Superhero

Superhero Feb 23, ’11 4:16 PM
for everyone
Menjadi sempurna adalah harapan orang lain untuk perempuan muda yang satu itu. Perempuan muda itu menikah dengan anak seorang ibu rumah tangga biasa yang pekerjaan sehari-harinya adalah juga mengurus rumah tangga.

“Tidak pernah cukup” adalah keluhan yang akhirnya keluar dari mulut perempuan muda pada sikap ibu mertuanya kepada dirinya. Perempuan muda manja yang berusaha untuk menjadi ibu dan istri yang baik untuk keluarga intinya; belajar untuk selalu bangun lebih pagi dari suaminya, menyiapkan sarapan, menenangkan anak kembarnya yang hiperaktif, memberi perhatian lebih pada anak pertamanya yang akan mengamuk bila ibunya sibuk mengurusi adik kembarnya, perempuan yang menyiapkan makan siang, makan malam, memikirkan apa menu untuk keesokan paginya, berusaha memenuhi selera masing-masing individu yang hidup di lingkungan keluarga intinya dan kata-kata “itulah kewajiban seorang istri”.

Perempuan muda itu frustasi. Dia menangis di hadapan suaminya. Yang suaminya lakukan adalah memeluk pundaknya dan berkata, “Maklumilah ibuku. Dia telah susah payah mengurusku sejak kecil jadi wajar jika dia ingin kamu juga mengurusku dengan baik.”

Pada suatu hari, setelah perempuan muda itu selesai menjemur pakaian di belakang rumah, dia berangkat keluar rumah menuju ke pasar. Tak sengaja dia kemudian mendengar kata-kata miring tentang anak kembarnya yang nakal yang telah merusak pot tanaman kesayangan milik seorang tetangga. Para tetangga itu lalu berbicara di belakang dan menyalahkan ibunya sebagai, “Ibu macam apa itu yang membiarkan anaknya nakal nggak ketulungan.” Sebagai ibu yang membesarkan anaknya, dia datang langsung ke tetangga tersebut dan meminta maaf dan berniat mengganti pot yang telah dirusakkan anaknya.

Sampai di rumah, belum selesai rasa lelahnya menanggapi kata orang-orang tentang keluarganya, tentang bagaimana dia mengurus anak-anaknya, ibu mertuanya, untuk kesekian kalinya menceritakan betapa rindunya dia dengan kehadiran si A-yang notabene adalah mantan pacar suaminya yang sangat sempurna di mata ibu mertuanya. Pandai memasak, cantik, rajin, dan sepertinya pandai ngemong anak-anak.

Perempuan muda satu itu terluka hatinya. Dia merasa menjadi orang yang “tidak pernah cukup” di mata orang lain. Terlebih suaminya tidak bisa dan tidak mau berbuat banyak. Perempuan muda satu itu merasa sangat kelelahan. Saking kelelahannya dia sampai jatuh sakit.

Malangnya, ibu mertua menganggap perempuan muda satu itu hanya beralasan untuk “lepas” dari tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anak. Perempuan satu itu,dengan berderai air mata, akhirnya mengungkapkan isi hatinya pada ibu mertuanya, “Kenapa saya tidak pernah sempurna di matamu, Ma?”

Selalu ada pertama kali untuk segala hal. Termasuk menjadi seorang istri, seorang ibu, menjadi seorang mertua, menjadi seorang yang berusaha yang terbaik untuk menata masa depan keluarganya. Tak ada yang sempurna, bahkan jika kita melihat orang lain itu demikian sempurna di mata kita. Tetapi selalu ada cara untuk belajar mengatasi kekurangan, dengan mengetahui cara membangunnya dengan benar.

Istri bukanlah sebuah mesin sempurna yang bisa mengendalikan segala situasi. Dan suami, bukanlah seorang pria yang dicipta untuk sekedar sebagai tulang punggung, mencari rejeki, dan pergi lagi lalu pulang harus beres semua, tak terkecuali anak mereka yang nakal (yang adalah salah ibunya, atau salah bapaknya, karena tidak becus mengurus). Selalu ada pertama kali untuk segala hal. Pun saat para orangtua dan yang telah berpengalaman menjalani rumah tangga melihat ada celah ‘kesalahan’ pada orang lain yang baru seumur jagung membina kehidupan baru. Berikanlah kesempatan..dan tunjukkan dia jalan menuju pemecahan masalah yang lebih baik daripada harus sibuk menyalahkan dan membanggakan diri sebagai siapa orang yang paling sempurna atau siapa yang paling tidak becus mengatasi masalah.

