C’est La Vie*

Aug 12, ’12 12:16 PM
for everyone

Beberapa minggu yang lalu, bulan Juli tanggal 16, ketika Mas Edwin bercerita tentang sisi lain Bill Gates yang orang-orang ketahui sebagai pendiri Microsoft yang memiliki hati yang baik dan sukses dan mampu menginspirasi banyak orang karena perjuangan kerasnya di mulai dari ‘nol’ namun dibalik semua itu dia ternyata telah melakukan berbagai kecurangan dan penghianatan terharap teman-temannya hingga kemudian menyebabkan dia bisa menjadi seperti yang sekarang, saya terdiam.

 

Ini bukan fokus soal Bill Gates sebenarnya. Tetapi lebih kepada pekerjaan yang dia geluti: bisnis. Dan setelah membaca komentar itu, mengingat beberapa kejadian saya yang telah lampau, saya berkata begini kepada mas Edwin (dalam bahasa inggris-dengan grammar berantakan seperti biasa-yang saya terjemahkan berikut ini):

 

Kadang seorang bisnisman itu bisa memiliki arti multitafsir; bagus tidak selalu bagus, buruk tidak selalu buruk, buruk menjadi baik, dan baik bisa menjadi jelek. Tapi kadang, baik dan buruk bisa saja bersatu, atau bisa juga terpisah (karena persaingan), namun bisa juga antara orang baik dan orang tidak baik menjadi kabur dan tidak dapat dibedakan.

 

Dan meskipun saat saya kemudian mengamati cara orang-orang berbisnis, ikut terjun ke lapangan dalam urusan bisnis, dan kini tengah membangun sebuah bisnis, kenyataan di atas tak dapat dipungkiri akan dan pasti terjadi. Tidak hanya dilakukan oleh penguasa kelas atas, tapi orang-orang sekitar, yang mungkin saja itu –dulu- teman baikmu, yang bisa saja suatu hari nanti menusukmu dari belakang demi kepentingan bisnis, demi untuk bertahan hidup. Ini menyakitkan, tapi sekali lagi, ini bisa terjadi,

 

Multiply, tempat saya menulis jurnal yang sebentar lagi akan ditiadakan ini harus saya akui adalah bagian dari bisnis seseorang, suatu perusahaan, yang secara tidak langsung membuat saya bisa mempelajari banyak hal, termasuk untuk membangun sebuah bisnis juga. Lewat dia, saya bertemu beragam karakter, ilmu, pengalaman, sampai berbagi banyak hal sehingga membuat saya merasa bahwa tempat ini adalah awal yang bagus dan paling nyaman untuk membangun bisnis. Dengan dilandasi rasa saling percaya, kecintaan saya terhadap pekerjaan saya dan jalinan network yang sangat luas. Sungguh saya merasa nyaman di sini. Dan mungkin teramat nyaman, sampai kemudian saya tertampar pada kenyataan, Multiply tidak menghendaki saya untuk lebih lama berada di sini, tempat yang seperti rumah ke dua, yang bahkan, sahabat di dunia nyata akan tahu kabar berita soal apa yang telah terjadi pada saya setelah saya bercerita di tempat ini.

 

Saya tak terima. Apalagi Tuan Besar Multiply berjanji tidak akan menyingkirkan fitur ini di masa yang lampau. Dia berjanji. Dan dia membuat seolah dia tidak mengatakannya dan lalu memutuskan bahwa lima bulan lagi saya harus beranjak dari sini dan berpindah ke tempat lain. Saya merasa dikhianati. Saya emosi. Dan tentu, emosi ini bukan milik saya pribadi. Namun setelah masa itu berlalu, saya kembali tergugu. 3600 komentar lebih mengucap sumpah serapah kepada Stefan atas keputusan mendadak ini (yang pada kenyataannya sebagian orang telah memprediksikan hal ini jauh-jauh hari sebelum keputusan ini diambil dan saya termasuk yang awalnya tidak yakin itu akan terjadi) adalah juga bagian dari bisnis. Dia bisnisman, memikirkan bisnis, dan mencoba mengembangkan bisnisnya dengan lebih baik meski dengan keputusan vonis yang buruk: mematikan fitur blogger, yang menurut sebagian orang-dan saya- keputusan itu(terlalu) gegabah dan terburu-buru.

