Sometimes In April ( 2 0 0 5 )

Selama kurang lebih dua bulan terakhir ini saya berusaha mencari film berjudul Hotel Rwanda. Film produksi tahun 2004 itu dibuat berdasarkan kisah nyata mengenai pembantaian besar-besaran yang telah menelan hampir satu juta jiwa penduduk Rwanda, sebelah selatan Uganda, Afrika Tengah, hanya dalam seratus hari.

Para penyiar RTLM ( Radio Television des Milles Collines ) adalah provokator paling berpengaruh yang mampu menggerakkan rakyat Hutu untuk, tanpa ragu-ragu, menebas leher dan bahkan membacok tubuh orang-orang yang berasal dari suku Tutsi, berapapun usia mereka, apapun status hubungan mereka dengan suku Tutsi di masa lalu, dan sedang dalam kondisi apapun mereka saat itu.

Tampaknya rencana genocide itu, begitu istilah dunia menyebutnya, sudah direncanakan jauh-jauh bulan sebelumnya. Berdasarkan bukti dan keterangan para saksi yang masih hidup, para tentara dan militan Hutu telah memesan dan menyetok senjata dan meminta data seluruh suku yang ada di Rwanda agar dengan mudah melakukan sweeping terhadap suku Tutsi.

Dan akhirnya, pada tanggal 6 April 1994, saat pesawat yang ditumpangi presiden Rwanda, Habyarimana, ditembak jatuh, dimulailah tragedi memilukan itu. Tragedi yang hanya menjadi tontonan tentara Belgia, PBB, Perancis, dan Amerika. Pasukan mereka ditarik mundur, menjadikan Rwanda benar-benar diabaikan dan tidak ada harganya.

* * *

Sometimes in April adalah film lain yang saya temukan untuk melihat gambaran tentang kekejaman international, mengobati rasa penasaran saya terhadap Hotel Rwanda yang pada saat itu memang belum juga saya dapat. Berkisah tentang Augustin Muganza ( Idris Elba), tentara suku Hutu yang lebih mementingkan keluarga dan istrinya, perempuan Tutsi beserta ketiga anaknya, daripada harus ikut berperang untuk membasmi para kecoa ( istilah untuk suku Tutsi). Di sisi lain, Honor ( Oris Erhuero ), adik Augustin, adalah seorang penyiar radio RTLM sekaligus Hutu militan yang ikut serta dalam mengompori seluruh rakyat Rwanda, khususnya suku Hutu, untuk menghabisi nyawa suku Tutsi. Bahkan apabila ada suku Hutu yang mencoba untuk melindungi orang-orang Tutsi maka mereka dianggap sama tak berharganya, sama kecoanya. Dicap sebagai penghianat yang harus segera dibasmi.

Saya menunggu selama beberapa hari untuk mereview film ini setelah sebelumnya, akhirnya, bisa menemukan dan menonton Hotel Rwanda(HR) sebagai pembanding. Dan kesimpulan yang saya dapat, Sometimes in April (SIA) lebih bagus dalam hampir segala hal dalam proses pembuatannya.

Meski HR memang benar mengangkat kisah nyata tentang seorang pengelola hotel yang menjadi pahlawan untuk lebih dari seribu satu pengungsi suku Hutu dan sebagian besar suku Tutsi, cerita SIA saya rasa lebih padat, datanya lebih komplit, mengalir, dan mampu menyampaikan informasi yang detail dengan gambar dan keterangan yang tidak terlalu panjang. Dan yang pasti, kita lebih bisa merasakan kepedihan yang sesungguhnya ayng terjadi di Rwanda saat itu.

Tidak ada pahlawan. Hanya rasa kemanusiaan dan perjuangan untuk bertahan hidup menyelamatkan nyawa generasi penerus rakyat Rwanda.

12 thoughts on “Sometimes In April ( 2 0 0 5 )

  1. ninelights

    donaldduck87 said: Hotel Rwanda…penasaran sampe sekarang…pernah tanya di Disc Tarra ga’ ada….huffff

    memang agak susah nyari film itu…tapi, aku merekomendasi untuk nyari SIA juga..sisi kemanusiaan dan perjuangannya lebih kentara..menurutku..^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s