Project Report: 30 Days of Sketching dan Pertemuan itu

Project Report: 30 Days of Sketching dan Pertemuan itu

Jun 5, ’12 7:14 PM
for everyone

Bulan Mei adalah bulan yang cukup padat dengan urusan pernikahan dan syukuran si kakak kandung. Jadi, memutuskan absen menyeketsa gambar hampir dua minggu dan merapelnya di kemudian hari. Ternyata, setelah acara itu, tamu masih berdatangan, dan harus menyelesaikan urusan ini dan urusan itu sehingga tumpukan utang sketsa semakin banyak, dan kalau ditotal per harinya harus menyelesaikan 30 sketsa. Setelah menyadari bahwa total sketsa yang harus diselesaikan per harinya semakin banyak, maka aku memutuskan untuk menghentikan project 30 days sketching on May seminggu sebelum project itu selesai dan lalu membuat proyek lain, yang sudah 60 persen selesai.  Doakan bisa selesai dalam dua minggu ini, maksimal yah. 

 

 

Sebenarnya aku merasa tidak gagal-gagal amat, karena target minimal sketsa sudah terpenuhi, yaitu 100. Selain itu, Pak Tubagus tak pernah menuntutku untuk minimal menyelesaikan 500, hanya ‘sebanyak-banyak’nya.

 

Lalu hari ini adalah waktunya ‘presentasi’ hasil karya ke Pak Tubagus. Kami janjian ketemuan di tempatnya di ex-rumah seni Yaitu. Semua sketsa yang sudah aku kerjakan kemarin (baik yang aku posting, dan yang tidak aku posting di blog) aku tunjukkan ke Pak Tubagus. Beliau meminta mengajukan gambarnya berurutan. Jadi aku check tanggal pembuatan sketsa pada tiap-tiap buku sketsa dan beberapa puluh lembar sketsa yang tak berjilid, dan lalu menunggu beliau selesai melihat gambar itu satu per satu, menyingkirkannya, dan mengkosongkan tempat dihadapannya.

 

Melihat wajah beliau yang diam dan serius menatap sketsaku, dan cepat membalikkan lembar demi lembar jadi membuatku menerka-nerka. Jangan-jangan bener nih, Pak Tubagus membatin“ini gambar apa sih?” huehuehuehue. Tapi itu hanya dugaanku saja. Setelah lembar terakhir selesai dilihat, beliau menutupnya, menumpuk buku sketsa terakhirku itu di atas buku sketsa lain yang sudah rapi olehnya, dan memandangku. Lalu aku langsung kedip-kedip genit. Dan kami mulai nari-nari dibalik pohon toge. #eh Enggak, enggak. Becanda….hueheuhuehue. Beliau mulai berkata tentang sesuatu yang membuat mulutku, kalau saja tidak bisa kukuasai, hampir ndomblong saking tidak menyangkanya.

 

Inti daripada ‘mata pelajaran presentasi’ dengan Pak Tubagus beliau bilang terus terang bahwa seluruh hasil sketsaku itu bukan ke arah sketsa tapi lebih cenderung ilustratif, dan itu sah-sah saja, dan itu bagus, dan kalau nanti aku akan mengadakan pameran lukisan, disarankan untuk membuat lukisan yang bersifat ilustratif, naratif. Selain itu, beliau bilang, “sketsa-sketsamu itu, kaya karakter. Kaya sekali, Na. Sketsa-sketsamu selalu mengandung unsur fashion. Fashion vintage era 80’an-90’an. Kamu juga hair styling. Naratif. Ilustratif. Komikal. Penokohan kamu kuat. Kamu kaya sekali. Dan ini modal besar kamu.”

 

Beliau lebih dan sangat menyarankan kalau diriku membuat komik (karena ya itu, karakter tokoh yang kubuat kuat. Ilustrasi bagus.) atau ilustratif (mungkin seperti buku dongeng cerita), cerpen komik, dll yang berkaitan dengan itu.

