Trust

Trust Jun 25, ’11 2:51 AM
for Rana’s network
Pernahkah dihadapkan sebuah masalah saat kau tidak bisa dipercaya banyak orang di sekitarmu padahal kau layak untuk mendapatkan sebuah kepercayaan itu ? Ini bukan soal kejujuran atau kebohongan, tapi ini soal kemampuan yang ada pada diri sendiri. Kau percaya bahwa kau bisa melakukannya, atau orang lain percaya bahwa kau bisa melakukannya karena ada sesuatu dari dirimu yang layak ditonjolkan meski sebagian meragukannya, atau orang lain sama sekali meragukannya karena itu impossible tapi dirimu memiliki keyakinan bahwa kau bisa melakukannya atau orang itu bisa melakukannya?

Masalah ini seperti ketika kita sedang melakukan penyelamatan di atas tebing yang akan runtuh. Si A amat sangat ketakutan untuk meloncat dan menyeberangi jembatan ringkih yang hanya menyisakan satu pegangan, sementara si B sangat percaya bahwa si A sangat bisa melakukannya asal si A mau percaya pada kata-kata si B dan menguatkan hatinya sendiri demi keselamatan mereka berdua.

Tapi contoh ini belum mewakili yang ingin saya bicarakan, jadi, mari ganti yang lain jadi seperti ini,

Si A bekerja pada sebuah perusahaan yang mapan. Gaji tercukupi setiap bulan, tapi waktu, tenaga dan pikiran hampir terkuras hingga tidak memiliki waktu lebih untuk sekedar berpikir dan menulis. Sebenarnya, jauh sebelum si A melamar pekerjaan dan diterima di perusahaan mapan itu dia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang penulis. Pikirnya, saat kemudian dia masuk perusahaan itu, dia bisa mencicil untuk menunaikan apa yang menjadi angan-angannya. Ternyata dia sama sekali tidak memiliki waktu yang cukup karena waktu libur hampir jarang, dan saat libur harus si A pergunakan untuk mengistirahatkan badan sebelum kemudian si A harus masuk lagi keesokan harinya.

Karena si A ingin fokus menjadi seorang penulis, maka kemudian si A berhenti bekerja pada perusahaan mapan itu.

Sebelumnya memang banyak yang menyayangkan keputusan A. Tetapi ternyata, tak dinyana, orang-orang di sekelilingnya, termasuk keluarganya menyayangkan keputusan yang si A buat. Mereka tidak percaya bahwa si A bisa survive setelah keluar dari perusahaan mapan itu. Mereka berkeyakinan bahwa hanya dengan bekerja di kantor, maka uang akan datang setiap bulannya. Dan pilihan menjadi penulis adalah pilihan yang salah karena penulis itu ber’gaji’ minim. Benar dan tidak. Benar untuk mulanya, bahwa seorang penulis itu memang menerima royalty yang minim. Tapi tidak kalau si empu produktif, sudah memiliki nama dan sudah terasah kemampuannya dalam menulis. Berbulan-bulan si A merasa tertekan karena orang-orang terdekatnya yang seharusnya memahaminya malah ‘membantu’nya untuk mencari pekerjaan di kantoran. Tapi karena A tetap kekeuh mempertahankan prinsipnya untuk menjadi penulis, orang-orang di sekelilingnya malah bersikap lebih tidak percaya lagi dengan kekeraskepalaan yang si A punya.

Si A lalu memutar otak. Kalau dipikir-pikir, bukan salah mereka semua kalau mereka tidak (belum) percaya kalau si A memang memiliki kemampuan lebih dalam bidang menulis dan akan survive di bidang yang ingin si A jalani. Yang si A harus lakukan hanya menunjukkan pada mereka semua kalau si A layak untuk dipercaya.

Sampai sekarang, si A masih bisa bertahan hidup. Meski belum sepenuhnya survive dari hasil menulisnya, dia memiliki kemampuan lain yang membuatnya tetap bisa makan bakso atau sekedar bakmi jawa kala dia sedang mentok untuk menulis novel ketiganya.

