LIVOR MORTIS

LIVOR MORTIS
Novel oleh : Deasylawati P

Sebuah koran harian terbitan Minggu, tanggal 24 Mei, memuat berita tentang seorang pasien yang ditemukan sudah dalam keadaan terbujur kaku di Bangsal Teratai II RSUD dr. Sarkadi. Livor Mortis. Begitulah istilah kedokteran menyebut. Sebuah tanda lebam pada mayat yang jelas memastikan bahwa pasien telah benar-benar meninggal. Tanda merah keunguan yang timbul karena penumpukan cairan darah pada area yang terletak di bagian punggung yang akan menetap setelah lebih dari delapan jam dari waktu kematian.

Diduga, pasien meninggal yang bernama Pak Karto ini telah mengalami shock sepsis. Keadaan dimana racun-racun dalam tubuhnya telah menjalar sampai ke bagian syaraf. Tidak ada yang menduga, bahkan para pasien yang satu bangsal dengannya tidak tahu kalau Pak Karta telah tiada karena tidak ada tanda kematian, selain, Livor Mortis.

Disudut lain di rumah sakit yang sama, seorang suami bernama Robi kalap karena merasa pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit sangat tidak memuaskan. Apalagi dia harus menghadapi kenyataan bahwa anaknya yang baru lahir tiga minggu dan belum sempat dia sentuh disebabkan mengalami asfiksia berat, meninggal..
Keadaan semakin parah waktu Robi curiga soal istrinya yang harus melewati operasi ulang tanpa biaya, sementara pihak rumah sakit berusaha mati-matian menutupi kenyataan bahwa operasi ulang tersebut adalah untuk mengambil ‘barang’ yang tanpa sengaja tertinggal di bagian perut saat operasi pertama, yang membuat istri Robi sering demam tinggi..!

Dan Fatiya adalah salah satu juru rawat honorer yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun tidak mudah baginya untuk mengatakan sebuah kejujuran..Kejujuran yang pasti akan membuat nama baik keluarga besar RSUD dr. Sarkadi tercemar, kejujuran yang juga pasti akan membuat jiwanya ikut terancam..Lalu bagaimana caranya memerangi kedholiman ketika menyadari bahwa dirinya, dan pasien-pasien kelas dua dan tiga itu hanyalah semut yang hidup di alam rimba, dimana, yang berkuasa tetaplah pemenangnya..

Novel ini adalah novel tentang tragedi kemanusiaan yang ditulis dengan berani oleh Deasylawati.

Kenyataan bahwa masih banyaknya ketidakseimbangan pelayanan dan diskriminasi kesehatan membuatnya bertekad menceritakan apa yang terjadi. Meski beberapa kisah adalah fiktif, namun basicnya adalah dari kenyataan yang terjadi di lapangan.

Novel dengan jumlah 240 halaman ini sedikit banyak menambah pengetahuan kita tentang istilah dan kode-kode tertentu dari balik dunia kesehatan. Dan tentunya, tujuan utama pembuatan novel ini adalah untuk mengkritik dunia kesehatan di tanah air ini. Ada yang menanggapi bahwa ending dari novel ini tidak terlalu menarik, tapi menurut saya, endingnya masuk akal, karena tidak semua hal bisa diubah begitu saja..

penasaran..?selamat mencari di toko buku..:-p

11 thoughts on “LIVOR MORTIS

  1. ninelights

    pennygata said: Eh dulu aku mikirnya rigor mortis hehehe ternyata tulisannya livor mortis toh🙂

    ahahaha….ho-oh..Livor mortis, Mbak…jadi prihatin..apalagi kayaknya beberapa waktu setelah itu, Rana dapat kecelakaan dan harus di bawa ke rumah sakit buat di periksa….hehehe…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s