 

Sebenarnya aku sama sekali tidak menyangka kalau sanjungan itu begitu banyak dialamatkan kepadaku. Hah? Bapak seriusan? Bapak-Tubagus-yang-sadis-ngeritik-novelku-bisa-gitu-muji-sebegitu-banyaknya?huaa-huwaaaa-huwaaaa *gelundhungan* *didalam hati* *hahahaha*

 

Namun selain sanjungan itu, aku juga disarankan untuk lebih rajin memperkaya garis karena pak Tubagus juga mengkritik soal sketsa yang hanya satu garis (lha iyo, lha wong nggawene wae kesusu, Pak. Heuheuheuhehue) 

 

 

dan lalu menunjukkan contoh garis yang kaya yang membuat karakter jadi lebih hidup seperti pada salah satu sketsa gambarku di sini. 

 

 

 

 

Aku disarankan untuk tidak hanya memakai pensil atau bolpoin, tapi benda yang lain seperti, tinta,misalnya. Jadi nanti aku bisa menemukan garis-garis yang bervariatif.

 

Sebulan kemarin Pak Tubagus pernah menanyakan sesuatu hal berkaitan dengan ‘kemantapan hati’ku ke dunia seni ilustrasi ini. Beliau suruh aku untuk memikirkan pertanyaan itu masak-masak, dan tidak perlu dijawab. Namun sebenarnya jawabannya bisa beliau temukan pada bulan depan, bulan ini, hari ini. Dan mungkin itu yang membuat dia tak hentinya tersenyum saat menjelaskan ini dan itu kepadaku.

 

Ada secuil cerita masa lalu soal ex-Rumah Seni Yaitu, yang kemudian beliau tutup karena ternyata pengharapannya terhadap warga semarang, juga senimannya, beda dari kenyataan. Aku yang dulu, belum begitu memiliki tempat itu (ex-Rumah Seni Yaitu) juga ikut sedih sebenarnya. Namun mendadak saja siang ini, Pak Tubagus bilang, akan membukanya lagi, dengan senyum sumringah. Tentu saja aku girang bukan kepalang. Hah? Seriusan? Itu berita bagus sekali. Berarti aku dan temanku, Aris, punya peluang yang cukup besar untuk bisa mewakili daerah Semarang, dengan memamerkan hasil karya di tempat Pak Tubagus.

 

Dengan segera aku menunjuk beberapa sketsa yang dulu sekali ingin aku pamerkan ke publik dan meminta pendapat Pak Tubagus, “apa karya seperti ini tidak apa-apa dipamerkan, Pak?”

“Sangat tidak apa-apa. Buat yang banyak. Seratus atau dua ratus. Yang rapi loh yah. Dan orang-orang akan terpesona dan takjub terhadap hasil karyamu.”

 

Aku terus tersenyum. Tak henti-hentinya tersenyum. Akan kuselesaikan proyek yang satu ini dulu, dan Bismillah dalam dua minggu ini selesai, Insya Allah. Aamiin. Semoga bulan-bulan ke depan, project list yang sudah kususun, bisa juga terealisasikan dengan baik. Aamiin.

38 CommentsChronological   Reverse   Threaded

m4s0k3
m4s0k3 wrote on Jun 5
Selamat. Slalu ada buah usai kerja keras🙂

ninelights
ninelights wrote on Jun 5
m4s0k3 said

Selamat. Slalu ada buah usai kerja keras🙂

thankiyu, Yas.:)

ayanapunya
ayanapunya wrote on Jun 5
ayo terus berkarya, na!🙂

malambulanbiru
malambulanbiru wrote on Jun 5
SEMALAAT YAAAA

tintin1868
tintin1868 wrote on Jun 5
aha menunggu rana menggunakan tinta dan kuas..😀

malambulanbiru
malambulanbiru wrote on Jun 5

onit
onit wrote on Jun 5

dengan memamerkan hasil karya di tempat Pak Tubagus.

