Lentera Jiwa*

Lentera Jiwa* Aug 17, ’11 9:49 PM
for everyone
Dulu, beberapa bulan sebelum saya mantap memutuskan untuk resign dan fokus pada pilihan sekarang, saya ‘kebetulan’ berjodoh untuk membaca sebuah buku karya Andy F Noya, Andy’s Corner, buku kedua yang salah satu sub-judulnya adalah tentang ‘Lentera Jiwa’. Buku itu saya beli bulan April tahun 2009 dan sepertinya baru sempat saya baca pada menjelang akhir tahun. 

Isi dari buku tersebut adalah pergulatan batin Andy yang bekerja di sebuah perusahaan mapan dan bermasa depan cerah sebagai seorang pemimpin sebuah stasiun televisi berita dan keputusan dia untuk mendengarkan kata hatinya, resign dan bercita-cita untuk independen. Di saat dia mengalami sebuah dilema, dia kemudian membaca sebuah buku berjudul Who Moved My Cheese, cerita tentang dua kurcaci yang hidup dalam sebuah labirin yang sarat keju. Kurcaci A memiliki keyakinan bahwa persediaan keju di tempat itu tidak akan habis maka dia merasa nyaman dan tidak mau ke mana-mana, sementara Kurcaci B berpikiran bahwa kelak, keju di tempat itu akan habis, dan lalu Kurcaci B mengambil keputusan berani untuk pindah. Pada akhirnya Kurcaci A tetap di tempat dan mati kelaparan karena keju telah habis, sementara Kurcaci B telah menemukan labirin lain yang penuh keju.  

Pesan moral dari buku Who Moved My Cheese itu, menurut Andy, adalah jangan sekali-kali merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu. Andy termotivasi oleh kata-kata itu. Tapi tentu saja cerita Andy semacam itu kemudian menuai kontroversi dari berbagai kalangan. “…Jangankan untuk mengejar Lentera Jiwanya, untuk makan sehari-hari saja sudah setengah mati” begitu kata sebagian orang. Lalu kemudian Andy mendapati kesimpulan tanggapan dari cerita “Lentera Jiwa”nya ternyata adalah persoalan “Siapa yang bekerja untuk dirinya sendiri, merekalah yang sudah menemukan lentera jiwanya. Sementara mereka yang bekerja sebagai pegawai di perusahaan, adalah mereka yang belum menemukan lentera jiwanya.” 

Padahal bukan begitu inti dari lentera jiwa.


“Pangkat tinggi, posisi di puncak, dan gaji besar bukan ukuran yang dipakai untuk menilai apakah seseorang sudah menemukan lentera jiwanya atau belum. Banyak yang memiliki kedudukan tinggi, gaji besar, ternyata tidak bahagia dalam pekerjaannya. Kalaupun dia tetap bertahan, lebih karena faktor rasa aman, tidak berani mengambil risiko, atau sudah pada tahap “nrimo” atas nasibnya. Orang semacam ini belum menemukan lentera jiwanya.

Ukuran yang paling sederhana untuk mengukur apakah dalam bekerja, dalam berkarier, kita sudah menemukan lentera jiwa kita atau belum adalah kebahagiaan. Apakah dalam mengerjakan tugas kita sehari-hari kita bahagia? Tidak peduli apakah kita bekerja sebagai karyawan atau wirausaha, apakah kita bahagia? Tidak peduli gaji kita kecil atau besar, apakah kita senang mengerjakan tugas yang diberikan kepada kita? Apakah kita mengerjakannya dengan hati atau sekadar demi mempertahankan hidup?”(page104)
Lalu, apakah setiap orang bisa menemukan lentera jiwanya. Andy menjawab, relatif.
 
“Ada yang sudah tahu lentera jiwanya ada di tempat lain, bukan di tempat dia bekerja sekarang, tetapi dia tidak berani atau tidak mampu menggapainya. Tidak mampu atau tidak berani karena risiko yang dihadapi terlalu tinggi. Boleh jadi karena dia harus memikirkan keluarga, anak, istri, atau suami. Memikirkan orang-orang yang secara finansial bergantung padanya. Jika dia meninggalkan pekerjaan yang sekarang untuk mengejar lentera jiwanya, bisa jadi dia bahagia tetapi orang lain tidak.

