Luc dan Aku

Keinginan bunuh dirinya sudah lama terpendam. Sudah sejak dia tidak bekerja lagi sebagai seorang pelaut. Waktu itu anak pertamanya sedang mengikuti karya wisata sekolah ke New York saat istrinya kemudian mengabarkan kepada anaknya kalau dia sudah tak ada lagi di dunia.
‘After’ berkisah tentang perjalanan hidup anak pertama bernama Francis yang merasa sangat sedih serta kesepian serta malu karena ayahnya mati dengan cara bunuh diri di loteng rumahnya sendiri. Dia harus berjuang menghadapi omongan keluarga besarnya, melawan rasa khawatirnya kalau-kalau ibunya juga akan meninggalkannya-menyusul ayahnya, memberikan pengertian kepada adik kandungnya yang masih kecil, Luc, yang belum memahami arti ‘ayah sudah meninggal’.

Secara garis besar, novel ini memberikan sebuah gambaran menarik sekaligus memilukan tentang sebuah keluarga yang mencoba menghadapi kenyataan hidup yang pahit setelah orang yang mereka cintai pergi, pergi dengan cara yang tidak wajar.

Yang membuat saya sedikit merasa terganggu saat membaca novel karangan Francis Chalfour ini adalah penggunaan kata hiperbola dan perumpamaan yang kelewat sering pada halaman-halaman awal sehingga saya sudah ‘jengkel’ duluan dan mengecap novel ini adalah novel ‘lebay’.

Lalu saya mencoba untuk ‘tegar’, mengabaikan perasaan itu dan melanjutkan membaca. Ternyata di balik kejengkelan saya, saya mulai merasa suka cara Francis si pengarang menjabarkan Francis si tokoh sebagai seorang pengamat politik dunia secara diam-diam pada umurnya yang terbilang muda. Pada awal-awal dia merangkai bab, kebiasaan Francis si tokoh sudah dijabarkan, tapi saya sungguh baru menyadarinya pada halaman ke enam puluh enam.

“1993. Bill Clinton menggantikan George Bush sebagai presiden–tidak ada lagi memuntahi Perdana Menteri Jepang. Di New York, sebuah bom dalam van yang diparkir di bawah Menara utara World Trade Center meledak, menewaskan enam orang dan melukai lebih dari seribu orang. Kim Campbell menjadi perdana menteri wanita Canada pertama…..”

Waow.

Namun lebih daripada itu semua, Francis si tokoh, tetap kembali khawatir akan adik laki-laki satu-satunya, yang masih polos, yang mengartikan kata kematian dengan sesuatu yang ‘nanti Papa pasti akan kembali’

“Luc!”
Kelihatannya ia tidak mendengarku.
“Apa yang kaulakukan, Luc?”
Kulihat ia telah mengambil tali jemuran dari halaman belakang, dan melilitkannya di leher Sputnik.
“Demi Tuhan, apa sih yang kaulakukan?”
“Aku ingin Sputnik bunuh diri.”
“Hentikan! Apa kau sudah sinting?”
Aku melompat menuruni undakan dan melepaskan tali jemuran itu dari leher Sputnik.
“Aku ingin Sputnik mencari Papa.”….

Juga kepada ibunya, yang sangat terpukul atas kematian suaminya dan lalu menjadi tulang punggung keluarga.

Seandainya Francis si pengarang lebih sabar sedikit, novel ini akan lebih bagus lagi alurnya. Namun secara keseluruhan, lumayan untuk sebuah novel teenlit yang saya temukan dan beli di bazar sejuta buku kemarin. Maksud lumayan disini adalah tidak melulu soal cinta monyet remaja.
‘After’, novel terbitan tahun 2007 ini masuk ke dalam jajaran finalis Governor General’s Literary Awards, Canada Council For The Arts.

Data Buku :

Judul Asli : After
Judul terjemahan : Luc dan Aku
Alih Bahasa : Alexandra Karina
Cetakan pertama : Jakata, Januari 2007: 184 hlm; 20 cm
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s