Sicko ( 2007)

Ketika kita tidak punya asuransi kesehatan, dan harus memilih antara harga $ 60.000 atau $ 12.000 untuk mengembalikan jemari tangan ke keadaan semula, mana yang kita pilih ?

Rick adalah salah satu warga Amerika yang terkena kecelakaan karena terpotong gergaji mesin di jemari tengah dan jari manisnya, dan dia tidak punya asuransi kesehatan. Dan kemudian rumah sakit akhirnya memberikan dua pilihan untuk mengembalikan jarinya. Kelihatan sedikit kalau operasi penyambungannya itu tidak di kurs kan rupiah, tapi coba saya bantu menjabarkannya dengan rinci :

Kalau kurs dollar hari ini adalah Rp. 9,285,
Jadi, untuk harga satu jari manisnya $12,000 x kurs 9,285 = Rp. 111,420,000,- (terbilang, Seratus Sebelas Juta Empat Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah )

Dan untuk jari tengahnya $ 60,000 x Rp. 9285,-. = Rp. 557,100,000,- ( terbilang, Lima Ratus Lima Puluh Tujuh Juta Seratus Ribu Rupiah ).

A lot of prices for just two pieces of nails..

Ya, Rick merupakan salah satu diantara 50 juta penduduk Amerika yang tidak memiliki asuransi kesehatan. But you know, film ini ternyata bukan tentang itu. Tapi malah tentang 250 juta jiwa penduduk Amerika Serikat lainnya, yang justru memiliki asuransi kesehatan dari perusahaan ternama, dan memiliki kisah mengerikan di dalamnya.

Tentang kesaksian seorang customer service, tentang keterusterangan seorang mantan dokter perusahaan asuransi yang akan mendapatkan bonus tertinggi jika paling sering menolak pasien, menolak pengobatan dan dianggap tidak merugikan medis, dan tanpa mengurangi biaya perusahaan sedikitpun, bahkan tentang senjata terakhir perusahaan asuransi yang akan mencari kesalahan calon pemilik asuransi demi mendapatkan uang mereka kembali, apapun itu. Pembunuh bayaran.

Dan saya semakin terkejut ketika Michael Moore berkunjung ke Negara Inggris dan Prancis, dan mendapati bahwa warga disitu tidak membayar biaya kesehatan dan pengobatan karena semuanya di tanggung pemerintah, yang dalam arti kata lain, gratis.

Lebih terkejut lagi, karena di Perancis, perusahaan disana memberikan minimal liburan selama 5 minggu, baik itu freelance maupun pekerja fulltime, hanya untuk mengembalikan stamina karyawannya karena bekerja selama 35 jam kerja, dan itu di gaji, dan kalau kita punya anak, dan butuh pengasuh, akan ada pengasuh dari pemerintah yang datang dan mencuci pakaian dan menjaga anak kita. Belum lagi kalau kita tidak mampu keluar, akan ada pelayanan dokter yang akan datang ke rumah kita dan membantu penyembuhan kita, seperti kalau kita telepon taxi, they will coming soon.

Dilematis kalau melihat tayangan dokumenter ini..Betapa Negara adidaya, Negara super power, Negara yang di segani bangsa lain, amat sangat buruk pelayanan kesehatannya..Bahkan tega membuang pasien hanya karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit..Sementara, Negara seperti Cuba, yang punya citra buruk di mata Amerika, dicap sebagai negara terkutuk,

punya pelayanan kesehatan yang memadahi, orang-orang yang ramah, yang mau mengobati musuh bebuyutannya yang terbuang karena tidak diperhatikan pemerintahnya sendiri, demi dan atas nama kemanusiaan..

17 thoughts on “Sicko ( 2007)

  1. bigayah

    ninelights said: ketika Michael Moore berkunjung ke Negara Inggris dan Prancis, dan mendapati bahwa warga disitu tidak membayar biaya kesehatan dan pengobatan karena semuanya di tanggung pemerintah, yang dalam arti kata lain, gratis

    Sekedar info, mbak. Di beberapa negara Asia pun, seperti Jepang juga memberikan pelayanan gratis kesehatan untuk warganya, di rumah sakit manapun. Kecuali pelayanan kesehatan gigi ya. Tarif dokter gigi di Jepang mahal sekali. Eh… Kita suruh Michael Moore dateng ke Indonesia yuk. Untuk memaksa beliau melihat pula betapa rusaknya sistem birokrasi kesehatan di Indonesia. Hehehe!

    Like

  2. ninelights

    ninelights said: ketika Michael Moore berkunjung ke Negara Inggris dan Prancis, dan mendapati bahwa warga disitu tidak membayar biaya kesehatan dan pengobatan karena semuanya di tanggung pemerintah, yang dalam arti kata lain, gratis

    Oh..di Jepang juga ada toh..wah tinggal disana aja yah..enak..tapi dilarang sampe sakit gigi..hihi..Well, kalo masalah birokrasi, nggak cuma kesehatan aja disini Mas..hampir semua aspek, bahkan sampe masalah security di bandara, if u are someday works or related with this situation, bakalan pusing..gemes..pengen ngucek-ngucek..tapi nggak berdaya..karena itu sudah mengakar..ah, semua dilema Mas..but maybe, kitanya yang kasian..sudah bersimpati dengan keadaan mereka, tapi mereka nyalah gunain..but that is our world..our country..but maybe someday we’ can fight this situation with a different way..ya nggak?