Ada juga yang sampai sejauh ini belum mengetahui secara persis apa lentera jiwanya. Dia belum menemukan pekerjaan apa yang dapat membuatnya bahagia dan bergairah untuk menjalaninya. Ada juga yang karena tidak ada pilihan. Sudah mendapat pekerjaan yang sekarang saja sudah patut disyukuri…” (page 106)


Dari isi buku kecil yang banyak memberikan motivasi dan inspirasi dan pelajaran berharga itu, saya pribadi pun kemudian menilai diri saya sendiri, mengukur kedetailan arti kesedihan dan kegalauan selama bekerja di situ dan lalu membandingkan dengan perasaan ketika saya melakukan pekerjaan yang benar-benar total ada hati di lain tempat.

Ini bukanlah soal benar atau salah. Bukan pula soal siapa yang lebih beruntung atau siapa yang lebih berani. Siapa yang seharusnya bisa bersyukur dengan apa yang ada atau siapa yang tidak. Atau siapa karena faktor apa, atau karena saya bergender perempuan yang masih single dan ‘tinggal nodong saja’ sama suami ketika nanti menikah atau tidak.

Ini adalah persoalan “ I JUST MADE A DECISION”. Saya hanya mendengarkan isi hati dan melihat sebuah potensi yang seharusnya saya asah sejak dini dan saya memutuskan mengejarnya sesegera mungkin, sebelum terlambat, sebelum terlanjur jauh. Saya hanya mengejar sebuah pekerjaan yang ada hati saya di dalamnya dan saya senang melakukannya dan saya ingin fokus dan bahkan jika harus melembur hampir setiap hari sekali pun hati saya pasti akan baik-baik saja dengan itu. Saya memilih untuk mengejar lentera jiwa tanpa berniat sok-sokan memprovokasi atau menyuruh ini itu orang lain untuk melakukan sama persis dengan apa yang saya lakukan hanya demi untuk disebut “BERANI”.

Jika dibandingkan dengan pekerjaan saya sebelumnya di sebuah perusahaan swasta, secara finansial honor saya sampai saat ini masih dibawah standar. Tapi secara batin, saya sangat senang dan bahagia dengan apa yang saya lakukan sekarang ini.:)

Tentu saja saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa suatu hari nanti mimpi ini akan terwujud, dan jika hal itu telah didapat, dilanjutkan dengan menggapai mimpi lain yang bisa dicapai. Dan saat hal itu nanti suatu hari terpenuhi dan materi serta finansial naik berlipat-lipat dari yang sekarang, tentu saja tak lain tak bukan adalah salah satu bonus untuk saya pribadi dari apa yang telah saya usahakan dan saya bekerja keras melewatinya dari saat ini.

Maka, semangatlah. Ikuti kata hati. Jika memutuskan bertahan untuk apa pun alasannya, maka bertahanlah sekuat tenaga dan cari motivasi terbaik agar bisa bekerja di tempat itu sepenuh hati. Jika merasa sangat cukup dengan semuanya dan lalu memutuskan untuk berhenti, bukanlah karena siapa-siapa, tapi karena kamu membaca ada sesuatu dalam dirimu yang benar-benar bisa kamu asah dan kamu bahagia melakukan itu dan kamu memilih mengejar mimpi itu semua meski saat proses melalui mimpi itu banyak cobaannya dan kamu bisa dan sanggup dan mau dan semangat perjuangkan keyakinan itu hingga suatu hari nanti kemudian kamu yakin mimpi itu akan terwujud.

Have a good night,falas! 

Kotatua kedinginan, 17 Agustus 2011
Oleh Rana Wijaya Soemadi

*judul diambil dari subjudul “Lentera Jiwa” karya Andy F.Noya, berjudul “Andy’s Corner, Buku Kedua.” Yogyakarta: Bentang, 2009, 208 halaman, 19 cm.

Tags:
33 CommentsChronological   Reverse   Threaded

saturindu
saturindu wrote on Aug 17, ’11
kalau lentera cinta, lagu nicky astria
😛

ninelights
ninelights wrote on Aug 17, ’11

kalau lentera cinta, lagu nicky astria:-P

ih,kakak Suga nggemesin deh…
minta dicubit pake tang..
:-p

onit
onit wrote on Aug 17, ’11

Ini adalah persoalan “ I JUST MADE A DECISION”. Saya hanya mendengarkan isi hati dan melihat sebuah potensi yang seharusnya saya asah sejak dini dan saya memutuskan mengejarnya sesegera mungkin, sebelum terlambat, sebelum terlanjur jauh. Saya hanya mengejar sebuah pekerjaan yang ada hati saya di dalamnya dan saya senang melakukannya dan saya ingin fokus dan bahkan jika harus melembur hampir setiap hari sekali pun hati saya pasti akan baik-baik saja dengan itu.