Setidaknya sekarang si A lebih punya banyak waktu luang, lebih bisa bebas menentukan jam kantor untuk dirinya sendiri dalam bekerja dan mencari sumber penghasilan, lebih dekat dengan keluarganya dan sudah mendapat kepercayaan (yang tentu saja berimbas pada semangatnya) bahwa suatu hari, cita-citanya akan benar-benar mampu membuat dia bertahan hidup dengan limpahan yang bisa dibagi untuk keluarganya dan tentu saja untuk orang-orang yang membutuhkan.

Tidak ada yang instan di dunia ini. Semua dimulai dari pertama kali. Pertama kali berusaha, pertama kali memutuskan, pertama kali berkeyakinan kalau keputusan yang diambil akan berdampak baik dan cerah untuk masa depan. Jadi, kalau ada seseorang yang memang berpotensi, memiliki bakat, mampu mengemban tanggung jawab (asal dilatih,tekun,rajin) sesuai kemampuannya, dan kamu melihat potensi itu, just trust them (kalau perlu latih dan bersabarlah dan berikan dia semangat) untuk melakukan apa yang seharusnya dia bisa lakukan, dan yakinkan mereka kalau keyakinanmu adalah keyakinan yang baik untuk masa depan seseorang.

Just trust them seperti mereka (yang akhirnya mengerti dan) percaya padaku, aku, si A itu.🙂

Salam

-Rana Wijaya Soemadi-

18 CommentsChronological   Reverse   Threaded

akupoetri
akupoetri wrote on Jun 25, ’11
Wew. Novelnya apa tho mbak? Mau beli n baca ah. Aku belum kerja sih tapi jd penulis juga cita-citaku. Pengennya sih jadi peneliti sekalian penulis semoga bisa berjalan bareng🙂 sukses ya mbak Rana😀

ninelights
ninelights wrote on Jun 25, ’11
@Poetri: Boleh..:) tinggal isi aja sidebar disamping kanan ini, dan kunjungi http://aboutfleur.multiply.com/reviews untuk reviewnya..:)

Amin..Semoga sukses..terus semangat, dan fokus!🙂
salam kenal🙂

saturindu
saturindu wrote on Jun 25, ’11
memulai seseuatu yg baru memang agak menyulitkan, yah….:)
rasa2nya, saya tak kuat kalau menjadi A.
mesti balik ke dunia kerja dulu, ngumpulin pundi2 yang banyak, sebelum benar2 siap mjd full time writer
🙂

saturindu
saturindu wrote on Jun 25, ’11
btw, salam buat si A, yg tegar dlm menapak jati diri
🙂
teruslah istiqomah dalam melangkah

tiarrahman
tiarrahman wrote on Jun 25, ’11
I trust you!

museliem
museliem wrote on Jun 25, ’11
Rukun iman cuma 6 rana.. :))

bambangpriantono
bambangpriantono wrote on Jun 25, ’11
Rejeki hal yang tidak bisa diduga

myelectricaldiary
myelectricaldiary wrote on Jun 25, ’11
mbak rana..
gimana kalau uangnya ray transfer ke rekening mbak ran ajah..
temanku itu ga mudeng waktu daku jlasin biar ga pake cabang ga papah..
katanya bisa ga punya bukti kalo gt..

desperando ray,mbaaaaak ;-p

malambulanbiru
malambulanbiru wrote on Jun 25, ’11
Bolak-balik, Na. Tekanan datang-hilang-datang-hilang.

Ini aku lagi ‘ditekan’ lagi sama keluarga karena keputusanku jadi penulis. Awalnya ditentang, lalu ya sudah silahkan jadi penulis, terus sekarang ditekan lagi kenapa jadi penulis. Gitu lah .. Hidup (dgn keputusan jadi penulis) emang ga mudah, tapi ga boleh nyerah .. huhuy!