    Like

  3. bigayah

    ninelights said: ketika Michael Moore berkunjung ke Negara Inggris dan Prancis, dan mendapati bahwa warga disitu tidak membayar biaya kesehatan dan pengobatan karena semuanya di tanggung pemerintah, yang dalam arti kata lain, gratis

    Di Jepang, Filipina, dan India (kalau tidak salah)… Kalo di Jepang, susah rasanya untuk tidak sakit gigi. Karena kebiasaan mereka menyantap makanan yang masih panas, makanan yang manis-manis (kue Jepang itu manisnya gak ketulungan!), dan minuman dingin, itu susah untuk dihilangkan. Oh.. saya tahu itu, mbak… Di kantor kita masing-masing pun pasti mengalami keribeta birokrasi. Itu yang buat saya pengen ngubek-ngubek manajemen perusahaan agar tidak melulu berpegang teguh pada segala macam keribetan yang sudah menjadi formatan turun-menurun di negeri ini. Mari melangkah dan berjuang bersama… *halah!*

    Like

  4. ninelights

    ninelights said: ketika Michael Moore berkunjung ke Negara Inggris dan Prancis, dan mendapati bahwa warga disitu tidak membayar biaya kesehatan dan pengobatan karena semuanya di tanggung pemerintah, yang dalam arti kata lain, gratis

    Mari wujudkan Indonesia merdeka..hehehe

    Like

  5. bigayah

    ninelights said: ketika Michael Moore berkunjung ke Negara Inggris dan Prancis, dan mendapati bahwa warga disitu tidak membayar biaya kesehatan dan pengobatan karena semuanya di tanggung pemerintah, yang dalam arti kata lain, gratis

    Mari kita wujudkan perubahan untuk negeri ini. Hehehe!

    Like

  6. julianawa

    ninelights said: ketika Michael Moore berkunjung ke Negara Inggris dan Prancis, dan mendapati bahwa warga disitu tidak membayar biaya kesehatan dan pengobatan karena semuanya di tanggung pemerintah, yang dalam arti kata lain, gratis

    Yang ngebuat nih film setauku emang pembuat film yang model bgnian, yg isinya mencari keburukan pemerintah, dan sangat kritis (keren). Dan pemerintah AS emang udh curiga ma dia.Dulu nih film pernah diulas di Suara Merdeka Minggu, tapi lupa aku..😀

    Like

  7. bigayah

    ninelights said: ketika Michael Moore berkunjung ke Negara Inggris dan Prancis, dan mendapati bahwa warga disitu tidak membayar biaya kesehatan dan pengobatan karena semuanya di tanggung pemerintah, yang dalam arti kata lain, gratis

    Yup! Mbak Julia memang benar. Wajar memang kalau Michael Moore ini suka membuat film dokumenter karena ia adalah seorang jurnalis. Sehingga ia membuat film dengan perspektif dan kemasan ala seorang jurnalis. Film dokumenter karya dia lainnya adalah Fahrenheit 9/11 (2004), yang pernah dapat penghargaan sebagai film dokumenter terbaik.Ah.. pemerintah Amerika mah memang gak beres. Mereka tidak ingin doktrinasi bahwa “America is no.1” yang telah disuntikkan ke dalam otak warganya gagal. Mereka telah berusaha menampilkan betapa Amerika adalah negara dengan sistem terbaik di dunia. Sehingga kebobrokan yang disuguhkan oleh Michael Moore ini, membuat pemerintah gusar. In Sicko (eventhough I don’t watch it yet), sure, he made some very interesting points. He clearly show us how bad America in every single system. But here’s the core of the problem, everyone has brainwashed by republic government that their industry, mostly health care industry is pretty damn good! I think if you asked the average person in America or the-America-lunatic-fan, they’d say they’re amazingly happy with healthcare costs and services. Tapi hebatnya, Michael Moore terus melangkah dengan segala macam proyeknya itu. Inilah yang membuat Michael Moore luar biasa.

