INTO THE WILD ( 2 0 0 7 )

Anti kemapanan begitu terpatri pada diri seorang Christopher McCandless. Pemuda dari keluarga berada ini memiliki keinginan terencana, jauh sebelum kemudian berhasil melewati masa kelulusan dari Emory University di Atlanta, yaitu : hidup di alam bebas. Tanpa uang. Tanpa ikatan. Tanpa peraturan. Tanpa siapapun.

Dalam usianya yang begitu muda, Chris kemudian melakukan perjalanan menuju Alaska dengan peralatan seadanya. Melewati Arizona, California, South Dacota, Meksiko hingga kemudian sampai pada tempat dingin dengan sebuah bus kosong nan rongsok diantara rimbunan cemara yang kemudian dia tempati dan dia beri nama ‘Magic Bus’.

Babak pertama film ini diputar, penonton diajak memihak Chris dengan sifat kedua orangtuanya yang begitu tertata dengan aturan dan tatanan sosial menengah ke atas yang begitu memuakkan. Kitapun akan diajak ‘bertepuk tangan’ saat Chris melakukan perbuatan gilanya dengan menyumbangkan seluruh tabungannya senilai USD 24,000 (240 juta rupiah), menggunting seluruh kartu kredit, dan membakar kartu identitas serta jaminan sosial lainnya dan kemudian menggunakan identitas baru selama petualangannya ke Alaska bernama Alexander Supertramp.

Dalam pertemuannya dengan pasangan hippie, petani gandum dan jagung, dan juga seorang pengrajin kulit yang sudah tinggal di rumah seorang diri, Chris mendapatkan keluarga baru yang begitu mencintainya dan berharap dia menetap bersama mereka. Namun karena sifat anti kemapanannya yang begitu melekat pada dirinya, Chris tetap mewujudkan keinginannya untuk pergi ke Alaska, seorang diri.

Saat durasi menginjak pada babak pertengahan hingga akhir, kita tahu, dan Chrispun sadar bahwa keluarga adalah segalanya. Antara simpati sekaligus tidak rela akan kenekatan usahanya menembus hutan Alaska dengan berbagai macam tanaman pengobat tubuh sampai keganasan alam yang dulu begitu sangat disanjungnya pada akhirnya membunuh dirinya sendiri.

* * *

Sebuah kisah nyata yang diadaptasi dalam format film berdurasi 2 jam 25 menit berhasil mendapatkan penghargaan untuk beragam kategori dari Sao Paulo International Film Festival, Satellite Awards, hingga National Board of Review di Amerika. Lagu Guaranteed yang dinyanyikan oleh Eddie Vedder dan music score Into The Wild masuk nominasi Golden Globe 2008 untuk kategori original song dan original score setelah sang sutradara sekaligus penulis skenario, Sean Penn, dengan sabar menunggu ijin dari pihak keluarga Chris sendiri selama sepuluh tahun.

Dalam akhir hidupnya, Chris menemukan arti yang membuat kita merenungi kalimatnya dalam-dalam, karena :

Kebahagiaan akan terasa nyata saat bisa berbagi bersama orang lain.

Kotatua kedinginan, 21 Oktober 2008

Rana Wijaya Soemadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s