LASKAR PELANGI ( 2 0 0 8 ) : Ketika Perpisahan Bukan Akhir Segalanya..

*Teruntuk janjiku pada Bang Kit dan Mas Har..^^*

Tidak ada yang patut dibandingkan dalam sisi tulisan Andrea Hirata dengan bentuk ‘nyata’ dalam pembuatan filmnya yang berjudul sama, Laskar Pelangi. Akan ada banyak cela dan keantiklimaks-an yang terekam dalam mata seorang pengagum Mahar dan Lintang. Berharap menunjukkan ketegaran sosok Bu Mus, karakter kecerdasan seni Mahar dan kejeniusan otak Lintang dengan lebih detail, tapi itu tidak terjadi.

Namun aku masih memberinya bintang empat. Terlepas dari pemeran Tora Sudiro yang mungkin tidak begitu pantas menjadi guru karena karakter wajahnya yang sudah kadung ‘ternoda’ dengan sikap selengehannya yang khas di Extravaganza. Terlepas juga pada bahasa mereka yang aku sendiri kurang yakin apakah mereka asli orang Belitong atau diceritakan di film sebagai orang Jawa yang dikirim untuk mengajar di Belitong. Dan terlepas juga dengan kekecewaanku pada tarian eksotik khas Afrika yang tidak ditampilkan maksimal di film yang dikagumi banyak masyarakat ini.

Namun yang pasti, segi positif dari tayangan film ini menggugah seluruh lapisan masyarakat untuk mendapatkan hak yang sama, yaitu pendidikan.

Akan ada banyak desa-desa yang dulu tidak terjamah dan dipandang sebelah mata, segera diberikan perhatian dan dukungan serta sarana yang memadai oleh pemerintah. Saya bukan penggemar fanatik Andrea, tapi saya yakin beliau telah menyumbangkan tenaga dan pemikirannya demi memajukan kehidupan bangsa lewat tulisan. Saya juga tidak terlalu dekat dengan Mira Lesmana dan Riri Riza meskipun mereka pernah begitu dekat jaraknya dengan saya *dan saya anggurin saja karena saking kagumnya pada behind the scenenya Gie di kota Semarang,hehehehe*Namun merekapun memiliki cita-cita yang sama, mencerdaskan anak negeri. Karena jenius bukan hanya lahir dari mereka yang berdasi, memiliki laptop dan beragam fasilitas mewah lainnya. Tapi jenius adalah mereka yang mwmiliki fasilitas seadanya namun mampu merubah segala dengan lebih baik..

14 thoughts on “LASKAR PELANGI ( 2 0 0 8 ) : Ketika Perpisahan Bukan Akhir Segalanya..

  1. ikatorey

    ninelights said: Namun aku masih memberinya bintang empat. Terlepas dari pemeran Tora Sudiro yang mungkin tidak begitu pantas menjadi guru karena karakter wajahnya yang sudah kadung ‘ternoda’ dengan sikap selengehannya yang khas di Extravaganza.

    bener banget tuh. Tora belum bisa hilang dari karacater selengekaannya.ngomong-ngomong, janji apa tuh? janji ngasih aku kue yah? mana? huehehhe

    Like

  2. bigayah

    ninelights said: segi positif dari tayangan film ini menggugah seluruh lapisan masyarakat untuk mendapatkan hak yang sama, yaitu pendidikan.

    Ya—- pendidikan… lumayan lah… hahahahaha!Karena walaupun begitu stigma diferensiasi pendidikan di negeri ini susah untuk dihilangkan. Masih banyak yang memendam mimpi untuk sekolah dan masih banyak pula yang memendam janji untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak usia sekolah..Ironis……….

    Like

  3. ninelights

    ninelights said: segi positif dari tayangan film ini menggugah seluruh lapisan masyarakat untuk mendapatkan hak yang sama, yaitu pendidikan.

    @Ms kit:yupi..smoga tdk mnguap & hny utk mjaga ‘nama baik’ ssorg agar tdk dcap g peduli pndidkan..

    Like

  4. ninelights

    ninelights said: segi positif dari tayangan film ini menggugah seluruh lapisan masyarakat untuk mendapatkan hak yang sama, yaitu pendidikan.

    sebagai tambahan..mungkin nasib pendidikan ini sama dengan nasib ekonomi, sosial dan budaya di sekitar..but at least, kita sudah berusaha memulainya dari langkah kecil..seperti yang mas kit bilang padaku..bukan begitu..^^

    Like

  5. harblue

    ikatorey said: janji apa tuh?

    *edan…pistonya singkirin dulu dong…*majukan pendidikan!!! * tapi bukan dengan acungan pistol dikening ya….lagian nyang ini kan belum diintip sebelumnya…pemaksaaaaaaaaaaaaaaaaaaan. tolooooooooooooooooooooooooooong*

    Like

  6. ninelights

    harblue said: *edan…pistonya singkirin dulu dong…*majukan pendidikan!!! * tapi bukan dengan acungan pistol dikening ya….lagian nyang ini kan belum diintip sebelumnya…pemaksaaaaaaaaaaaaaaaaaaan. tolooooooooooooooooooooooooooong*

    BWAHAHAHA!*terbahak penuh kmenangan*itu hukuman bwt yg ngintip,mas..drpd ak kasih tugas ngereview film minimal 9rb karakter dgn spasi:-D?pilih mana?hwhwhwhw

    Like

  7. ayutyas

    harblue said: yang ini aja! tapi, kata-katanya diulang-ulang ya!kan bisa banyak juga tuh, hahahaha *yes!*

    bintang 4 deh buat Laskar Pelangi.Walo mungkin agak ngga sesuai sama novelnya, tapi jauuuuuuuuh lebih baik dari film yang diputar barengan dengan dia di 21. Seperti, Barbie, Cinlok, Chika, Kutunggu Jandamu. Weitsss..film ga jelas..Hmm.. *piss Nana..*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s