 

Ilustrasi semacam ini seperti ketika seorang saudagar kaya membangun sebuah kapal besar dengan segala fasilitas yang memadahi lalu ditempati oleh banyak penghuni yang dari ke hari merasa memiliki satu sama lain, dan kemudian pada suatu pagi buta, penghuni kapal itu mendapati sebuah surat edaran yang bertuliskan, mohon maaf, beberapa bulan lagi kapal besar ini akan dirombak menjadi kapal khusus untuk berdagang, segera pindahkan barang-barang Anda jika barang Anda tidak ingin lenyap begitu saja karena ikut perombakan itu. Saya termasuk yang berada di kapal besar itu, menghuni salah satu kamar, dan kemudian terkejut mendapatkan surat edaran –yang diberikan oleh karyawan saudagar kaya yang tinggal di lantai dua, menjaga jarak sejauh mungkin sehingga melewatkan apa yang ingin kami sampaikan- terselip di sela pintu kamar.

 

Bagaimana pun perasaan saya tentang keputusan besar ini, tentu tidak akan membuat semua orang yang membaca ini menjadi lebih baik. Ini adalah bisnis, dan bagaimana pun kesedihan saya dan mungkin teman-teman yang lain yang memiliki perasaan dan rasa memiliki di Multiply ini, tidak akan membuat seorang bisnisman mengalihkan keputusan itu dengan segera kecuali keputusan itu menguntungkan dirinya, dan terutama perusahaan.

 

Saya tahu ini pahit. Tapi bagaimana pun cara saya melawan, ini adalah bagian dari kehidupan yang tak dapat dihindari. Satu-satunya jalan adalah berhenti mengeluh dan menangis, menahan perasaan, mengatur segala jadwal dan kegiatan yang direncanakan dan tidak sesuai rencana, dan mulai berbenah ke tempat lain. Membantu teman-teman yang masih kebingungan dan syock akan keputusan ini meski sebagian yang lain merasa rumah di dalam kapal besar ini hanyalah sebuah rumah biasa sekedar sebagai tempat pelepas penat, atau sebagai salah satu tempat favorit yang tak akan lagi mereka jumpai di kemudian hari.

 

“Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Setiap akhir pasti ada awal yang baru untuk diri sendiri, untuk lainnya, untuk kita, untuk mereka. Hidup terus berjalan. Sebagaimana kita mengunjungi timeline yang tak henti bergerak dan mengutarakan beban dan kesenangan akan hidup.

Aku sering menyaksikan kedatangan, dan aku sering pula mengikuti sejarah kepergian. Mereka tinggal dan bermain bersama, dan lalu pergi meninggalkan jejak yang cuma bisa kupandangi dengan perasaan-perasaan sendu, tanpa bisa kucegah.

“Setiap orang memiliki jalannya masing-masing. Tak ada hak kita mencegah kepergian”

Dan lalu akupun memilih mengukir senyum sendiri, menggambar langit, menggambar pelangi, menggambar kawan-kawan yang bisa membuatku tertawa dan menangis di saat bersamaan. Lalu kemudian mungkin suatu hari nanti mereka yang telah pergi itu akan kembali dan membawa cerita baru untuk kudengarkan, kusaksikan.

-RWS-

ket: Inilah hidup, dikutip dari perkataan Mas Edwin kepada saya, waktu itu

 

28 CommentsChronological   Reverse   Threaded

tintin1868 wrote on Aug 12
semua hidup ada resikonya.. dan semua pilihan pun lebih beresiko..
ku jadi maklum kog pilihan stef itu.. sedih emang.. mo gimana lagi?*ga enak jadi stef sekarang ya.. berasa jadi billgates awal bisnisnya..

ninelights wrote on Aug 12

semua hidup ada resikonya.. dan semua pilihan pun lebih beresiko..
ku jadi maklum kog pilihan stef itu.. sedih emang.. mo gimana lagi?