ahhh you said it well ^^

iyahh.. nada yg bernyanyi2 terus di dalam hati… perlu diperhatikan, sebelum ia surut.. apalagi waktu ngerjainnya kamu sampai bersinar kinclong..

selamat, kamu beruntung.🙂
karena orang2 terdekatmu juga mendukung. biarpun single, tapi kan masih ada ortu. dan gak semua ortu mendukung anaknya dalam rangka itu.

onit
onit wrote on Aug 17, ’11
thx for sharing na ^^

nawhi
nawhi wrote on Aug 17, ’11
aku udah pernah baca bukunya.
Ah lentera jiwa, come to papa

ayanapunya
ayanapunya wrote on Aug 17, ’11
keren, na🙂

jampang
jampang wrote on Aug 17, ’11
selamat mbak… sudah mnemukan lentera jiwa🙂

rhehanluvly
rhehanluvly wrote on Aug 18, ’11
De javu!!!
2 bulan setelah pacar menempati kerjaan yang sekarang dia kirim pesan via fb soal cerita keju dan kurcaci itu. Saya pikir dia tidak nyaman dengan kerjaan sekarang ternyata dia ingin saya mengikuti panggilan hati.

ninelights
ninelights wrote on Aug 18, ’11
onit said

selamat, kamu beruntung. :)karena orang2 terdekatmu juga mendukung. biarpun single, tapi kan masih ada ortu. dan gak semua ortu mendukung anaknya dalam rangka itu.

Setengah tahun setelah keputusan itu cobaan makin kenceng sih,Onit.
Tapi yang paling utama diyakinkan agar mau percaya dengan keyakinan Rana,ya, keluarga inti: ayah,ibu,kakak.🙂

ninelights
ninelights wrote on Aug 18, ’11
onit said

thx for sharing na ^^

sama-sama,Onit..^_^

ninelights
ninelights wrote on Aug 18, ’11
nawhi said

aku udah pernah baca bukunya.Ah lentera jiwa, come to papa

semangat!

ninelights
ninelights wrote on Aug 18, ’11

keren, na🙂

haha,gak juga,Yana.🙂

ninelights
ninelights wrote on Aug 18, ’11
jampang said

selamat mbak… sudah mnemukan lentera jiwa🙂

terima kasih..semoga Mas Rifki juga demikian…:)

ninelights
ninelights wrote on Aug 18, ’11

De javu!!!2 bulan setelah pacar menempati kerjaan yang sekarang dia kirim pesan via fb soal cerita keju dan kurcaci itu. Saya pikir dia tidak nyaman dengan kerjaan sekarang ternyata dia ingin saya mengikuti panggilan hati.

abis baca who moved my cheese berarti,pacarnya,Han..:)

kalo yakin mampu,mantepin..:)

m4s0k3
m4s0k3 wrote on Aug 18, ’11
sangat menginspirasi. makasih udah berbagi, ran🙂

rirhikyu
rirhikyu wrote on Aug 18, ’11
Jadi pengen naroh video lagu ini disini ^_^

tahun 2010 adalah masa2 pencarian ku Na🙂

rirhikyu
rirhikyu wrote on Aug 18, ’11

perjuangkan keyakinan itu hingga suatu hari nanti kemudian kamu yakin mimpi itu akan terwujud.

Sebentar lagi, mimpiku yang sudah bertahun2, hampir 10 tahun lamanya,
akan terwujud ^_^v

Thanx na buat ingetin gue lagi

darnia
darnia wrote on Aug 18, ’11
kamu hebat!
Lanjutkeun!!😀

mellyheaven
mellyheaven wrote on Aug 18, ’11, edited on Aug 18, ’11
What a good motivation!
Sayangnya, aku belum seberani mba Rana! There are so much reason why I’m still in this office right now! Huaaaaaaaaa huaaaaaaaaaa huaaaaaaaaaaaaaa…

Btw, salam kenal, mbaaaa…. *salaman

drackpack
drackpack wrote on Aug 18, ’11
Suka banget dg tulisan ini.
Bersyukurlah Rana sudah menemukan lentera jiwanya.