*balik anteng baca*

rembulanku
rembulanku wrote on Jun 25, ’11
we trust each other
oke jeng?

ninelights
ninelights wrote on Jun 25, ’11
@Mas Suga (1) :
Pasti jika si A jadi mas Suga juga akan sulit karena si A perempuan sementara Mas Suga adalah laki-laki..
I mean, karena menurut orang lain si A ini ‘cuma’ seorang perempuan yang katanya nanti ‘cuma tinggal nodong’ sama suami setelah dia menikah nanti,sementara Mas Suga harus punya pundi-pundi terlebih dahulu agar dapur tetap ngepul dan rumah tangga bisa terbina baik kelak..:)

@Mas Suga (2): Wa’alaikumsalam Warrahmatullahi Wabarokatuh, si A jawab, Mas..^_^
Terima kasih doa dan semangatnya,katanya…dia terharu..:)

ninelights
ninelights wrote on Jun 25, ’11
@Pak Tiar: *langsung sungkem*
@Mus: bueeee,itu mah beda urusan atuuuuuh..:-p
@Mas Nono: Ya..:)
@Raya: cek pm yah..^_^
@Kakak: itu sudah pasti yah,Kakak :)Karena mereka kadang hanya melihat kita dari tampilan luar yang kebanyakan nyantainya..:))
duduk lama di depan komputer, cuman mijit-mijit keyboard ‘doang’ abis itu kebanyakan bengong dan tidur..:)) tapi ditunggu-tunggu ternyata hasil(materi)nya sedikit, bahkan gak ada🙂

Ya,kembali ke itu lagi memang..dan kadang kalau dalam keadaan tertekan bakal cari orang, atau berkumpul dengan orang-orang yang sejalan, yang seperjuangan, jadi semangat itu akan tumbuh lagi. Contohnya, deket-deket kakaklaaaah..:)))
:-p

@Mbak Lala: yuk mareee..hehehe..eh,Mbak Feb katanya ke Semarang kan yah..?ada kabar lagi?mau kopdarankah?ato gimana?

onit
onit wrote on Jun 26, ’11
si a gak sendirian… ada calon2 penulis yg mengalami hal yg sama juga..
memulai suatu awal “from scratch” emang gak gampang.. tentu saja orang lain yg lihat cuma bisa gak percaya. mosok musti langsung tumbuh besar? mereka gak ngerti aja deh..

salut sama orang2 seperti si a ^^

[eh, novel ke2 mana? kok udah nyebut2 novel ke3 ajah :D]

ninelights
ninelights wrote on Jun 26, ’11
@Onit: kadang memang perlu pengertian yang besar untuk keputusan semacam itu, Onit..dan kalau mereka kehilangan kepercayaan lagi, si A memang wajib meyakinkan kalau pekerjaan pilihannya juga bagus untuk masa depan..Mereka cuma masih jarang melihat..:)
Novel kedua,kata si A, sudah dalam tahap dibaca 1st readers, Onit..setelah itu,editing lagi, dan diserahkan ke penerbit..
sekarang lagi menerawang menyusun novel ketiga. ^_^

nawhi
nawhi wrote on Jun 27, ’11
two thumbs up buat si A, salut karena berani mengambil keputusan yang besar, semoga bisa sukses ya.
kalo aku, milih jalur ‘aman’ saja secara laki2 kelak harus nanggung keluarga.

rembulanku
rembulanku wrote on Jun 27, ’11

Mbak Feb katanya ke Semarang kan yah..?ada kabar lagi?mau kopdarankah?ato gimana?

iya sih, tapi aku ke luar kota tgl 29 – 2 jadi kalo mo kopdaran ya setelah itu
kabar2 aja lah

ninelights
ninelights wrote on Jun 27, ’11
@Aki:🙂 *si A terharu,katanya*
hehehe..gak menyalahkan juga..karena semua orang punya kemantaban keputusan masing-masing..:)

@Mbak Lala : udah pulang,mbak febnya,mbak lala..:)..
mungkin kopdarnya lain waktu..belum jodoh..:)

ninelights
ninelights wrote on Jul 20, ’11
@Kakak:
you are right,kakak…
sempat tertohok saat seorang teman dekat yg mengaku dan diakui sebagai sahabatnya,yg katanya percaya kepada A,akhirnya keceplosan menganggap kalau A masihlah seorang pengangguran yang pastinya butuh banget kerjaan di kantoran…

mencelos juga sih…

tapi kesalahan mungkin juga ada pada A…
A lagi-lagi gak kelihatan sedang bekerja keras…:)
cuma duduk…cuma di kamar..cuma…🙂
dan pendapatannya labil…:)

dan rasanya ternyata ya sakit kalo dirasa-rasa..:))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s