, tapi bukan hatimu.”
 
Air mata mengalir dari pelupuk yang terus tertunduk. Sungguh riwayatmu selalu membuatku ingin meneruskan teladanmu yang mulia. Mungkin aku tak bisa menyamaimu..Aku pasti takkan pernah bisa. Tapi aku akan mewujudkan mimpi itu, mimpi yang kata orang cuma omong besar, tapi bagimu, kata-katamu membuat mimpiku menjadi sebuah mimpi besar yang suatu waktu akan terwujud. Kata-katamu membuat mimpiku menjadi sebuah pondasi kuat yang merasukiku menjadi giat dan tak lelah lagi merajutnya..Kata-katamu lewat seutas senyum yang kau sampaikan sebelum kau terkubur dalam-dalam diantara lapis kain kafan dan lalu berbutir-butir tanah liat.

Jika kau masih ada, aku yakin kau akan bilang, “Bukan karena aku kau semangat, tapi karena dirimu sendiri yang menyemangati dirimu. Teruskan, tutup telingamu pada hal yang tak harus kau dengar, lalu lanjutkanlah melangkah”
Kutaburkan bunga-bunga mawar merah putih di atas gundukan tanah di alam mimpiku untukmu. Semoga kau tenang, hingga suatu hari nanti kita akan duduk satu ruangan lagi dan berbincang tentang mimpiku yang berhasil kuraih, salah satunya, karena semangatmu. [ ]


Rana Wijaya Soemadi
Kotatua yang dihuni para pemimpi
9 Desember 2010

anotherorion
anotherorion wrote on Dec 9, ’10

arena dirimu sendiri yang menyemangati dirimu

benul banget

dansapar
dansapar wrote on Dec 9, ’10

“Bukan karena aku kau semangat, tapi karena dirimu sendiri yang menyemangati dirimu. Teruskan, tutup telingamu pada hal yang tak harus kau dengar, lalu lanjutkanlah melangkah”

suka dengan kalimat ini.

ninelights
ninelights wrote on Dec 9, ’10
@Mas Priyo & Mas Dan :trima kasih semua..:)

yupee
yupee wrote on Dec 9, ’10
aahh… horor tapi bagus… #apasih

ninelights
ninelights wrote on Dec 10, ’10
yupee said

aahh… horor tapi bagus… #apasih

hehehehe..tak apa, aku tetap tersanjung dengan pujianmu, yupee…
thanks..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s