~Tulisan ini terinspirasi dari kisah nyata dan dipersembahkan untuk the real superhero, para perempuan tangguh di seluruh dunia, untuk ibunda, untuk para ibu rumah tangga, para single parent, para wanita yang memutuskan bekerja sembari mengurus anaknya di rumah

Best regards

-Rana Wijaya Soemadi-

Tags:
23 CommentsChronological   Reverse   Threaded

razakrao
razakrao wrote on Feb 23, ’11
superheroin ..@ .. superwoman .. @ .. adiwirawati ..

rirhikyu
rirhikyu wrote on Feb 23, ’11
penasaran sama reaksi ibunya saat si menantu curhat

dhaimasrani
dhaimasrani wrote on Feb 23, ’11
Jfs ya Mba

Suka tulisannya, ada nasehat😀

fendikristin
fendikristin wrote on Feb 23, ’11
tekanan batin banget deh…apalagi suami-nya nga supportif gitu😦

like it! nice one Mbak!🙂

spionase3mudskipper
spionase3mudskipper wrote on Feb 23, ’11
yes. like this🙂

darnia
darnia wrote on Feb 23, ’11
*speechless*

umi2aulya
umi2aulya wrote on Feb 23, ’11
like this****

nawhi
nawhi wrote on Feb 23, ’11
hmm berat banget emang jadi ibuk-ibuk.

moga kelak aku bisa jadi suami yang supportif n mau turun membantu sang istri.
errr paling2 ya masak jamur n nasgor😀

ninelights
ninelights wrote on Feb 23, ’11

superheroin ..@ .. superwoman .. @ .. adiwirawati ..

superheroin??
hehe..
Salam kenal dari Indonesia..:)
Siapa itu Adi Wirawati, Pak Razak?:)

ninelights
ninelights wrote on Feb 23, ’11

penasaran sama reaksi ibunya saat si menantu curhat

menantunya tapi bukan saya loh,Mbak..🙂

ninelights
ninelights wrote on Feb 23, ’11

Jfs ya MbaSuka tulisannya, ada nasehat😀

sama-sama..

Terima kasih..semoga bermanfaat untuk semua..:)
salam kenal..:)

ninelights
ninelights wrote on Feb 23, ’11

tekanan batin banget deh…apalagi suami-nya nga supportif gitu :(like it! nice one Mbak!🙂

Hehehe…kasihan yah..ternyata ada tapi..fuhh…

Terima kasih,Mbak Kristin..kaupun ibu yang hebat!salut!*ketjup*:)

ninelights
ninelights wrote on Feb 23, ’11

yes. like this🙂

thank you..:)

ninelights
ninelights wrote on Feb 23, ’11
darnia said

*speechless*

*hugs hugs*

ninelights
ninelights wrote on Feb 23, ’11

like this****

thank you..:)

fnrturislokal
fnrturislokal wrote on Feb 23, ’11
Good post..I like it

ninelights
ninelights wrote on Feb 23, ’11
nawhi said

moga kelak aku bisa jadi suami yang supportif n mau turun membantu sang istri.errr paling2 ya masak jamur n nasgor😀

Amin…
Nanti belajar sama-sama..:)

ninelights
ninelights wrote on Feb 23, ’11

Good post..I like it

thank you..:)

dreclarkson
dreclarkson wrote on Feb 23, ’11
Emang seorang wanita itu superhero. Like Alicia Keys song, superwoman. Bisa jadi anthem buat seluruh ibu2 didunia

Ehem jadi pengen peluk emak dirumah *teriak* emaaaaaaaaakk….. Minta duit! #loh? Hahahaha

razakrao
razakrao wrote on Feb 23, ’11

superheroin??
hehe..
Salam kenal dari Indonesia..:)
Siapa itu Adi Wirawati, Pak Razak?:)

salam kenal juga dari Selangor , Malaysia …
cuma modal bercanda , Rana ..hehee
Superhero gelar utk lelaki ..jadi superheroin gelar wanitanya ..
Adiwira adalah sebutan bahasa Melayu bagi Superhero … jadi bagi hero wanita saya beri nama Adiwirawati …. maaf deh , bikin keliru !

razakrao
razakrao wrote on Feb 23, ’11, edited on Feb 23, ’11
memang rasa mau menitis air mata kalau di selami perasaan si menantu yg cuba menawan hati mertuanya ( tambah yg cerewet ) .. apalagi kalau tinggal
bersama ..

anotherorion
anotherorion wrote on Feb 23, ’11
my mom is hero

onit
onit wrote on Feb 24, ’11

merasa menjadi orang yang “tidak pernah cukup” di mata orang lain

fenomena yg banyak terjadi😦
perasaan “tidak pernah cukup di mata orang lain” yg akhirnya berkembang jadi “tidak pernah cukup di mata diri sendiri” yg akhirnya berkembang jadi “pengen org lain cukup menurut definisi dirinya” terus dan terus lingkaran setan..

tulisan yg menarik na🙂 you captured it so well. dan bukan para perempuan saja yg merasakannya.. dan bukan para ibu mertua saja yg melakukannya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s