    Like

  8. ninelights

    ninelights said: ketika Michael Moore berkunjung ke Negara Inggris dan Prancis, dan mendapati bahwa warga disitu tidak membayar biaya kesehatan dan pengobatan karena semuanya di tanggung pemerintah, yang dalam arti kata lain, gratis

    @Yeti:Michael Moore cuma satu dari segeintir orang yang berani menyuarakan kebenaran, Nduk..Super Size Me dan Where Is The World is Osama Bin Laden karya Morgan Spurlock juga membuka mata dunia tentang nilai gizi dari makanan cepat saji dan tentang fakta bahwa Islam itu cinta kedamaian bukan agama teroris seperti yang digembar gemborkan pemerintah George W bush..@Mas Kikit:Akhirnya..hehehehe..Akhirnya..Bagus juga jawabanmu Nak..Hahahaha..Well, Dan soal film berjenis dokumenter, yang saya tahu, tidak hanya orang yang berprofesi Jurnalissaja. Cuma karena mungkin penempaan mental dan cara mengumpulkan datanya sudah terlatih sewaktu jadi reporter ato wartawan, jadi kelihatan semakin bagus untuk menyusun ceritanya, apalagi soal politik atau hal-hal yang berbau pemerintah..Tapi kalo kita, misalnya mo berniat bikin film tentang ‘penemuan si jeruk Kingkit’ ato ‘pertemuan si Oushin dan brownies’, itu udah termasuk film dokumenter..cuma lebih ringan..begitu..

    Like

  9. bigayah

    ninelights said: Super Size Me dan Where Is The World is Osama Bin Laden karya Morgan Spurlock juga membuka mata dunia tentang nilai gizi dari makanan cepat saji dan tentang fakta bahwa Islam itu cinta kedamaian bukan agama teroris

    Kalo gitu, mbak sudah nonton atau baca Fast Food Nation? Nah… itu juga salah satu yang menjungkirbalikkan perspektif kita terhadap hegemoni makanan cepat saji.Wahhhhhh………. Saya kasih bintang lima untuk themes-nya yang baru… Hihihihi! Apa kabar, mbak? terima kasih sudah membalas pesan singkat saya ^___^Memang bukan hanya haknya wartawan saja pembuatan film dokumenter. Tapi… dengan ilmu yang mereka miliki, jelas mereka lebih andal dan terlatih dibandingkan saya misalnya, yang pernah punya ide bersama teman-teman komunitas, bermaksud membuat film dokumenter tentang kamar mayat… Tapi kalau mbak Rana sih pasti semuanya bisa… Dari menulis hingga membuat film… Luar biasa… ^___^ Sudah baca PM saya kan, mbak? Maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan… Hati-hati pulang ke rumah, mbak…

    Like

  10. ninelights

    bigayah said: Tapi kalau mbak Rana sih pasti semuanya bisa… Dari menulis hingga membuat film…

    Nggak semuanya saya bisa..Saya cuma manusia biasa sepeti yang lain..untuk film dokumenterpun saya belum pernah coba..tapi untuk stepnya mungkin saya bisa sedikit ngasih petunjuk..

    Like

  11. bigayah

    bigayah said: Tapi kalau mbak Rana sih pasti semuanya bisa… Dari menulis hingga membuat film…

    Kita semua manusia biasa, Na… Tapi ada manusia yang memiliki kemampuan luar biasa, dan salah satunya adalah kamu. Tak sadar kah bahwa dirimu memiliki begitu banyak potensi? Memang belum pernah nyoba, tapi setidaknya dirimu sudah cukup menguasai teorinya. Itu sudah lebih dari cukup dan menunggu kesempatan yang datang untuk mengaplikasikan teori tersebut.

    Like

  12. ninelights

    bigayah said: Tapi kalau mbak Rana sih pasti semuanya bisa… Dari menulis hingga membuat film…

    Ah, maca cih mas..?*sok imut*Well..saya*duh, resmi bener ngomongnya*tidak mrasa ada hal yang patut terlalu dipuji dari saya..I’m just an ordinary people from Semarang yang kebetulan masuk ke sebuah UKM bernama Kronik Filmedia dan akhirnya bisa menjadi penulis skenario..tapi saya masih belum melakukan apa-apa*sungguh saya masih belum melakukan apa-apa*..tapi mungkin suatu hari nanti bisa terwujud dgn diawali dari satu rim skenario..

    Like

  13. bigayah

    bigayah said: Tapi kalau mbak Rana sih pasti semuanya bisa… Dari menulis hingga membuat film…

    Pujian kadang dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Itulah fungsi “belief”. Sehingga seseorang akan merasa bahwa dia sangat berarti setidaknya untuk dirinya sendiri. Nana tidak hanya berarti untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain, terutama untukku. Karena sudah berkenan menerima seorang Kikit yang aneh ini menjadi seorang teman, bahwa saudara.. *kepedean…* ^___^

    Like

  14. bigayah

    bigayah said: Tapi kalau mbak Rana sih pasti semuanya bisa… Dari menulis hingga membuat film…

    Usap airmatamu, Nana… Usah kau tunjukkan harumu, karena airmata dan harumu lebih berharga untuk kau beri dan sembahkan untuk Dia yang telah menciptakanmu… *tepuk-tepuk pundak Nana*…Hati-hati ya pulang ke rumah… Jangan telat makan malam… Assalamu’alaikum…

    Like

  15. kurokoi

    bigayah said: Tapi kalau mbak Rana sih pasti semuanya bisa… Dari menulis hingga membuat film…

    one of my fav in documentary :)utk tambahan di Hong Kong jg utk proses bersalin gk perlu biaya :)Semoga di masa depan ada Michael Moore indonesia ^^Tfs, nice article!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s