Bintang di Langit

Kepada kawan yang tak kukenal,

Pada 1 januari 2015, pukul 00.10 aku menulis serentetan kalimat ini di atas atap rumah. Dikelilingi kembang api yang bertaburan di langit dan berakhir dengan kabut asap di mana-mana. Hampir satu jam aku naik ke genting itu dengan bertelanjang kaki sembari sesekali berpikir, bagaimana jika nanti salah satu kakiku kram dan aku tak bisa menggerakkannya dan aku berusaha menggerakkannya namun celana panjangku tersangkut genting-genting yang retak dan aku lalu jatuh dan saat jatuh ada benda tajam di bawah dan …

Di atas atap rumah itu rasanya seperti dikepung tembakan dari segala arah. Seperti menyaksikan sebuah peperangan dan berakhir dengan kabut. Sepenuhnya kabut sehingga aku bahkan mulai menduga-duga siapa saja yang bersembunyi dibaliknya dan muncul tiba-tiba lalu berjalan mendekat ke arahku dan membawaku pergi ke negeri langit. Ah, negeri langit. Bahkan, ketika dulu aku sering naik ke atap dan bertemu bintang-bintang di langit, aku berkhayal aku bisa terbang dan ya, mungkin akan mampir membaca buku di bintang A, mencicipi sepiring soup cream di bintang B, atau mendengarkan musik di bintang C, atau hanya ingin ‘mengkoleksi’ cahaya-cahaya itu lalu pulang dan menaruhnya satu per satu di atap kamarku sehingga ketika aku akan tidur, aku hanya perlu rebahan dan melihat bima sakti hasil koleksiku itu. Menyenangkan bukan?

Sesungguhnya, setelah kabut asap dari kembang api itu mereda dan melihat langit kelam, tiba-tiba saja awan-awan itu tersibak dan aku bisa menyaksikan satu bintang berkelip di sana seolah bintang itu hanya ada dan hanya muncul untukku seorang. Bintang kecil yang lalu menari dan mengatakan ini dari kejauhan sana, “aku tahu dan aku akan selalu ada di sini untukmu.”

Aku tersenyum. Menyadari bahwa aku terlalu lama berada di atap lalu beranjak turun hingga kemudian aku melihat satu bintang lagi dari sudut langit yang lain, bersinar dan menari sembari berkata, “hei … aku juga ada di sini. Ingat itu yah?”

Sekarang sudah tanggal 8, dan aku masih saja berkhayal.

Selamat datang, 2015. Mari berdansa!

5 thoughts on “Bintang di Langit

  1. edwinlives4ever

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s