*ga enak jadi stef sekarang ya.. berasa jadi billgates awal bisnisnya..

untuk masalah Stef,
saya pribadi akan sedikit respek dengan beliau kalau beliau bersedia ditemui untuk diajak duduk bareng ngomongin masalah ini, karena bagaimana pun juga, kita semua berada di dalam perahu yang sama …tapi sudah bukan rahasia lagi jika pihak multiply dan terutama blogger, ada jarak yang jelas terbentang…

Saya yakin ada beberapa teman yang tetap mengusahakan yang terbaik untuk masalah ini, salah satu caranya adalah dengan berusaha untuk bertemu dengan beliau dan bernegosiasi…dan saya hormati itu …

onit wrote on Aug 12
pak stipjob aja malah ditendang dari apel, pdhl dia pendirinya. tega, kan? -_-;;
dan krn pak stipjob keren, apel narik dia lagi deh setelah bbrp thn..

onit wrote on Aug 12
ya, ini memang keputusan bisnis. tapi ini bisnis ala jaman purba. jaman skrg gak bisa bisnis sambil bikin USER SEDIH. itu namanya bunuh diri.pelayanan customer jaman dulu aja kan mementingkan soal kepuasan. skrg gak bisa cuma puas. harus HAPPY.

ya contohnya apel. gitu2 doang hapenya. tapi bikin yg pake hepi. laku keras, kan?

waktu pez bikin rumah ini, doi udah jagoan. para cs-nya keren. dulu brp kali aku kontak, dijawab dgn cepat dan ramah. pez jg jago secara teknis. fitur2nya juga keren. fesbuk kalah (as i wrote in my blog). tapi perusahaan besar itu (yg mempekerjakan stef) membeli rumah ini, dan sungguh kurang belajar memahami kondisi.

MP mulai menyurut ketika fitur mp3-nya ditutup, dan smakin pudar ketika muncul FaceBook, kmudian twitter. Sbagian orang masih bertahan di MP, dan dengan kebijakan yg baru ini, khususnya untuk di Indonesia, Gwe rasa kepopuleran MP akan semakin menyurut. Why don’t you also migrate to FB then? Or even YouTube?🙂

ninelights wrote on Aug 12
onit said

pak stipjob aja malah ditendang dari apel, pdhl dia pendirinya. tega, kan? -_-;;
dan krn pak stipjob keren, apel narik dia lagi deh setelah bbrp thn..

yes, Onit. Itu yang diceritakan mas Edwin juga. Steve Job didepak dari perusahaan yang didirikannya sendiri. What the amsyong bleh decision…And…This is another fact about Bill Gates, yang mungkin orang-orang belum tahu, dan aku kutip dari omongan Mas Edwin:
“Bill Gates is a very good businessman, and he used and betrayed many people, including Steve Job, to be what he is today.”

dan sepertinya, setelah urusan perpindahan dan re-schedule segala hal di sini selesai, aku perlu baca biografi Bill Gates biar lebih afdol.

ninelights wrote on Aug 12
onit said

ya, ini memang keputusan bisnis. tapi ini bisnis ala jaman purba. jaman skrg gak bisa bisnis sambil bikin USER SEDIH. itu namanya bunuh diri.

hahaha :))
Iya, Bisnis ala jaman purba :)))))
Sudah bermacam usaha juga dilakukan oleh teman-teman kurasa, agar CEO Multiply tidak terlalu gegabah dalam mengambil keputusan. Sayangnya janjinya seperti belut, susah dipegang, dan itu membuat sedih banyak orang. Mereka kehilangan kepercayaan.Kalau pihak Multiply, sampai saat ini juga belum bersedia ditemui, meski sudah beragam cara dilakukan, termasuk gerakan petisi dan gerakan menyuarakan ucapan ‘terima kasih’ di twitter,

betul,

itu bunuh diri. Membangun sebuah komunitas itu sulit, seperti MAs Jonru bilang, tapi di Multiply ini komunitas sudah terbangun dengan sendirinya tanpa Multiply susah payah lagi membangun. Tapi sekarang, beberapa bulan lagi, dia memutuskan untuk membubarkan komunitas itu …
Tanpa perlu disumpahi, sekali lagi, benar kata Onit, mereka sedang melakukan yang namanya bunuh diri …

ninelights wrote on Aug 12
onit said

tapi perusahaan besar itu (yg mempekerjakan stef) membeli rumah ini, dan sungguh kurang belajar memahami kondisi.

