Ada “Trauma di Kelokan”

Menjadi salah satu saksi perkembangan karya seorang Aris Yaitu, saya pribadi merasa bangga. Bersama kedua rekannya, Mas Agung Yuliansyah dan Pak Samuel Sugiarto, Aris Yaitu mengelar Pameran Seni Rupa Dan Konser Mini Musik Klasik di Galeri Garasi Widya Mitra Semarang.

Aris Yaitu

pic from: Aris’s FB

ki-kanan: Samuel Sugiarto, Agung Yuliansyah, Aris Yaitu, Donny Danardono

pic from: Aris’s FB

Lahir tanggal 1 Juli 1989 di Wonosobo, bekerja di Ex-Rumah Seni Yaitu, tapi semangat dan pengalamannya dalam berpameran sudah lumayan membuat saya berdecak kagum dan saya sangat perlu banyak belajar darinya.

Saya dan Aris Yaitu

Saya kenal beliau karena saya dulu sering main ke Ex-Rumah Seni Yaitu untuk bertemu dengan teman-teman Kronik (Mas Tono, Mas Kusri, Mas Damar, Mas Nunu dll). Sesungguhnya, saya pun sering bertemu dengan Pak Tubagus. Hanya saja waktu itu saya belum begitu mendapatkan hidayah untuk menekuni dunia seni rupa.😄 Sebenarnya sudah lama saya ingin sekali menghadiri pameran – baik tunggal maupun pameran kelompok- yang digelar Aris selama ini. Hanya sayang, kondisi dan situasi belum menjodohkan saya untuk mengagumi dan mencuri ilmu-ilmunya. Sewaktu di Jogja dan mampir di ARTJOG 11, di Jogja Artfair, TBY bersama seorang rekan, beberapa minggu yang lalu saya bahkan baru tahu kalau Aris pun turut serta memamerkan karyanya.

 

 

Karya Pak Agung Yuliansyah

The crowded dan Aris Yaitu

pic from: Aris’s FB

Bersama karya Aris Yaitu

Koleksi postcard karya Aris Yaitu😄

Fans “Manula” di “Trauma di Kelokan”😄

Para fans Manula di trauma di Kelokan😄

Kumpulan foto yang lain bisa dilihat di sini dan di sini

 

 

“Trauma Di Kelokan”, sebuah kolaborasi pameran seni rupa yang dibuka pada hari Senin, 24 September 2012 yang lalu dengan kurator Donny Danardono dan pembicara pembuka pameran Pak Tubagus P. Svarajati(Art Critic), dan masih akan terus dibuka hingga tanggal 13 Oktober 2012 pukul 16.00 WIB.

Sila yuk, ramai-ramai datang, mengapresiasi, dan menjadi kolektor seni rupa muda😄

 

 

Visit the exhibition:

Galeri Garasi Widya Mitra

Jalan Singosari II No 12 Semarang

Best Regards,

@RanaWijayaSoe

11 thoughts on “Ada “Trauma di Kelokan”

      • ranawijayasoe

        Sudah kujawab yah. Dan untuk foto yang lebih dekat, sudah kupasang link menuju ke FB Aris. Tapi kalau masih tidak kelihatan, Aris mempesilakan untuk datang langsung ke Galeri jadi bisa lihat gambarnya lebih detail dan jelas.🙂

        Like

    • ranawijayasoe

      Kukutipkan saja pendapat ahli dalam pengamatan karya seni Aris yah …

      “Kegelapan ide dan bentuk itu tampak dalam berbagai gambar yang memadukan strategi realisme dan modernisme abstrak ini. Sebuah perpaduan yang mewujud dalam simbolsasi kekerasan. Lihat karyanya yang berjudul Luka, Trauma, Isi Ulang, Pertarungan Sang Tuan, You Are Next dan War. Simbolisasi itu juga mewujud dalam mata yang ada di mana-mana untuk mengawasi dan mendisiplinkan perilaku.

      Strategi menggambar seperti ini menunjukkan: meskipun Aris dan kita tak menyukai kekerasan, tapi sering kali kita tak mampu menghindarinya. Ini adalah sebuah posisi yang traumatis. Trauma menempatkan seseorang dalam kegelapan. Di tempat itu ia tak mampu membedakan yang baik dari yang buruk atau yang benar dari yang salah. Namun toh Aris tetap menggambar Bertukar Pikir dan Harapan.”
      – Donny Danardono, kurator pameran. Pengajar Filsafat Ruang di PMLP(Program Magister Lingkungan-Perkotaan) Unika Soegijapranata, Semarang.

      Like

    • Aris yaitu

      Trimakasih kk Nana yg baik, sdh berbagi pameran saya🙂

      @mas iwan, trauma di kelokan di ambil dari salah satu karya sy yg berjudul trauma & karya agung yg berjudul ‘ yang hadir di belokan’, dan biar lebih artistik belokan di rubah jadi kelokan yg kurang lebih artinya sama.
      nah apakah ada hubungannya dgn karya2 kami? tentu saja ada karna judul itu mewakili gagasan dalam karya saya dan agung, dlm pameran ini gagasan yg saya pake adl “kekerasan” dlm arti luas, tidak melulu kekerasan antar manusia dan kekerasan fisik saja. sedangkan agung berangkat dari konsep “simulakra” yg menurutnya tdk ada yg baru dlm berbagai hal, (copy an di atas copy an istilahnya). dan persoalan2 kapitalis yg ingin agung sampekan.
      mungkin mas Iwan bisa lebih jelas jika mendatangi pamerannya dan membaca kuratorialnya.🙂

      @BuPeb ada beberapa karya yg sdh sy upload di blog sy, silahkan berkunjung jika berkenan🙂

      http://arisyaitu.blogspot.com/

      http://www.flickr.com/photos/arisyaitu/

      Like

      • Iwan Yuliyanto

        Terimakasih, Mas Aris. Salam kenal.
        Setelah menyimak beberapa art work-nya di blogspot akhirnya saya bisa pelan-pelan memahami maksud “Trauma di Kelokan”. Bayanganku art work – art work sampeyan ini cocok kalo dijadiin cover buku dg tema-tema perlawanan. Selamat berkarya, Mas Aris.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s