Menangis Untuk Bertahan[?]

Menangis Untuk Bertahan[?] Mar 8, ’11 1:12 PM
for everyone
Saya pernah bercita-cita menjadi pekerja sosial. Berkunjung dari satu tempat ke tempat lainnya, merekam cerita dan berita lalu mengabarkan pada orang-orang tentang apa yang telah terjadi tanpa terlalu banyak kemewahan yang menyertai sementara tangan-tangan ini semampunya membantu. Tetapi ternyata tidak bakat. Belum apa-apa, saya sudah kegelian kalau ada orang yang bercerita tentang operasi. Atau, jika melihat bencana di televisi, nafas sudah sesak karena tak sanggup melihat orang-orang terluka atau..meninggal.

Selain itu, dibutuhkan jiwa-jiwa tegar dan tanpa pamrih. Sementara mungkin saya masihlah disertai pamrih. Masih memikirkan materi untuk sumber kehidupan di masa depan. Masih menimbang banyak hal dan kadang menangis karena satu hari tidak ada rejeki yang didapat.

Lalu kembali lagi, saat hidup terasa sangat tidak adil saya melihat potret kehidupan nyata diluar sana. Bahkan mereka tak mengeluh walau harus bangun sangat pagi untuk berjalan sejauh sekian kilo meter demi sesuap nasi lalu pulang tengah malam untuk menyiapkan keperluan untuk keesokan paginya lagi. Mereka bukan hanya menghidupi kebutuhan dirinya sendiri. Mereka pun bukan lagi muda seperti saya. Sedang saya, bahkan jika saya terasa jenuh dan lelah, saya masih bisa duduk malas di sofa dan menonton televisi. Atau keluar rumah dengan kendaraan untuk sekedar melihat alam, menghibur diri.

Hidup adalah perjuangan. Dan melihat kehidupan orang lain secara lebih detail dan melihat bagaimana mereka bertahan sampai hari ini, membuat dada saya berdesir dan menunduk menahan malu. Menyadari bahwa ternyata saya memang belum pantas untuk menjadi seorang pekerja sosial, yang tanpa mengeluh berjuang bertahan hidup minimal untuk diri sendiri.

Best regards,

Rana Wijaya Soemadi

Tags:
18 CommentsChronological   Reverse   Threaded

rirhikyu
rirhikyu wrote on Mar 8, ’11
hidup adalah anugrah
syukuri yang didapat

fivefebruary
fivefebruary wrote on Mar 8, ’11
hdp adl pjuangan dan berjuanglah sampe tetes kopi terakhir
xoxo

nawhi
nawhi wrote on Mar 8, ’11
belakangan dalam banget postingane, perenungan yang bagus.

ninelights
ninelights wrote on Mar 8, ’11
@Mbak Feb : dan semangat hidup itu naik turun..kadang memerlukan orang lain untuk menunjukkan kepada kita arti dari rasa syukur itu..:)
@Na: saiyah-tidak-sukah-kopiiiih…hehehe..teh aja yes? :p
@Aki :🙂 cuma segitu ajah,Aki..makasih udah mampir:)

pennygata
pennygata wrote on Mar 8, ’11
iyah, kerja keras, semangat dan bersyukur🙂
mudah2an hasil yg didapat sesuai dengan keperluan..

ninelights
ninelights wrote on Mar 8, ’11
@Mbak Aga :🙂
*sambil colek-colek, ‘tugas’nya udah dikerjain belom? :)) :p*

fendikristin
fendikristin wrote on Mar 8, ’11
yang penting tetep berusaha dalam hidup ya Ran..semangat dan selalu bersyukur *seiya sekata sama cie Agatha*

nawhi
nawhi wrote on Mar 8, ’11

@Aki :🙂 cuma segitu ajah,Aki..makasih udah mampir:)

maaf ini lagi rame, jadi ga bisa mikir yang berat-berat.
kalo aku yang sering bikin merenung itu kalo liat para pemulung yang mulung di kampung, bayangin mereka berangkat malam or dini hari, ga peduli dingin atau hujan demi menghidupi keluarga.

ninelights
ninelights wrote on Mar 8, ’11
@Mbak Kristin :Iya,Mbak Kristin..makasih🙂

ninelights
ninelights wrote on Mar 8, ’11
@Aki : elah..kenapa minta maaf?aku nggak minta apa-apa dari Aki loh..^_^
Itu cuma postingan biasa aja..begitu maksudnya..:)

Oh..:)

onit
onit wrote on Mar 8, ’11

Menyadari bahwa ternyata saya memang belum pantas untuk menjadi seorang pekerja sosial, yang tanpa mengeluh berjuang bertahan hidup minimal untuk diri sendiri.

hmm pekerja sosial berhak diberi penghargaan yg layak kok..
gaji yg wajar.. utk hidup layak..
bedanya, mereka bergelut dgn urusan sosial itu sepanjang hari. dan di malam hari mereka berhak utk istirahat dong..🙂

kecuali kalau mau volunteer sedikit2 sesekali2.. gak dibayar sama sekali sih masih bisa.. selama diri kita masih mampu menghidupi diri sendiri (help yourself before you help others) dgn aktivitas yg menghasilkan..

rirhikyu
rirhikyu wrote on Mar 8, ’11
onit said

hmm pekerja sosial berhak diberi penghargaan yg layak kok..
gaji yg wajar.. utk hidup layak..
bedanya, mereka bergelut dgn urusan sosial itu sepanjang hari. dan di malam hari mereka berhak utk istirahat dong..🙂

thanx buat pencerahannya

mahasiswidudul
mahasiswidudul wrote on Mar 8, ’11

Hidup adalah perjuangan.

Alhamdulillah hari ini Allah mengijinkan nin untuk merasakan perjuangan itu.. semangaaatt😀

ninelights
ninelights wrote on Mar 8, ’11
@Onit: Someday, maybe, kalau sudah settle..:)Thanks anyway, buat pemahamannya ttg pekerja sosial..:)
@Nina :Semangat, Nina!🙂

51key
51key wrote on Mar 9, ’11
Wah..mulia skali cita2mu mbak. Q yakin suatu saat pasti kan trwujud. Panggilan jiwa kan sulit tuk dtolak mbake..:-)

ninelights
ninelights wrote on Mar 9, ’11
@Mbak Citra :Amin..tar lakuinnya diem-diem aja ah..hehe..

rudyprasetyo
rudyprasetyo wrote on Mar 9, ’11
smangaddddddd……..kita saling bertahan ya

ninelights
ninelights wrote on Mar 9, ’11
@Mas Rud : iya Mas Rud..*hugs*:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s