hu-um…jaraknya demikian jelas terbentang, Onit … Mereka terasa asing untuk para blogger, padahal blogger pun juga sudah susah payah untuk mencoba berkomunikasi dengan mereka. Dari cara halus, sampai kasar karena saking kesalnya blogger dianggap ‘cuma perusuh’, ‘spammer’, pdahal yang paham teknologi, marketing, dan lain-lain ada semua di sini… di perahu yang sama.

orangjava wrote on Aug 12
Ya udahlah, kalau mereka ingin makin kaya..kita dah kenalan dan akrab disini, pindah rame² saja….aku cuma mikir sedikit, seandainya hanya tukang jualan saja di MP, siapa yang beli ?? pernah aku singgung, soal ini…
kan gak ada yang baca* Mampir mbak ada BH *baru tetek bengek???
Saya Jowo asli nrimo…pindah ..wae dengan bantuanmu semalam…..

afemaleguest wrote on Aug 12
pindaaahhh
pindaaahhh
yuuuuuuukkkk

ninelights wrote on Aug 12

MP mulai menyurut ketika fitur mp3-nya ditutup, dan smakin pudar ketika muncul FaceBook, kmudian twitter.

Yes, and no, Am. Sejak facebook dan apalagi twitter diluncurkan, teman-teman memang mulai berpindah. Tapi tak sedikit orang yang tetap tinggal di sini. Contoh simpelnya ketika seorang teman posting jurnal yang komentarnya bisa tembus sampai 200 – 300, yang bukan OOT semata, yang bukan itu-itu saja orangnya.

ninelights wrote on Aug 12

Why don’t you also migrate to FB then? Or even YouTube?🙂

Facebook sudah punya lama, tapi untuk ngeblog, di sini tempat yang-masih- paling nyaman sebelum nanti mulai membiasakan diri di tempat yang baru.
Youtube juga sudah punya. Tapi nunggu aku buat film pendek buatan sendiri dulu, baru posting banyak di sana.😄

ninelights wrote on Aug 12

Ya udahlah, kalau mereka ingin makin kaya..kita dah kenalan dan akrab disini, pindah rame² saja….aku cuma mikir sedikit, seandainya hanya tukang jualan saja di MP, siapa yang beli ?? pernah aku singgung, soal ini…
kan gak ada yang baca* Mampir mbak ada BH *baru tetek bengek???
Saya Jowo asli nrimo…pindah ..wae dengan bantuanmu semalam…..

hehe …
Sampai jurnal ini diluncurkan, saya juga heran sebenarnya. Tapi mungkin, mungkin saja, mereka sudah memiliki pasarnya sendiri, jadi mereka tak butuh blogger, tapi itu masih dugaan Rana saja, Mbah.🙂

ninelights wrote on Aug 12

pindaaahhh
pindaaahhh
yuuuuuuukkkk

minggu ini lagi ‘mrei’ mindahi dulu, mbak.
ID di wp Mbak Nana sama kayak di mp?

orangjava wrote on Aug 13

hehe …
Sampai jurnal ini diluncurkan, saya juga heran sebenarnya. Tapi mungkin, mungkin saja, mereka sudah memiliki pasarnya sendiri, jadi mereka tak butuh blogger, tapi itu masih dugaan Rana saja, Mbah.🙂

Kasian yak yang sering nawarin *Mampir Mampir yak Cantik ada BH baru Stok hebat….kita gak bisa lihat lagi….

orangjava wrote on Aug 13

pindaaahhh
pindaaahhh
yuuuuuuukkkk

Telat…..

pennygata wrote on Aug 13
masih bingung mindahinnya Na..

tintin1868 wrote on Aug 13
jadi inget ebay.. dulu juga kaya gini.. situs pertemanan, ternyata dibikin jadi jual beli.. dan bloggernya digusur.. mungkin empi mo dibikin kaya gitu.. udah ada pasarnya.. kalu ga yakin punya pasar, ga bakalan blogger digusur..

edwinlives4ever wrote on Aug 13

udah ada pasarnya.. kalu ga yakin punya pasar, ga bakalan blogger digusur..

