Sariawan dan Patah Hati

Kau tahu, patah hati itu seperti saat kau menderita sariawan. Tak ada yang tahu luka itu ada, kecuali kau bilang pada mereka yang ada di sekitarmu. Atau … bisa jadi karena ada yang benar-benar memerhatikan rasa sakit yang kau derita dan kemudian bersimpati. Sariawan dan patah hati itu seperti luka yang sepele bagi yang tak merasakannya. Namun bagimu, menangis pun tak cukup menyembuhkan.

Seperti patah hati, luka sariawan itu menipu, kadang. Kau bilang tak apa, namun keesokan harinya luka itu bertambah lebar dan perihnya tak ketulungan. Kau bilang kau baik-baik saja karena kau sudah makan buah-buahan setiap hari, banyak minum air putih, olahraga teratur, tapi keesokan paginya bibirmu tergigit oleh gigimu sendiri.

Patah hati itu, kau tahu, seperti sariawan yang sedang hingar bingarnya melukai keseluruhan dari dirimu. Pada pagi hari saat kau membuka matamu dan menatap ternit, keningmu sudah berkerut karena menahan sakit di bibir. Kepalamu tak karuan pusing karena kurang tidur. Itu juga karena terganggu dengan luka yang ada. Lalu saat kau beranjak mandi dan gosok gigi, air matamu tak kuasa kau bendung karena pasta dan sikatnya membentur luka sariawanmu. Kau menjerit tanpa suara selama beberapa menit dan kemudian memuntahkan semua isi di dalam mulutmu dengan perih yang tak bisa kau ungkapkan dengan kata-kata. Kau mencoba tetap menjalankan kehidupanmu sesuai jadwal, termasuk sarapan. Namun aktivitas itu kemudian menjadi salah satu rutinitas yang menyiksa. Biasanya lima menit selesai, kini satu jam tak pernah cukup untuk menyelesaikan nasi yang tak kunjung habis di piring. Saat kau akhirnya bersosialisasi, kau seperti menjadi manusia terasing. Kau menjadi tak nyaman bekerja, tak minat untuk banyak bicara, tak bisa tertawa terbahak-bahak, dan lalu lebih memilih menepi dan menyendiri. Hal lain adalah ketika bantal dan guling yang biasanya menjadi tempat melepas penat paling asik, kini menjadi tempat asing yang membuatmu gelisah dan tersiksa karena urusan sariawan. Dia membuatmu merana hingga hampir dua puluh empat jam tanpa daya.

Patah hati itu seperti luka sariawan yang sering mampir ke mulutmu. Kau menjadi pengalaman karenanya. Orang lain pun jua. Kau dan, terutama mereka kemudian menganggap itu biasa saja. Tapi rasanya tetap saja sakit. Dan bisa lebih sakit lagi saat kau memilih membiarkannya begitu saja dan baru berniat menyembuhkan ketika luka itu sudah beranak pinak dan ke mana-mana.

Patah hati, kau tahu, hampir sama halnya ketika kau mencoba untuk menyembuhkan luka sariawan. Ada dua pilihan yang ada. Pertama, memilih cara pengobatan terekstrim dengan tujuan untuk mempersingkat luka. Atau, kedua, pengobatan biasa saja karena alasan tidak ingin membuat bagian tubuhmu yang lain lebih tersiksa lagi.

Namun bagaimana pun jua, patah hati tak bisa semudah menghilangkan rasa nyeri seperti saat mengobati sariawan. Patah hati seperti yang sudah kukatakan, adalah luka yang tak nampak. Bahkan dia bisa bersembunyi di antara deretan tawa riangmu atau ekspresimu yang ceria, atau kata-kata “aku baik-baik saja”.

Sebagian memaksa sebagian dari mereka yang patah hati untuk segera melupakan yang sudah-sudah. Salah satu caranya adalah dengan menjadi seksi super sibuk untuk segala kesibukan yang tidak ada menjadi diada-adakan. Namun jika sudah sesibuk apa pun kegiatan yang kau lakukan tapi tiba-tiba saja dia yang membuatmu patah hati melintas di ingatan, kau bisa apa? Patah hati itu sungguh menyiksa. Namun seperti halnya menyembuhkan sariawan, patah hati cepat atau lambat juga akan sembuh. Ini hanya persoalan waktu. Namun jika kau masih saja menangis diam-diam dan tersiksa karena dia tak henti memenuhi ingatan, hei, kemarilah. Kau tak sendiri. Mari berbagi sepi. Duduk diam saja menikmati fajar atau senja, atau sama-sama mencoba memunculkan sariawan agar tangisan kencang tanpa suara atau tidur tak nyenyak selama berhari-hari bisa dijadikan alibi pengganti obat patah hati. *endingnya enggak banget ya?**😀

Ya sudah … Selamat malam, kawan. Semoga hati dan ragamu baik-baik saja di sana … dan sungguh, kali ini serius, kau tak harus sariawan jika ingin menangis karena patah hati.🙂

-Rana-

11 thoughts on “Sariawan dan Patah Hati

  1. RY

    Sariawan itu sakitnya daleeem banget, apalagi klo kena sentuh. Persis kayak patah hati, ada yang nyenggol sedikit, langsung galau. Sensitif ……

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s