Street Kid

…….’Kau ingin makan, bukan ?’ aku menatap hampa padanya, tak bersuara. ‘jawab pertanyaanku ! Kau ingin makan ?’ Aku tidak tahu harus menjawab apa, tetapi aku tahu apa pun yang kukatakan tak akan menghentikan ayah sekarang.
Ayah berjongkok di dekat perapian dan memungut sekop batu bara. Dia mengorek-ngorek bagian belakang perapian sampai terdapat setumpuk jelaga di garangan dan kemudian menyekopnya ke dalam loyang roti. Sekarang aku tahu apa yang akan dia perbuat.
Buka mulutmu !’ Dia menyodorkan sesendok jelaga ke depan mulutku. Aku tidak langsung membuka mulut, jadi Freda mencengkeram kepalaku dan memegangnya agar tidak bergerak sementara ayah menyodorkan sendok itu ke sela-sela gigiku dan menjejalkannya dengan paksa.
Mulutku sudah kering karena wafer. Aku berusaha menelan, tetapi jelaga itu menyumbat pangkal tenggorokanku. Rasanya pahit dan membuat air mata berlinangan; lantas jelaga itu memasuki batang tenggorokanku dan aku tersedak.
Ayahku menjejalkan sendok kedua jelaga ke dalam mulutku.
‘Makan, anak nakal ! Masih ada banyak.’
Ketika sudah tak dapat memasukkan jelaga lagi ke dalam mulutku, ayah melepas ikatanku. Dadaku kembang kempis hebat sedangkan kedua mataku basah dan tak bisa bernafas. Aku terbatuk-batuk hebat dan hampir tak bisa bernafas. Yang bisa kulihat di sela-sela kekaburan hanyalah wajah ayahku yang mengerikan, putih sepucat hantu dengan sepasang mata seperti dua butir batu bara hitam menghujamkan kebencian nan dingin dan psikotik. Wajah kurus keji berjanggut kambing itu akan menghantuiku selamanya.
Ayah belum selesai. Aku masih duduk di kursi, terlalu takut untuk bergerak. Dia meraih bretelnya dan mulai mencambuki kepalaku lagi dan lagi dengan sekuat tenaga. Sungguh terlalu sulit untuk bernapas dengan semua jelaga di mulutku sehingga aku nyaris tak menyadari rasa sakitnya. Kukira aku bahkan tidak mengangkat tangan ke atas untuk melindungi kepalaku. Tak lama kemudian aku sudah hampir tak sadarkan diri dan ruangan di sekitarku mulai menghilang…..
(halaman 40-41)

* * *

Street Kid adalah novel yang bercerita tentang kisah nyata seorang Judith Richardson, perempuan kelahiran 16 Mei 1945, yang telah mengalami kekerasan kehidupan di masa lalunya. Di awali saat dia berusia dua tahun. Bersama kedua kakaknya, Dora dan Mary, mereka ditinggal dan dibiarkan begitu saja sendirian di rumah selama tujuh minggu tanpa adanya persediaan makanan,lampu dan penghangat ruangan padahal saat itu adalah bulan januari, bulan dengan rmusim dingin yang akan terus berlangsung sampai bulan maret tiba.

Sekelumit masalah keluarga yang tak kalah suram membuat Judy dipaksa ayahnya untuk berpisah dengan ibu dan kedua kakaknya. Penyiksaan secara fisik dan mental kemudian mulai diterima Judy, panggilan kecil Judith, saat dia diharuskan tinggal bersama selingkuhan ayahnya, Freda dan ayah kandungnya sendiri di sebuah kota di dekat Manchester.

Pada bab demi bab yang kita baca, kita akan merasakan, betapa seorang Judy sungguh terlalu tak layak untuk melewati masa dimana dia seharusnya bermain dan belajar. Kitapun akan ‘menyaksikan’ kerapuhan, kedepresian, tingkat setara hampir mati seorang Judy yang masih saja harus melewati masa betapa dunia luar tidak lebih baik daripada dengan ayah kandungnya sendiri. Namun, disaat-saat paling sekarat hidupnya, Judy belajar..Judy tidak menyerah..Judy tetap memiliki rasa syukur bahwa orang lain keadaannya jauh lebih mengerikan daripada apa yang dia rasakan di hampir separuh hidupnya di dunia ini..hingga Judy bercita-cita..agar suatu hari nanti dia bisa membantu orang-orang yang bernasib sama seperti dia….

Judy dengan tiga ratus enam puluh tujuh halaman yang penuh dengan inspirasi hidup..

Luka psikologis masa laluku masih perlu bertahun-tahun untuk sembuh, tetapi malam itu aku menemukan kedamaian dengan hidup dan diriku sendiri.
-Judith Richardson-

-Rana Wijaya Soemadi-

6 thoughts on “Street Kid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s