Yup, that sounds logical enough, doesn’t it? There is only one flaw in their logic, and that’s the fact that many of the bloggers in Multiply came from places that had been shut-down or had kicked the out. Some of them, or even lots of them, might be fed up with the repeated migration and think that enough is enough. Some may even seriously consider a retaliation.

syifarah wrote on Aug 13
blm pindahan jg, malah msh pgn tetep posting :p

martoart wrote on Aug 13
Stef n DT jadi pendiem sekarang…

edwinlives4ever wrote on Aug 13

Stef n DT jadi pendiem sekarang…

One already got ‘CUK’ on his place. The other is expecting the same.

ninelights wrote on Aug 13

masih bingung mindahinnya Na..

aku di pm aja, mbak aga, kalau masih bingung.
Insya Allah aku bantu sebisanya…

ninelights wrote on Aug 13

jadi inget ebay.. dulu juga kaya gini.. situs pertemanan, ternyata dibikin jadi jual beli.. dan bloggernya digusur.. mungkin empi mo dibikin kaya gitu.. udah ada pasarnya.. kalu ga yakin punya pasar, ga bakalan blogger digusur..

aku nggak ngikutin untuk yang ebay,
tapi beberapa point yang diingat di sini:
multiply kuat karena networknya yang terbangun dengan sendirinya
Jika ingin menggusur blogger, bukan hanya sekedar surat cinta seperti itu kurasa, mbak, dan sebaiknya memang, sebelum-sebelumnya, jangan berjanji untuk sesuatu hal yang belum pasti. Apalagi efek domino dari kasus-kasus sebelumnya yang membuat blogger merasa seperti disingkirkan dan dipaksa untuk merasa memang tak pantas ada di sini …Satu hal yang perlu dicatat juga: bisnis dibangun salah satunya adalah atas dasar kepercayaan dan kejujuran.

Jika Stefan bersikukuh bahwa surat cinta itu adalah final answer, maka temuilah kami, hadapi kami, beri kami pengertian semaksimal yang dia bisa dan beri kami jalan keluar terbaik karena bagaimanapun juga blogger sudah nyaman di sini, di multiply. Dengarkan aspirasi kami, buka telinga untuk kami dan benar-benar ucapkan perkataan tanpa bersikap seperti belut, tidak bisa dipegang janjinya.

martoart wrote on Aug 13

One already got ‘CUK’ on his place. The other is expecting the same.

Ternyata Stef n DT pindah ke WordPress

martoart wrote on Aug 13
Ikutan ah…Kutunggu di Martoart.Wordpress.com (masih kosong, sedang dlm proses migrasi include komen yg gagal terus), tapi bisa juga ke sana (sebenarnya lkasinya sama) dengan nama alias: Martonesia.Wordpress.com

ninelights wrote on Aug 13

Ikutan ah…

Kutunggu di Martoart.Wordpress.com (masih kosong, sedang dlm proses migrasi include komen yg gagal terus), tapi bisa juga ke sana (sebenarnya lkasinya sama) dengan nama alias: Martonesia.Wordpress.com

SIYAPPP, Mas Marto.
Nanti kalau udah selesei (sama, belum selesai soalnya XD) aku akan follow panjenengan.🙂

onit wrote on Aug 13

jadi inget ebay.. dulu juga kaya gini.. situs pertemanan, ternyata dibikin jadi jual beli.. dan bloggernya digusur.. mungkin empi mo dibikin kaya gitu.. udah ada pasarnya.. kalu ga yakin punya pasar, ga bakalan blogger digusur..

ebay sejak didirikan thn 1995 udah situs jualan kok. jualan perorangan emang. siapa mo jual apa (barang bekas), lelang apa, dan lalu berkembang jadi tempat jualan usaha2 kecil (yg emang penjual). jadi gak melakukan “gubrak” seperti kasus multiply yg bener2 ganti fungsi.contoh yg ganti fungsi adalah friendster, yg berubah jadi tempat social gaming. tapi itu gak menuai protes krn memang penghuninya rata2 udah kabur dan jelas2 fungsinya sudah tergantikan oleh fesbuk (&multiply juga).

kalo multiply ini udah hajar ganti haluan, membernya masih banyak dan aktif, kenapa pakai cara seperti ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s