The Naked Traveller

Kalau Anda mengaku backpacker, tidak lengkap rasanya kalau belum membaca kumpulan cerita seorang wanita pekerja kantoran biasa dari Indonesia yang sudah keliling dunia ini. Trinity, begitu nama penanya. Wanita yang bergelar sarjana komunikasi lulusan Universitas Diponegoro ini membagikan seluk beluk kondisi pesawat, sampai pada masalah ‘masuk angin’ yang sangat tidak familiar di telinga orang luar. ‘The Naked Traveller’, judulnya. Buku yang saya beli ini sudah masuk ke cetakan ke sembilan pada bulan Januari 2009, sementara, terhitung sejak buku ini terbit di bulan Juni 2007, Trinity sudah berkunjung ke hampir semua provinsi di Indonesia dan 33 negara di dunia.

Setiap bab yang saya baca sungguh menyenangkan. Dan yang paling favorit adalah pada judul ‘Eksotisnya Pohon Pisang’ di line ini :

‘…Tahun 2000, saya ikut paket tur 2 hari seharga AU$ 165 ke Fraser island, Australia, di mana pulau tersebut merupakan the largest sand island in the world yang masuk ke dalam salah satu World Heritage List. Menarik, bukan ? Namun, salah satu acaranya termasuk ke Wanggoolba untuk trekking. Hutan di sana bagus dan tertata, ada trail khusus dibuat dari papan kayu sehingga tidak perlu becek-becekan. Di setiap pohon ada plang yang menerangkan namanya apa, berapa umurnya, pokoknya detail. Sampailah kami di sebuah sungai kecil di mana tour guide-nya menerangkan, ” This is famous because it has lots of eels !” Semua orang berdecak kagum dan berebutan untuk memotret belut ! Hoi, belut gitu, loh ! Saya yang bete pun teriak dengan jahilnya, ” Humm..eels ! So yummy ! Makes me hungry !” Ajaib, semua orang mendadak sontak memelototi saya dengan jijiknya !….”

atau waktu line ini :

‘…Dua puluh menit kemudian, saya tiba di air terjun La Mina Falls yang dibangga-banggakan itu. Tak percaya mata saya membaca plang yang mengatakan bahwa memang inilah tempatnya. idih ! Air terjunnya cuma turun dari tebing setinggi 5 meter, airnya pun hanya ” terjun ” sedikit alias nyiprat-nyiprat doang, kolam air (butek) di bawahnya juga kecil ( ini pun mereka sebut lagoon) dan di kelilingi dengan batu-batu kali di pinggirnya. benar-benar eksotis, persis pancuran di kampung saya !…’

It’s fun for reading this book. Kita berasa diajak berpetualang dalam suka dan dukanya berkeliling dunia dengan uang pas-pasan. Salut untuk Trinity, siapapun dirimu dan dimanapun sekarang dirimu berada. Saya akan sebarkan peringatanmu untuk orang-orang yang memiliki jiwa berpetualang untuk, ‘Travelinglah selagi masih muda !’

ps : Mungkin jika nanti saya menemukan jodoh, saya request bulan madu keliling Indonesia dulu..Gak papa naek kapal atau kereta atau angkot, yang penting ada dia di sisi..hahaha..romantis nggak sih..?*selain ngabisin duit, muntah deh, hihihihi*

cheers

Rana Wijaya Soe

9 thoughts on “The Naked Traveller

  1. ninelights

    edo99 said: mirip sama buku yg Keliling eropa dgn 10.rb dolar gk Na???

    Edoooooooooooooooooooo!wakakakakaka…udah berapa taon kao kucuekiiin…hihihihiMuup..Muup…Hm..belum baca yang keliling eropa cuma dengan 10 dollar…keknya seru juga tuh…apa judulnya ya, Do..?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s