Pada Suatu Ketika Dalam Hidupmu

Vincent,

apa pernah pada suatu ketika dalam hidupmu, saat waktu sedang meluangkan jeda untuk membuatmu merenungi banyak hal, kau duduk di sebuah bangku, menikmati pemandangan, lalu seekor burung terbang rendah, mendarat di tanah untuk mematuk makanan yang tersebar di sana, lalu kau dengan serta merta tertarik mengamatinya dengan detil? Kau tersenyum saat dia sibuk melahap semua makanan yang ada, dan lalu terdiam saat kau bisa menembus ke dalam kedua bola mata burung yang mengerjap-kerjap itu yang membawa pesan kesedihan masuk ke hatimu?

 

Seperti saat itu, hari-hari tak lagi sama setelah pesan kesedihan itu datang silih berganti dalam hidup, Vincent. Rasanya begitu aneh dan sekaligus masuk akal. Bahkan ketika kau sedang sedih kau masih saja bertanya, siapakah yang mengirim pesan kesedihan itu? Mereka? Dia? Dia? Atau hanya kau dengan penerimaan berlipat rasa?

 

Hidup menjadi seperti melewati dimensi-dimensi kesedihan yang suka atau tidak akan kau rasakan dan kadang membuatmu kebingungan dengan semua pesan kesedihan itu. Kau menjadi kehilangan arah sesaat lalu kembali namun dengan rasa yang lain. Kau menjadi refleksi-refleksi itu, lalu kembali, namun jejak kesedihan itu tetap tinggal dan membuatmu menjadi, entahlah…berbeda.

 

Vincent,

pada suatu ketika dalam hidupmu, saat waktu tak sedang menyediakan cukup banyak jeda untuk memahami banyak hal, pesan-pesan kesedihan itu bisa mengubah caramu memandang hidup selama ini. Mungkin dulu kau hanya melihat dunia sebatas memandang dari kau berdiri di tempat rendah. Sekarang, kau telah berada di gedung yang tinggi dan bisa melihat dunia di bawah, di sekeliling, dan di atas dengan lebih luas, lebih dalam, lebih … sederhana.

 

Pada masa-masa yang akan datang pesan kesedihan itu pasti akan selalu hadir. Bahkan setiap hari dalam jenjang masa yang membentang, hidup akan seperti film, seperti frame-frame, seperti potongan adegan-potongan adegan yang kesemuanya membawa satu pesan yang sama: kesedihan. Lalu adakah kau tetap ada untukku, Vincent? Saat aku tersesat dan tak mengerti tentang kesedihan macam apa semua itu? Ataukah aku sesungguhnya sendirian saja sementara kau adalah Vincent yang memang Vincent … yang sudah tak ada dan memang tak ada sedari dulu?

 

Aku hanya bertanya.

One thought on “Pada Suatu Ketika Dalam Hidupmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s