Changing Lanes ( 2 0 0 2 )

Kadang kita tidak memiliki hak untuk menilai orang lain itu benar atau salah hanya dengan melihat perbuatannya. Seperti yang terjadi di film Changing Lanes, arahan sutradara Roger Michell ini.

Di awali dari musibah kecelakaan di jalan tol FDR expressway yang membuat Doyle Gipson ( Samuel L. Jackson), seorang ayah yang masih dalam masa pengawasan karena kecanduan alcohol, harus kehilangan hak asuh anaknya hanya karena terlambat datang ke pengadilan. Sementara, Gavin Banek (Ben Affleck) terancam posisinya sebagai pengacara karena menghilangkan barang bukti tentang data perusahaan saat dia hendak bersidang di pengadilan.

Balas dendampun dimulai saat Gipson tahu kalau dokumen yang ada di tangannya adalah dokumen penting milik Gavin yang tertukar, yang membuat hidupnya Gipson hancur dan berantakan. Sementara Gipson yang diburu waktu, melakukan segala cara agar orang keras kepala dan yang membahayakan karirnya itu diberi pelajaran. Pertama, dengan memblokir rekening bank dan kedua, membekukan pinjaman. Doyle Gipson yang hanya salesman sebuah perusahaan asuransi, jadi dibikin frustasi luar biasa.

U know what I thought ?

This is a simple story with a great conflict. Dari sudut pengambilan gambar, aku tidak mempermasalahkan, tapi juga tidak terlalu kagum. Namun dari segi moral, kisah ini mengingatkan aku tentang gambaran rakyat Indonesia yang rela berkelahi dan berdarah-darah demi mempertahankan uang 5.000 rupiah untuk makan malam anaknya yang kelaparan di rumah. So..meski film ini sudah lama, keliatan masih pantas dikoleksi.

3 thoughts on “Changing Lanes ( 2 0 0 2 )

  1. bigayah

    Hmm… saya beri bintang lima untuk ulasan yang diberikan mbak Rana ini. Bahasanya bagus. Harus banyak belajar nih dari si mbak. Hehehe! Aku cuma bisa bengong aja, karena aku belum sempat nonton film ini. Sepertinya harus segera dicari agar aku bisa berkomentar lebih. Film yang dibintangi Samuel L. Jackson sudah menjadi jaminan bahwa fim ini adalah film bagus. Walaupun ada satu film yang dibintangi oleh Samuel L. Jackson pula yang menurut saya gagal, yaitu Jumper. Aku gak doyan film kayak gitu. Hehehe! ;p

    Like

  2. ninelights

    Haiyaaaah..Mas Kikit juga punya banyak referensi film yang lebih bagus dari saya..Dan most of them, aku juga belum nonton..Harus banyak belajar menonton dan mereferensi film..ya gak Mas..?Dan sampeyan tau,a ku juga belum nonton Jumper..hehehe..tapi udah pernah baca referensinya sih..keliatannya seru kalo diliat dari covernya..tapi belum bisa berkomentar karena belum liat isinya..

    Like

  3. bigayah

    Ya aku iseng aja nonton itu semua. Hehehe… Belajar itu sudah pasti. Jangan pernah berhenti untuk belajar. LEARN dan EARN, harus berjalan seimbang ^^Aku cuma lihat sebentar film Jumper, terus karena gak karuan ceritanya, jadi tidak kuteruskan. Hehehe! Ayo, aku tunggu reviewnya yang lain ya. Selera film mbak Rana bagus. Salut!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s