onit
onit wrote on Aug 18, ’11

Tapi yang paling utama diyakinkan agar mau percaya dengan keyakinan Rana,ya, keluarga inti: ayah,ibu,kakak.🙂

yup.. selama mereka okeh, yg lainnya sih cuekin aja. berisik! =))

onit
onit wrote on Aug 18, ’11

Jadi pengen naroh video lagu ini disini ^_^

baru tau juga lagunya. eh malah jadi nemu website ini

http://www.lenterajiwa.com ^___^

isaanshori
isaanshori wrote on Aug 18, ’11
like this.. mari mengejar mimpi🙂

artsofcards
artsofcards wrote on Aug 18, ’11
Buatku kalau soal profesi, sebaiknya diturutkan dgn hati. Ada memang org yg ngotot bekerja cuma demi sebuah mata pencaharian dan uang, tanpa merasakan ada sisi positifnya dr itu. Dari pengalamanku sendiri, aku lebih merasa nyaman bekerja sebagai kasir di sebuah pengisian BBM ketimbang pas di Indonesia aku kerja di bank. Karena aku suka menghadapi bermacam2 org dan bebas bergerak, ketimbang di bank yg kadang terasa kayak robot.

ninelights
ninelights wrote on Aug 20, ’11
m4s0k3 said

sangat menginspirasi. makasih udah berbagi, ran🙂

sama-sama..:)

Saparatoz! :-p

ninelights
ninelights wrote on Aug 20, ’11

Jadi pengen naroh video lagu ini disini ^_^tahun 2010 adalah masa2 pencarian ku Na🙂

lagunya… pas sekali!🙂
Kalo udah ketemu, selamat datang dan semoga menikmati perjalanannya.:)
jangan lupa pasang sabuk pengaman… :-p

ninelights
ninelights wrote on Aug 20, ’11

Sebentar lagi, mimpiku yang sudah bertahun2, hampir 10 tahun lamanya, akan terwujud ^_^vThanx na buat ingetin gue lagi

horeeee…
cemangat,Bu Peb!🙂

ninelights
ninelights wrote on Aug 20, ’11
darnia said

kamu hebat!Lanjutkeun!!😀

ah,ada Dani..
jadi malu…
*tutup muka njuk guling guling*
*uopo iki jal – -“*

ninelights
ninelights wrote on Aug 20, ’11

What a good motivation!Sayangnya, aku belum seberani mba Rana! There are so much reason why I’m still in this office right now! Huaaaaaaaaa huaaaaaaaaaa huaaaaaaaaaaaaaa…Btw, salam kenal, mbaaaa…. *salaman

Anggap saja,sekarang ini Mbak Melly lagi lewat jalan alternatif yang jauh lebih panjang untuk bisa mencapai tujuan utama.
Semoga selalu tetap semangat apa pun pekerjaan Mbak Melly sekarang yak?:)

Salam kenal juga Mbak Melly.:)

ninelights
ninelights wrote on Aug 20, ’11

Suka banget dg tulisan ini.Bersyukurlah Rana sudah menemukan lentera jiwanya.

Wah,terima kasih.

Yah,minimal sekarang berat badan tambah naik dan pipi semakin cubby saja inih,hehehehe.

Cemangat,Mbak Novi!Semoga Mbak Novi juga sudah menemukan lentera jiwanya yah…🙂

ninelights
ninelights wrote on Aug 20, ’11
onit said

berisik! =))

nyehehehehehehe

ninelights
ninelights wrote on Aug 20, ’11

like this.. mari mengejar mimpi🙂

mareeeeeeeee….

ninelights
ninelights wrote on Aug 20, ’11

Buatku kalau soal profesi, sebaiknya diturutkan dgn hati. Ada memang org yg ngotot bekerja cuma demi sebuah mata pencaharian dan uang, tanpa merasakan ada sisi positifnya dr itu. Dari pengalamanku sendiri, aku lebih merasa nyaman bekerja sebagai kasir di sebuah pengisian BBM ketimbang pas di Indonesia aku kerja di bank. Karena aku suka menghadapi bermacam2 org dan bebas bergerak, ketimbang di bank yg kadang terasa kayak robot.

Sebaiknya memang begitu…
tapi tidak semua orang se’beruntung’ orang-orang yang mampu mengejar dan mendapatkan lentera jiwanya, yang bisa memilih mata pencaharian yang disenanginya dan benar-benar berdasar dari hati…

Hanya bersyukur karena bisa senang dan bahagia dengan yang dilakukan sekarang…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s