[Lomba MP Parodi] The Real Constantine

Jul 11, ’12 3:54 PM
for everyone
 

Hari itu adalah hari terburuk bagi John. John Constantine. Meskipun banyak wanita  yang rela untuk menari uler keket di hadapannya, atau iwak peyek, atau pura-pura pingsan hanya agar bisa berjabatan tangan dengannya dan lalu berfoto bersamanya dan lalu menjadikan foto itu sebagai avatar profil picnya yang baru atau bahkan dijadikan sebagai pas foto e-ktp mereka dan mengubah statusnya menjadi: ‘available just for John Contantine’, John tidak merasa hal itu terlalu penting untuk dipikirkan.

Hennessy berkali-kali bilang bahwa jin kali ini berbeda dari biasanya. Tetapi Constantine tidak pernah mau mendengar. Baginya, jin di mana saja, sama. Jelek, ngomong tidak jelas, dan beraninya main belakang. Bahkan dia merasa sedikit bosan karena jadwal makan siangnya terganggu karena melihat jin dihadapannya ini hanya bisa bersuara “huarrrrrr” atau “hawurrrrrrr” dengan kedua tangan dan kedua kaki manusia yang dirasukinya, diikat di tempat tidur.

Setelah menaruh sebatang rokok yang masih menyala di ujung buffet, membuka tirai jendela, menyodorkan beberapa untai koin dan mengarahkannya ke matahari sambil bergumam “kutukupret, kutukupret, kutukupretkamtothepret,” Constantine naik ke atas ranjang dan mendekatkan wajahnya ke wajah manusia kerasukan itu. Dengan tatapan tajam seperti biasa, Constantine mengintimidasi jin itu.

Alih-alih takut, jin itu menatapnya balik, diam untuk beberapa lama, dan lalu merepetkan kalimat dengan sedikit irama, “tegangan-cinta-tak-dapat-dihindar-lagi-kala-ku-coba-menyapamu-AS-TU-TI! YIHAAAA! membuat Constantine hampir terlonjak dari tempat tidurnya.

“Apa yang-” Dengan wajah terheran-heran dia lalu menoleh ke Hennessy. Si Hennessy cuma memandang Constantine dengan wajah yang menyiratkan kata-kata “Sudah kubilang kan?”

“Halo, John,” sapa jin itu. “John –Astuti-Notobototibolimo-Cons-tan-tine!”

“Bagaimana dia bisa tahu nama asliku??” Constantine menatap jin itu dengan tatapan tak percaya.

“Sudahlah, sana. Aku tidak butuh kau! Penyuka polkadot belang-belang, suka menari balet tengah malam saat sendirian, memakai bulu mata palsu dan lipstick pink, dan buntelan kaos kaki yang kau sumpal ke dadamu dan menangisi kukumu yang patah!”

Constantine hampir menangis dibuatnya. Dengan sisa ketegaran dan kekuatan yang ada, dia sumpal mulut jin itu dengan kaos kaki bau miliknya, dan segera berhambur keluar, meninggalkan jin itu sendirian, tertawa-tawa.

“Hei, Constantine. Tidak apa.” Hennessy memeluk Constantine, menenangkan.

Contantine menahan airmata sambil rebahan di bahu Hennessy. “Ini tidak bisa dibiarkan, Hennessy.”

“Lalu apa kau yakin akan memanggilnya?”

“Hanya dia yang mampu membantuku menyelesaikan pekerjaan ini …” Ujar Constantine sedih sambil tetap menahan sekelumit kecemasan jika nanti yang ditakutkannya harus terjadi juga saat bersama rekan kerjanya yang satu itu.

“Tidak goyanggg, barbel melayanggg!” teriak Agung Hercules di kamar itu. Constantine yang ada dalam satu ruangan dengannya hanya diam memperhatikan sambil mengigit-gigit kukunya. “Ayo, jangan diam saja, bantuin! Nari di depan jin ini!” Agung Hercules melotot. Tangannya yang kekar dan mrengkel dan besar dan sedang mengangkat barbelnya itu membuat Constantine menelan ludah. “Jangan lupa lepas bajumu! Lepas! Sekarang!”

Constantine mulai merajuk lagi. Matanya berkaca-kaca. Dia ingin pergi dari ruangan itu, tapi tidak bisa. Tugasnya harus segera selesai karena jam lima nanti ada janji window shopping dengan Gatotkaca. Diskon 50%. Besar-besaran sampai akhir bulan.

Hennessy tahu Constantine sebenarnya memiliki hati yang rapuh yang bisa gampang menangis kalau dia tersudut. Yang Hennessy tidak tahu, Constantine menangis bukan karena omongan jin itu benar, tapi karena dunia akhirnya harus tahu kalau dibalik jas dan kemejanya dan kulitnya yang putih dan membuatnya tampan rupawan itu sebenarnya sepenuhnya adalah panu yang merata. Itu saja. [ ]

*Sepotong cerita untuk parodi

Ditulis oleh: Rana Wijaya Soemadi

—————————————————————

Inspirasi:

-Dari film “Constantine” [2005] dengan pemeran utama Keanu Reeves sebagai John Constantine, Jhoanna Trias sebagai gadis yang kerasukan jin, dan Pruitt Taylor Vince sebagai Father Hennessy. http://www.imdb.com/title/tt0360486/

Link lagu Astuti, Agung Hercules:

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=pabmBl8Smcc

Listen now for Astuti, Agung Hercules:

Agung hercules – Astuti .mp3
Found at bee mp3 search engine

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s