Waking Lazarus

Jude Allman merasa bahwa dia adalah bocah biasa berumur delapan tahun yang hendak pergi memancing ikan dengan ayahnya ketika kemudian Jude terperosok dalam kubangan danau es dengan suhu minus tujuh derajat celcius dan ditemukan dalam kondisi biru pucat dan tak bergerak. Dalam ketakutannya yang normal, Jude kemudian membuka matanya dan menyadari bahwa dia telah ditempatkan dalam sebuah kamar mayat, telanjang, sendiri, dingin, dengan seutas identitas di kakinya.

Mamanya Jude,Mrs. William, bahkan tampak tak henti menyeka airmatanya ketika menemukan kisah lain Jude Allman, yang tersambar petir pada usia enam belas tahun. Petir, yang sanggup melelehkan ransel dan mengenai sepatunya, tapi Jude Allman seketika siuman tiga jam kemudian. Setelah CPR, setelah mesin-mesin itu, setelah semuanya dan dokter menyimpulkan Jude Allman telah(seharusnya) mati seketika.

Maka saat media mengetahui bahwa bocah yang mengalami pasca hidup setelah mati adalah orang yang sama, tak ada tempat lagi untuk Jude Allman bersembunyi dan merasa nyaman. Dan seiring keterpurukannya yang menyiksa, bocah-bocah kecil lain dikabarkan hilang dan tak kembali. Rachel, perempuan yang menjadi ibu bagi anak kandung Jude, Nathan, di usia Jude yagn sudah beranjak tigapuluh dua tahun, bahkan menyimpulkan bahwa Jude lebih dari sekedar memiliki penyakiti epilepsi. Tapi kemungkinan besar, Jude adalah seorang gila yang mencoba menganiaya anak kandungnya sendiri dan Rachel harus melindunginya dengan seaman mungkin.

Dalam buku ini, kita akan diajak berpetualang dalam alur cerita seorang T.L Hines yang sederhana tapi tetap meninggalkan misteri sampai lembar terakhir. Saya belum membaca karya aslinya yang berbahasa Inggris namun saya merasa yakin kalau sang penerjemah, Cahya Wiratama, berusaha menorehkan keistimewaan bercerita ala T.L Hines.

Jadi, apakah mungkin Jude terlibat dalam kasus penculikan itu ? Apakah mungkin, seluruh kelebihan Jude adalah awal dari bencana untuk dirinya dan orang lain ? Selamat hunting….karena Anda tidak akan menyesal memiliki novel secerdas Hines.

Rana Wijaya Soemadi

4 thoughts on “Waking Lazarus

  1. ninelights

    harahope said: Hiiy kayaknya agak serem ya, Ran? T.L Hines dan R.L. Stine (Goosebumps). Penyebutannya rada-rada sama, genre ceritanya juga rada-rada sama. j

    Dulu Rana juga seneng baca beberapa karyanya R.L Stine lho…tapi IMO, kalo minta dibandigin, lebih indah bahasanya T.L Hines dan gak nyeremin..malah, bikin kita kasian, penasaran, salut…Di novel ini, Hines itu udah memberikan jawaban untuk inti masalahnya di depan..Tapi dia pandai membuat misteri jawaban dibalik jawaban itu tetap terjaga sampai akhir lembar novel lewat alur cerita dan bahasanya yang sederhana dan menarik…baca deh, Mas…^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s