aihhh tuhan emang maha menolong hambanya yg bersabar & bersungguh2 ^_____^

jampang
jampang wrote on Jun 5
selamat mbak

edwinlives4ever
edwinlives4ever wrote on Jun 5
Have you ever considered using a mowpit with Chinese ink to make your lines? Give it a try. Trust me, it’s worth a shot.

lafatah
lafatah wrote on Jun 6
nama rumah seninya, YAITU, ya mbak? keren sekali!
dan, sanjungan beliau memacu banget buat terus berkarya.
selamaaat!!! lanjutkan, mbak😀

gapaiimpian
gapaiimpian wrote on Jun 6
Mbak naaaaaa keren aku liat gambarnya, bagus banget. Buat yg bermata biasa tanpa seni kayak aku si gambar mbak na goresannya bagus plus ekspressinya emang pada akhirnya bernarasi. Gud job ^_^

darnia
darnia wrote on Jun 6
Hi, Illustrator😀
Semoga ndang iso segera pameran di tempatnya pak Tubagus, Na..🙂

mungkin Nana perlu juga ngasih liat ke Pak Tubagus sketsa-sketsa-mu yang dulu kayak self portrait itu. Itu sketsa kan? Kalo sketsa itu lebih ke arah naturalis gitu ya?

qqmerangkumkisah
qqmerangkumkisah wrote on Jun 6
bagusss… apalagi aku yg suka komik klo liat gambar2 yang kayak gini jd suka^^

ninelights
ninelights wrote on Jun 6

ayo terus berkarya, na!🙂

Siap, Yanaaa…Makasih buat semangatnyaaah🙂

ninelights
ninelights wrote on Jun 6

SEMALAAT YAAAA

MASIIIIIIHKA KAKAAAAAAAAK😄

ninelights
ninelights wrote on Jun 6

aha menunggu rana menggunakan tinta dan kuas..😀

Iya,suruh beli tinta dan kuas untuk tinta sama beliau…

ninelights
ninelights wrote on Jun 6
meluncuuuuuurrrrrrr

ninelights
ninelights wrote on Jun 6
onit said

aihhh tuhan emang maha menolong hambanya yg bersabar & bersungguh2 ^_____^

Di bulan Mei sebenarnya aku cerita ke Pak Tubagus kalo akan pameran di Widya Mitra,Lembaga Kebudayaan dengan bulan yang aku tentukan. Seems Pak Tubagus kurang sreg dengan rencanaku tapi beliau tetep ngomong kalo di WM itu nanti harus pandai negosiasi soal harga.Yang mau dibiayain jumlahnya berapa, minta tunai. Tapi beliau lebih menyarankan untuk jangan mikirin pameran dulu, tapi nyeket sebanyak-banyaknya dulu…waktu itu…

Gak tau kenapa tiba-tiba beliau bilang akan membuka rumah seni yaitu lagi…

Well…we’ll see…

ninelights
ninelights wrote on Jun 6
jampang said

selamat mbak

terima kasih,Mas Rifki…:)

ninelights
ninelights wrote on Jun 6

a mowpit

ini apa Mas Edwin?

darnia
darnia wrote on Jun 6

ini apa Mas Edwin?

http://ismailfaruqi.files.wordpress.com/2007/06/dsc01350_new.jpg

biasanya dipake bareng tinta cina.
Buat bikin huruf kanji gitu

ninelights
ninelights wrote on Jun 6
lafatah said

nama rumah seninya, YAITU, ya mbak?

hu-uh!

