I am A Dreamer :)

I am A Dreamer🙂 Sep 14, ’11 12:34 PM
for everyone
Kadang saya merasa konyol. Ini lebih kepada kekeraskepalaan saya pada sesuatu yang saya yakini suatu hari nanti akan berhasil dan sukses dan membuat saya bisa meraih mimpi-mimpi kecil lainnya lewat mimpi besar satu ini: penulis.

Awal mulanya saya pernah memiliki keyakinan yang sama besar seperti seorang teman baik saya bahwa saya berniat untuk fokus menulis cerita pendek agar bisa masuk ke kompas atau Republika atau tempo. Lalu suatu hari kemudian, -setelah novel pertama yang katanya sangat sedih itu- ketika saya keseringan menonton film Charlie and The Chocolate Factory, Mr. Inc, Wall-E, Finding Nemo, Barbie, dan lain-lain, saya memiliki keinginan kuat untuk menjadi novelis yang fokus pada sesuatu yang sangat membutuhkan daya khayal tingkat lebay, Hahahahahay, maka saya bernawaitu untuk fokus pada hal-hal seperti itu. Sebenarnya, dari kecil saya merasa saya memang sudah terlahir suka bermimpi dan merealisasikan mimpi atau daya khayal itu sedikit agak berlebihan dari kebanyakan. Dan ajaibnya, memori-memori tentang kekonyolan itu masih terpatri di kepala saya.

Bahwa suatu hari di dunia kecil saya dulu saya menganggap pesawat yang terbang itu akan mendarat ke planet lain dan planet itu bernama Belanda dan saat terbang ke sana diperlukan tabung oksigen yang banyak karena di planet itu (saya membayangkan planet itu adalah Mars) tidak ada udara sama sekali.

Belum lagi ketika saya dengan santainya memotong lengan baju KOPRI ayah saya karena saya ingin membuat tenda kecil-kecilan bersama kakak saya di luar halaman, ingin merasakan memiliki rumah kecil yang dibangun dari hasil usaha sendiri (aslinya tetep aja baju-baju milih ortu yang disusun sedemikian rupa dan dikaitkan dengan penjepit jemuran dan tali raffia di antara dua pohon di depan halaman rumah) dan membuat ayah saya kehilangan kata-kata antara mau marah, ketawa, atau merasa ajaib dengan anaknya.

Atau, saya mengeluarkan ide untuk membuat kuburan jadi-jadian di halaman samping rumah kepada anak tetangga lain (dan saya lupa apa misi saya untuk membuat kuburan itu. Apakah hasil dari keseringan mendengarkan dongeng maklampir di radio?), lalu kami gotong royong mengeruk tanah dan membuatnya menjadi membumbung (mirip dengan kuburan) dan menancapkan sebongkah kayu di ujung lalu menebarkan kembang (lupa kembang apa) diatasnya, lalu setelahnya suka horror sendiri kalau lewat halaman kosong itu karena membayangkan ada orang yang akan muncul secara tiba-tiba dibalik bongkahan tanah itu, dan lalu keesokan paginya segera melenyapkan gundukan itu dengan membabi buta.

Dan sebagainya. Dan sebagainya.

Namun lagi-lagi, dalam kenyataannya, kebanyakan masih menganggap apa yang saya lakukan ini adalah sia-sia belaka. Maksudnya, pencapaian ini hanyalah sebuah omong kosong. Bahwa mimpi yang demikian besar ini belum tentu akan diterima penerbit major dan diterbitkan dan saya akan menjadi sejahtera dan bisa membuat cita-cita itu bisa menyambung kelangsungan hidup saya pada masa-masa yang akan datang.

Kemungkinan pertama kenapa saya merasa beruntung dan terus menekuni cita-cita ini adalah karena saya masih memiliki sesuatu yang bisa membuat saya bertahan hidup sampai sekarang ini sehingga saya tetap bisa berusaha untuk mewujudkan mimpi besar satu itu.

Kemungkinan kedua adalah karena saya dipertemukan dengan novel-novel karya Roald Dahl dan Neil Gaiman yang membuat saya berkeyakinan bahwa menjadi berbeda itu akan membuat pribadi menjadi sangat istimewa.

Maka karena itu saya lalu tersenyum, meneruskan mengetik, dan tertawa-tawa dengan khayalan saya yang luar biasa ini.

Saya pernah gagal, saya pernah ditipu atas nama cita-cita, saya pernah merasa karya itu biasa saja, saya pernah terpuruk karena teramat sering menerima surat penolakan dari penerbit. Tapi ajaibnya… sampai hari ini saya tetap menulis.
–Rana Wijaya Soemadi-

Tags:

 

bambangpriantono
bambangpriantono wrote on Sep 14, ’11
Pertamak

*powered by MakLampir*

museliem
museliem wrote on Sep 14, ’11
Selamat bermimpi… mimpi indah yah..🙂

darnia
darnia wrote on Sep 14, ’11
kirain manggil😀

kaklist
kaklist wrote on Sep 14, ’11
hmhmhm zzzzzzzz zzzzzz zzzzz

ninelights
ninelights wrote on Sep 14, ’11
@Mas Nono: ndak jualan bensin…

*powered by fakirbandwith

@Kak Mus: iya..makacih…:)

@Dani: Kalo ada tambahan ‘freak’, tar baru noleh yak?😄

@Kak List:*langsung bobo cantik*

ayanapunya
ayanapunya wrote on Sep 14, ’11

saya mengeluarkan ide untuk membuat kuburan jadi-jadian di halaman samping rumah

ada-ada aja kamu, na🙂

nawhi
nawhi wrote on Sep 14, ’11
kalo aku dulu sebelum tidur juga suka mengkhayalkan sebuah cerita, berlanjut dari malam ke malam. kebanyakan tentang silat mungkin karena efek dengerin Saur Sepuh😀
ntar deh saya ceritain khayalan2ku yang lain di blog, tapi mbuh seh malu ah😛

rembulanku
rembulanku wrote on Sep 14, ’11
mimpine ojo sue2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s