Beracunnya Kami Karenamu

Beracunnya Kami Karenamu Jul 26, ’11 6:16 PM
for everyone
Nama mereka ikan Manyung. Nama lain ikan Manyung adalah ikan Gelopak, Siung Besar, ikan Duri, dan ikan Ajahan. Bentuk mereka seperti ikan patin.  Ikan Manyung bisa juga diolah sebagai ikan asin yang disebut jambal roti. Mereka dijual dengan harga lima belas ribu per kilo gram di sebuah pasar ikan di Jawa Tengah. Mereka adalah golongan spesies Arius Thalassinus. Ikan jenis ini banyak terdapat di kedalaman 20 – 100 meter dari perairan muara sungai (estauari) menuju ke laut di hampir seluruh perairan di Indonesia. Bentuk badan mereka memanjang dengan kepala yang gepeng, bersungut tiga pasang (dua pasang pada rahang bawah dan satu pasang pada rahang atas), memiliki perisai kepala beralur dan berbintik. Ikan Manyung ini cukup populer di kalangan masyarakat sebagai salah satu ikan yang bisa diasap.

Sayangnya, kabar bahwa ikan asap itu berbahaya cukup membuat masyarakat waspada. Tapi ada sebagian dari mereka yang tidak memercayai kabar buruk itu begitu saja. Mereka masih yakin bahwa ikan asap itu aman di konsumsi. Selain itu, ikan Manyung yang diasap tersebut memiliki kandungan protein tinggi yang sangat diperlukan tubuh para manusia dan para manusia itu cukup cerdas untuk bisa membedakan sekedar kabar miring atau memang sebuah fakta.

Dan inilah fakta cara pengolahan ikan Manyung di lokasi pengasapan yang berhasil diliput oleh salah satu stasiun swasta. Tempat itu dekat dengan sungai yang dari kejauhan sudah tampak hitam sementara di sekelilingnya berdiri rumah-rumah yang terlihat sangat kumuh.

Setelah ikan Manyung dikeluarkan dari bungkusan, mereka kemudian dicuci dengan seember air yang dambil dari sungai yang hitam itu. Tak hanya itu, setelah para manusia itu menganggap mereka sudah bersih, mereka kemudian direndam di dalam sebuah ember berisi air kotor berwarna cokelat kehitam-hitaman.

Setelah itu, para pengolah ikan asap itu kemudian memasukkan serbuk-serbuk berwarna putih ke dalam air rendaman itu. Masyarakat mengenal serbuk itu dengan nama tawas, Mungkin hanya sebuah serbuk, tapi meski nanti para ikan Manyung sudah melalui proses pengolahan masakan yang sedemikian rupa, kandungan alumunium pada tawas akan tetap ada di dalam badan ikan manyung, membuat para manusia lain yang memakan mereka suatu hari nanti akan mengalami kerusakan hati.

Tak hanya itu, sebagian dari manusia pengolah ikan asap itu bahkan memasukkan Benzoat ke dalam air rendaman itu. Dan ke semua jenis serbuk-serbuk itu dimasukkan tanpa perhitungan takaran cuma demi membuat tubuh para ikan Manyung tidak licin ketika dipotong, lebih awet setelah diasap dan lebih tahan lama.

Sebenarnya, cara mendapatkan dan mengolah mereka cukuplah sederhana. Mereka hanya membutuhkan kebersihan dan kemudian setelah proses pencucian itu, tubuh mereka dipotong-potong lalu dipanggang dengan bahan bakar batok kelapa. Setelah pengasapan selesai, mereka kemudian bisa dijual di pasaran.

Namun sayang sekali, kenapa selalu saja ada yang memanfaatkan kemudahan Tuhan atas kekayaan kuliner di Indonesia ini, dengan membuat para spesies yang kaya protein semacam ikan Manyung ini tampak palsu gizinya dan lalu membuat para manusia yang lain, yang tak berdosa, harus mati karena memakan mereka?

Oleh:Rana Wijaya Soemadi

 

11 CommentsChronological   Reverse   Threaded

ayanapunya
ayanapunya wrote on Jul 26, ’11
aku taunya ikan peda ^_^

ninelights
ninelights wrote on Jul 26, ’11
Ikan Manyung ini nama latinnya Ikan Patin.Bisa juga diolah sebagai ikan asin yang disebut jambal roti.
*ini adalah hasil search google*😀

jampang
jampang wrote on Jul 26, ’11
sekarang banyak orang yg mengolah makanan dengab cara yg tidak benar dan akan merugikan orang lain.
*keseringan nonton berita investigasi

ayanapunya
ayanapunya wrote on Jul 26, ’11
Nah klo patin aku tauu🙂

ninelights
ninelights wrote on Jul 26, ’11
@Yana: sik bentar..akan kucoba edit dan masukin aja di situ… *dengan kecepatan fakir bandwith :))*
@Mas Rifki: iya… miris bahwa ternayta makanan sederhana semacam gorengan juga memakai bahan pengawet…😦

ayanapunya
ayanapunya wrote on Jul 26, ’11
Kira2 mending tau apa ga tau ya?
Akhir2 ini klo makan bakso suka mikir yg aneh2.jangan2 inilah, itulah

ninelights
ninelights wrote on Jul 26, ’11
@Yana: udah kutambahin..dan,kukoreksi lagi.Mereka MIRIP ikan patin,tapi bukan ikan patin ternyata. Tadi aku googling lagi.dan udah kutambahkan diatas. *payah nih… – -” *

@Yana:dulu cuek siih…kalo sekarang memang mending tau. :I
ngeri banget… kasihan adek adek kita jg, yg pengen maem sehat, terus ibunya beli ke pasar, tapi bawaan dr pasar itu racun jg. – -“

pianochenk
pianochenk wrote on Jul 26, ’11
jadi was2 tiap mau makan, makan buah-takut pestisda, makan tahu-takut formalin, makan bakso-takut daging abal2….😦

onit
onit wrote on Jul 26, ’11
wahh pdhl diasap/diasinkan aja udah bikin awet..
kenapa ya mrk begitu? biar lebih bisa lama2 numpuk di gudang demi penjualan besar kah?

thx for the info na. aku belon pernah makan ikan ini. tapi kalo jambal roti sering. itu gimana ya?

aku sih mending tau. soalnya aku gak perlu maksain makan asal enak ^^

ummuyusuf24
ummuyusuf24 wrote on Jul 26, ’11
Ikan kesukaanq n panggang2 yg lain. Dlu sempat ada rumor mrka pke cairan insektisida buat ngawetin jg. Yah, lbh baik g usah d maem kalo gni ya

myelectricaldiary
myelectricaldiary wrote on Aug 5, ’11
ikan manyun tuh yg kayak gimana mbak e?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s