Ini situs pemiliknya ~> http://svarajati.blogspot.com/

ninelights
ninelights wrote on Jun 6
lafatah said

dan, sanjungan beliau memacu banget buat terus berkarya.
selamaaat!!! lanjutkan, mbak😀

Iya, Fatah…dan semoga tidak mengecewakan…:)

Sippp! Makasih untuk semangatnya juga, Fatah!🙂

ninelights
ninelights wrote on Jun 6

Mbak naaaaaa keren aku liat gambarnya, bagus banget. Buat yg bermata biasa tanpa seni kayak aku si gambar mbak na goresannya bagus plus ekspressinya emang pada akhirnya bernarasi.

iya tha? Wah,makasih, Diniiii…
Jadi makin semangat berkarya nih.🙂

ninelights
ninelights wrote on Jun 6
darnia said

Hi, Illustrator😀

Hi, awesome-freak-keep-calm-and-stay-reading reader!😀

huehue

ninelights
ninelights wrote on Jun 6
darnia said

Semoga ndang iso segera pameran di tempatnya pak Tubagus, Na..🙂

aamiin!!!!

ninelights
ninelights wrote on Jun 6
darnia said

kayak self portrait itu.

eh, yang mana yah, kakak?

darnia
darnia wrote on Jun 6

edwinlives4ever
edwinlives4ever wrote on Jun 6

ini apa Mas Edwin?

Dani already answered that question.

Trust me, it will help you forming the habit of making more impressive lines. If you don’t take my words on it, read this: http://klewang.multiply.com/photos/album/44/Ritual_Dimulai

ninelights
ninelights wrote on Jun 6
darnia said

http://ismailfaruqi.files.wordpress.com/2007/06/dsc01350_new.jpg

biasanya dipake bareng tinta cina.
Buat bikin huruf kanji gitu

oh.

First of all, aku harus nemu toko alat tulis terlengkap di Semarang hasil rekomendasi Pak Tubagus, yang udah diputerin 4 kali tuh jalan, belum ketemu juga. Sampe kemarin digambarin peta sama Pak Tubagus. Katanya kalo udah masuk situ, bakal nemu apa aja,dan terendus-endus barangnya harganya murah juga. Mungkin ada mowpit juga disitu.

darnia
darnia wrote on Jun 6

aku harus nemu toko alat tulis terlengkap di Semarang

mowpit ini di Gramedia banyak lho, Na…
ukuran kuasnya dari 1 sampe yang paling gede 9. Kalo yang untuk tinta cina, biasanya bahannya dari surai kuda, jadi warnanya agak kekuningan gitu…

ninelights
ninelights wrote on Jun 6
ohhhh…

sepertinya masih minder, Dan. Variasi garisnya masih kurang juga😦
Tar, aku buat yang baru lagi terus kasih liat ke beliau. Kemarin diajarin cara bikin sketsa wajah yang bisa mirip persis sama yang real. Well,we’ll see. bisa miripjg gak kalo aku yg praktek😄

ninelights
ninelights wrote on Jun 6
darnia said

mowpit ini di Gramedia banyak lho, Na…
ukuran kuasnya dari 1 sampe yang paling gede 9. Kalo yang untuk tinta cina, biasanya bahannya dari surai kuda, jadi warnanya agak kekuningan gitu…

nunggu titisan gatotkaca berlimpah rupiah kalo belanja alat-alat begitu di Gramed, dear, Dani.😄

edwinlives4ever
edwinlives4ever wrote on Jun 6, edited on Jun 6
darnia said

Itu sketsa kan? Kalo sketsa itu lebih ke arah naturalis gitu ya?

Not always. A sketch is a preliminary exploration, so the drawing is not intended as a finished work. For example, there’s nothing natural about this sketch:

While this one has more natural look:

Both are not intended to be finished, but merely explorations for the possibilities in drawing.

darnia
darnia wrote on Jun 6

A sketch is a preliminary exploration, so the drawing is not intended as a finished work.

I see….

yozarfirdausamrullah
Kalo mau gandeng temen2 unnes utk pameran di rumah seni yg ada di downtown to? Selama ini kayaknya mereka lebih suka pameran di sekitar kampus aja di sekaran🙂

ninelights
ninelights wrote on Jun 25
@Amru: huehue. Aku fokus ke aku-nya dulu aja, Amru. Nanti kalo udah fix, baru melebarkan sayap dan ajak temen-temen lain.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s